Just A Substitute

Just A Substitute
Chapter 02


__ADS_3

Rumah sakit


Daphne menguap dan mengoleskan balsem di lehernya, dan melihat jam dinding yang ada di ruangan perawat.


"Waktunya pulang "senangnya.


Daphne dengan cepat mengemasi barang-barang nya dan berjalan keluar dari ruangan para perawat.


"Daphne "panggil Bert menghampiri Daphne. "Dr.Bert "mendongak melihat wajah dokter tersebut.


"Bisa kita pulang bersama "ajaknya tersenyum. "Ouh....tentu "ucapnya tidak semangat.


Di luar rumah sakit Daphne berjalan karena melihat ayahnya. "Kenapa ayah disini "tanya Daphne.


"Masuk mobil "titah Parker. "Ayah belum jawab pertanyaan ku "melihat sang ayah menatap tajam padanya.


"Kamu Bert kan...., jangan dekati Daphne mengerti "larang Parker.


"Ayah "kesal Daphne. "Masuk mobil Daphne "keukeuh Parker. "Aku bukan anak remaja lagi "masuk ke dalam mobil dengan kesal.


Sesampainya di rumah Daphne keluar dari mobil dan menatap sang ayah dengan kesal. "Aku harap aku pergi dari rumah ini "menutup pintu mobil dengan kencang.


"Hah..."membuang nafas dan melihat Daphne masuk ke rumah. "Apa boleh buat "bersandar di sandaran kursi.


Ceklek...


"Ada apa dengan mu "tanya Rose melihat Daphne yang sedang kesal. "Bukan urusan mu nyonya "menaiki tangga dan menuju kamar.

__ADS_1


"Anak itu...., aku tidak menyukainya "sebal Rose.


Apartemen


"Am..., aku ingin mengatakan sesuatu "ucap Molly takut. "Bicaralah ada apa "


"Bisakah kamu pemperkerjakan pembantu untuk bekerja di sini "melirik wajah suaminya.


"Baiklah..., ini "memberi amplop. "A...apa ini "mengambil amplop tersebut. "Uang belanja kamu "ucap Abraham. "Benarkah...berapa ini "membuka isi amplop.


"5 juta "ucap biasa Abraham. "Itu untuk mu dan jika kamu lapar beli di kedai cepat saji dan, ingat aku tidak boros jadi berhemat lah "


"Baiklah "senyum terpaksa dan menghitung uang.


20:00


"Hoamm....bosan "ucap Daphne memindahkan chanel TV. "Carilah pria agar bisa menyenangkan mu dan tidak bosan diam diri di rumah "timpal Rose melihat-lihat majalah tas.


...Aku akan merebut pria itu nyonya..., lihat saja, dalam hati Daphne. ...


ESOK HARINYA


"Hi...."sapa Abraham pada Daphne. "Tidak bekerja tuan..., pasien menuggu "mengambil snak.


"Ayo kita buat kesepakatan itu "to the point. "Hah...bagaimana "sambungnya sambil mengikuti langkah Daphne.


"Kesepakatan apa "ucapnya mengambil cokelat. "Jadilah simpanan ku "Abraham terus terang.

__ADS_1


Semua pengunjung yang mendengar langsung melihat ke arah keduanya ( Daphne & Abraham ). Dan kembali ke rutinitas masing-masing lagi.


"Bisakah pelankan suara mu tuan "melihat kiri kanan. "Mau di bayar berapa "tersenyum ke arah Abraham.


"Berapa yang kamu mau "ucapnya melihat intens Daphne. "Baiklah..., bisakah kamu menaktirku hari ini "pinta Daphne.


"Ambillah yang kamu mau "mengambil keranjang belanjaan Daphne. Kini keduanya berada di perjalanan. Abraham mengendarai mobil dengan santai dan Daphne ngemil sambil mendengarkan musik.


"Kita mau kemana? "Tanya Daphne. "Rumah "senyum Abraham. "Rumah "melihat Abraham. "Rumah "ucapnya sekali lagi.


"Iya "angguk Abraham. "Rumah yang jauh dari pusat kota dan tidak ada yang menganggu kita "


"😐...."diam dan melihat ke depan. Jauhnya perjalanan Abraham membawa orang pertama yang ia bawa ke rumah pribadinya, keluarga tidak ada yang tahu satu pun. Abraham pengusaha dan CEO di rumah sakit dan apartemen juga memiliki rumah yang beda dari yang lain.


"Wah...."tabjuk Daphne menutup mulut. "Bak istana "senyumnya melihat Abraham.


"☺"melihat lagi kedepan. "Molly sangat beruntung "lirihnya. Abraham menarik dagu Daphne dan menciumnya lembut. "Jangan sebut nama lain saat kita hanya berdua "


"Ups "Daphne menutup mulut dan melihat Abraham. "Maaf..., aku lupa dimana kamarku "Ujar Daphne mengoda Abraham.


"Kita tidur berdua "mengandeng tangan Daphne. "Kita akan tinggal di sini hanya kita berdua "sambungnya.




__ADS_1


Typo


...Yup enggal dukungan nya reader-reader budiman yang baik. ...


__ADS_2