Just A Substitute

Just A Substitute
Chapter 06


__ADS_3

Di tengah perjalanan Molly melihat toko perhiasan yang populer di kalangan orang kayah.Eheum....


"Mau ikut atau tetap di di sini "tanya Abraham. "Ikut tuan "senang Molly dan keduanya sama-sama berjalan berdampingan dan masuk ke dalam toko.


"Selamat datang..., mari ikut saya nyonya "


"Ah baiklah "senang Molly. Mata Abraham tertuju pada sebuah kalung yang memiliki batu berhiaskan batu ruby.


"Aku ingin kalung yang di pajang disana "tunjuk Abraham. "Siap tuan "ujar staf.


Sementara itu Molly dengan senang memilih dan mencoba-coba perhiasan. "Apa ini bagus "tanya Molly menunjukkan jaringan yang tersemat cincin.


"Sangat cocok dengan nona "puji staf tersebut. "Ah biasa saja "malu Molly mencium cincin yang ia pakai.


"Syg....bagaimana "tanya Molly pada Abraham. "Sangat bagus "jawab biasanya melihat kalung ruby.


...Kalung itu bagus sekali, apa dia memberlikannya untuk ku, dalam hati Molly. ...


"Tolong bungkus ini, sekalian yang di pakai istriku "ucap Abraham yang di angguki staf tersebut.


Abraham dan Molly kembali berkendara menuju hotel sang kakek. Keduanya turun dan Molly menggandeng tangan Abraham.

__ADS_1


Sesampainya di aula, Abraham & Molly jadi pusat perhatian para tamu yang hadir. Di panggung mini sudah ada sang kakek dan keluarga besar. Saat tidak sengaja perhatian Abraham teralihkan pada sosok wanita yang sedang duduk dan dirinya akan saling pandang, perhatian wanita tersebut beralih karena ada pria yg duduk di dekat wanita tersebut.


"Cucuku "senang Derek memegang bahu sang cucu. "Kakek sehat "ucap Abraham mencium tangan kakeknya.


"Kakek baik..., inikah istrimu "melihat Molly terus menempel pada Abraham. "Ini Molly kek "mengenalkan Molly.


"Hallo kek "melambaikan tangan. "Apa-apaan itu, tidak sopan hanya melambaikan tangan saja "ucap bibi Abraham. "Diamlah "balas sang paman suami bibinya.


"Ah..."Molly mencium tangan sang kakek. "Salam kek "ucap Molly. "Iya "angguk sang kakek tanpa senyum.


Abraham masih menatap dari jarak jauh di meja yang ia lihat tadi. "Siapa namamu tadi "


"Saya tidak pandai berdansa tuan "tolaknya. "Berdansa tidak rumit..., aku akan ajarkan "tetap memaksa. Musik mulai mengema dan lampu mulai menyoroti lantai dansa.


Musik menarik semua pasangan yang muda atau tua ikut berdiri di lantai dansa, Jamie menempatkan tangan Daphne di lehernya dan kedua tangannya di pinggang ramping Daphne.


Dengan pelan semua pasangan menari dengan pelan dan mengikuti irama musik. "Nona pandai dansa berarti bohong "


"😐..., aku tidak bohong aku tidak pandai dansa tapi bisa menari dan berjoget "cerita Daphne.


"Baiklah..., tunjukkan padaku "tantangan nya. "Boleh..., siapa takut menerima tantangan.

__ADS_1


Daphne dan Jamie saling pandang dengan wajah kalem khas mereka, Jamie berjalan ke arah tempat pemutaran musik dimana kehebohan di mulai.


...Jreng.....Jreng....Jreng ...


Semua pasangan yang sedang berdansa berhenti dan memberi tempat untuk Jamie dan Daphne.


...(Gerakan joget Jamie & Daphne Reader mengkhayal aja ya..Hehe ) ...


Derek duduk dan melihat ada battle dua manusia yang ada di depannya, anak, menantu, cucu dan cicitnya pun duduk ikut menonton duel tersebut.


Musik di mulai Daphne menari mengikuti irama menunjukkan keahliannya, dalam menari dan itu adalah bakatnya yang ia belum tunjukkan pada sebagian orang.


"Dia mirip dengan ibunya "cibir Rose yang di tatap oleh Parker dan kembali melihat putrinya sedang menari.





Typo

__ADS_1


__ADS_2