Just A Substitute

Just A Substitute
Chapter 05


__ADS_3

Daphne merapikan kemeja dan jas kakak ipar begitu juga memberikan tas kerjanya. "Terima kasih....aku berangkat dulu muach "mencium Daphne.


"Hati-hati di jalan "melambaikan tangannya pada Abraham.


"Huh...., nanti malam sajalah aku bicaranya "menutup pintu.


Kafe Drum


Abraham memarkirkan mobilnya dan melihat ayah mertua sudah duduk di kursi. "Semangat sekali dengan kontrak itu "keluar dari mobil dan memasuki kafe.


"Ini "menyerahkan surat kontrak. Abraham mengambilnya dan membaca kontrak tersebut dalam hati. "Apa maksudnya aku harus memulangkan Daphne jika aku melanggarnya "protes Abraham.


"Siapa tahu....menantu ku ini berniat menjatuhkan ku "senyumnya. "Hah..., seorang ayah yang sudah menjual putrinya dengan sebuah saham ingin menyalah gunakan perjanjian "tegasnya.


"Surat kontrak itu tidak bisa di gugat "senyumnya. "Aku ingin menambahkan poinnya "


"Tidak perlu "


"Cih....sekarang aku tahu sifat ayah mertua ku ini...tahu jika menantunya orang kaya langsung di manfaatkan "jengkelnya.


Di tempat lain....


"Ibu boleh membeli ini "Rose menunjukkan tas pada Molly. "Boleh saja...tapi beli yang harganya turun uang saku ku tidak banyak bu "


"Bagaimana sih....punya suami kaya tapi kelihatan miskin "sebal Rose.


...Jika ibu tahu pernikahan ku hanya sebuah kontrak, dalam hati Molly ...


"Aku harus berhemat bu....memangnya Daphne "


"Ouh ya...ngomong-ngomong tentang Daphne akhir-akhir ini ibu tidak melihatnya berkeliaran di rumah "

__ADS_1


"Sungguh "senang Molly.


"Ya...kepala ibu tenang saat tidak melihat Daphne "


"Syukurlah "senang Molly.


Mereka tidak tahu jika Daphne ada di toko yang sama mendengarkan mereka, Daphne sedikit menurunkan topinya dan berlalu keluar dari toko dengan style serba hitam.


HALTE BUS


"Aku ingin ke rumah "menelpon Abraham.


"...."


"Aku tidak mau membuat mereka tenang....hiks "


"...."


Daphne masuk ke dalam bus setelah menempelkan kartu dan memilih tempat duduk, sebuah taksi berhenti di rumah kediaman Parker Hudson.


Rose dan Molly berjalan senang gembira dengan tas belanja di kedua tangan.


Ceklek


Rose dan Molly berhenti berjalan dan kaget saat melihat Daphne dengan baju santainya, sedang membaca buku novel.


"Oh my god "Daphne menutup mulut. "A...apa yang kamu lakukan disini "ucap Rose.


"😐" Molly menatap Daphne sebal. "Kalian berbelanja tanpa mengajakku "sedih Daphne.


"Haish "Rose berjalan menaiki tangga. "☺....kakak "tanya Daphne. "Hah...diamlah "Molly mengikuti langkah ibunya.

__ADS_1


"Hah "Daphne membuang nafas. "Aku akan kutunjukkan stres yang luar biasa untuk kalian berdua "ucap pelan Daphne.


Ting...Molly mengambil ponselnya dan melihat pesan dari Abraham dengan kagetnya Daphne buru-buru mengambil tas dan pulang apartemen.


"Molly mau kemana "tanya Rose. "Aku harus pergi "teriak Molly sambil berlari.


Apartemen


Molly ngos-ngosan sampai di pintu apartemen dirinya dengan buru-buru masuk dan berlalu ke dalam kamar. "Tenang Molly...Huh. ..Huh "mengatur nafas.


Ceklek


"Molly "panggil Abraham. "Huh...tuan "senyum Molly. "Siap-siap lah.., kita harus pergi "


"I...iya "


Molly dan Abraham sudah rapi dengan gaun dan jas untuk menghadiri ulang tahun perusahaan sang kakek, meski sudah berumur Derek Kingston tetap semangat mencari cuan.


"Kita akan menghadiri pesta tuan "tanya Molly. "Ya "jawab singkat Abraham. Molly kembali cemberut mendapat jawaban dari Abraham yang sesingkat itu.





Typo


Jangan lupa dukungannya ya reader dan juga Follow author biar gak ketinggalan update cerita novel terbaru.


Favorit untuk tidak ketinggalan update episodenya.

__ADS_1


__ADS_2