
"Aduh.....gondrong jangan ngambek dong "risau Miguel. "Hah..siapa tadi "tanya Molly.
"Gondrong itu nama motorku kebiasaan suka mogok emang "mengamati motornya. "Selama kamu narik motormu suka mogok ya "tanya Molly.
"Iya., maaf ya kamu harus turun panas lagi "mengelus kepala Molly. "Jika kamu narik terus di tengah jalan mogok apa pelanggan cansel gak "tanya Molly.
"Tentu saja...pelanggan milih cansel dan aku dorong motor "ucap Miguel. "Hiks....tega sekali pelanggan mu "mata berembun.
"Hey...kenapa kamu nangis tenang saja sudah tugas pekerjaan ku "menghapus air mata Molly.
"Tapi aku janji akan cari pekerjaan baru dan menghidupi kebutuhan anak-anak kita nanti "senyum Miguel. Molly tersenyum dan mengganguk ia mudah menangis karena hormon kehamilan.
Saat Miguel akan mengelus perut buncit wanitanya terhenti. "Molly "teriak Rose. "Ibu "kaget Molly berdiri di depan Miguel.
"Ngapain kamu kesini "melihat tajam Miguel. "Jangan buat keluarga suami mu jijik "menarik tangan putrinya. "Bu..."Molly menahan tangan ibunya.
"Kenapa...kamu jauh-jauh dari putri saya kenapa terus ada di sisi Molly "menarik paksa tangan Molly.
"Tante "melepas tangan Rose dari Molly dan menggemgam erat tangan wanitanya. "Hah....kamu berani "cibir Rose.
__ADS_1
"Molly sedang hamil anakku tante "tegas Miguel. "Jangan keras sama Molly "lanjutnya. "Wah wah...."tidak percaya. "Jangan mengkhayal kamu "melihat tajam Miguel.
"Putriku itu mengandung anak dari orang besar "
"Gak bu..."memeluk tangan Miguel. "Aku hamil anak Miguel jadi ibu jangan berkata jahat pada Miguel "
"Jangan berbohong Molly..."ucap Rose. "Aku tidak berbohong...aku benar-benar hamil anak Miguel dan ibu harus tahu aku & Abraham itu hanya menikah kontrak "tegasnya.
"Apa-apaan ini "Rose geleng-geleng kepala. "Benarkah "seriusnya. "Ya..jangan pernah lagi menghalang-halangi hubungan kami bu "ujar Molly menggemgam tangan Miguel.
"Baiklah...oke mungkin keluarga Abraham bisa "berlalu naik mobil. "Bu..."teriak Molly. "Bagaimana ini "risau Molly.
Sementara itu Abraham dan Molly sedang menonton film. asyik-asyik menonton ponsel Abraham berbunyi berkali-kali. "Angkat saja....ini menganggu "kesal Daphne.
"Apa..Molly "melihat Abraham. "Apa....baik-baik "menutup telpon. "Tunggu disini ini penting "berlari cepat keluar. "Heum..."bersandar di sofa dan lanjut menonton.
Abraham mengendarai mobilnya cepat dan jangan sampai Rose, dia kerumah & membeberkan pernikahan kontraknya. Mobil yang di kendarai Rose hampir sampai di gerbang kediaman Kingston.
Namun di halang oleh mobil Abraham. Rose & Abraham sama-sama keluar dari mobil dan mencoba untuk masuk ke dalam rumah. Namun di halangi Abraham sebuah mobil berhenti dan sang pemilik mobil keluar.
__ADS_1
"Ibu "ucap Abraham. "Ibu kecewa sama kamu "ucap Utami. "Dan bu.Rose jangan Berani-berani masuk untuk menceritakan semuanya pada kakek. Saya takut penyakitnya kumat dan saran saya jangan menghalangi ke kebahagiaan putri sendiri bu.Rose "ucap Utami santai.
"Apa..."ujar Rose. "Bu.Utami "
"Jangan bu.Rose..., cukup silahkan pergi "menatap dingin Rose. "Hah..."geleng-geleng kepala dan masuk ke dalam mobil.
Setelah kepergian Rose tinggal menyisakan Utami & Abraham. "Ibu tahu dari mana "tanya Abraham. "Molly "ucap singkat Utami.
"Hah....siapa wanita yang mengandung anakmu "ucap Utami.
"😐..."Abraham diam.
Villa
Daphne yang sedang asyik makan mendengar pintu terbuka, dengan semangat berjalan ke arah pintu dan menyambut Abraham.
"Abraham "senyum Daphne hilang seketika. "Tan...tante " Utami melihat atas sampai bawah Daphne dengan jalan khasnya, Utami melewati Daphne dan duduk.
_
__ADS_1
_
_