Just A Substitute

Just A Substitute
Chapter 18


__ADS_3

4 bulan usia kandungan Daphne dan 3 bulan usia kandungan Molly. Abraham terus menemani Daphne hingga tidak tahu, Molly sedang hamil juga.


"Apa kamu membawa pria lain ke apartemen ku "interogasi Abraham. "Tuan...,hah....hanya satu kali tolong "mencoba menghindar dari Abraham.


"Kamu membawa pria lain ke dalam apartemen ku dan tanpa izin ku "teriaknya. "Apa hakmu hah..., bereskan baju-baju mu dan pulang kerumah mu "ujar Abraham mencengkeram bahu Molly.


"Aku...mentalakmu mu Molly pergilah "melepaskan tangan dari bahu Molly. "Tuan...."Molly memohon.


"Saya tidak bisa menjelaskan ini pada ibu tuan....tolong tunggu saya melahirkan dan saya akan pergi "mengatupkan kedua tangan.


"Baiklah "berlalu pergi meniggalkan Molly.


"Hah..syukurlah Molly "duduk di lantai dengan lemas sambil mengelus perutnya.


Brakks...


"Ish "kaget Daphne melihat Abraham datang yg sudah dalam keadaan kesal. "Apa kamu baik-baik saja "menghampiri Abraham.

__ADS_1


"Molly hamil "ujarnya. "Apa "bengong Daphne. "Maksudnya "sambungnya.


"Molly diam-diam bawa pria ke dalam apartemen ku "melihat Daphne. "Kamu tahu apa kelanjutan nya "duduk di sofa yang di ikuti oleh Daphne.


"Sudah berapa bulan "tanya Daphne. "Aku tidak tahu...Molly benar-benar menghancurkan rencana awal ku "mengelus perut Daphne dengan lembut.


"Biarlah...mungkin Molly punya hidup sendiri dan "menangkup kedua pipi Abraham. "Jangan banyak pikiran ya "lanjutnya.


Abraham melihat wajah Daphne dan mendekat lalu mencium wanitanya yang sudah duduk di pangkuannya, Abraham menelusuri lekuk tubuh Daphne dan membaringkan nya.


Daphne melepas kancing kemeja Abraham dan mengelus dada bidang tersebut, Abraham masuk ke dalam rok Daphne dan melepas cd. Lalu mencium telapak kaki hingga betis dan sampai paha putih wanitanya.


Daphne terbuai dengan Abraham yang main dengan lembut untuk mengunjungi bayi kembar mereka. Abraham melepas tangan Daphne dan memegang kedua paha Daphne untuk sedikit menebarkan, dan mengangkat nya lalu menghentak pelan....cepat....pelan dan cepat lagi. Keduanya sama-sama menikmati mengeluarkan suara-suara laknat.


"Ah...."pelepasan Daphne. "Hah.....hah "melihat Abraham masih menghentak nya. "Ah..."menutup mulut. "Sebentar lagi "ucap Abraham terus menghentak cepat dan mengeluarkan lagi lava panas kerahim Daphne.


"Ah "pelepasan Abraham dan Daphne. "Astaga Sudah-sudah setelahnya.....

__ADS_1


Abraham dan Daphne mandi untuk membersihkan olahraga tadi dan kini keduanya pergi ke supermarket, belanja kebutuhan asupan gizi sang ibu dan bayinya. Abraham mendorong troli belanjaan dan Daphne memeluk tangan Abraham sambil melihat-lihat rak.


"Susu bumil, kamu mau rasa apa "tanya Abraham. "Cokelat, strawberry dan vanila "ujarnya.


"Baiklah "mengambil 5 kotak. "Madu juga "pinta Daphne. "Iya-iya "angguk Abraham lanjut berkeliling lagi. Setelah semuanya di dapat Abraham dan Daphne bayar ke kasir dan pulang.


Di pertengahan jalan Daphne tidak sengaja melihat Molly dan laki-laki tengah berhenti di trotoar, dengan motor mogok. "Siapa pria itu "ucap pelan Daphne. "Apa kamu bilang apa "tanya Abraham.


"Ah..., tidak "Daphne menggelengkan kepala. Sampainya di villa Abraham membereskan semua barang belanjaan ke lemari dan bumil hanya duduk di kursi.


"Mau aku seduhkan rasa apa "tanya Abraham. "Cokelat "pinta Daphne. Abraham dengan cekatan menyeduh susu ibu hamil untuk wanitanya tersebut. Menyeduh dengan air hangat. "Terima kasih "ujar Daphne mencium pipi Abraham.


"Sama-sama "mengelus kepala Daphne dan mencium perut buncit bumil tersebut.


_


_

__ADS_1


_


__ADS_2