
"Eh Nyonya..., maaf Nyonya suara kami mengganggu ketenangan Nyonya," ucap Bi Ayu yang umurnya tidak jauh beda dengan Bi Ijah.
"Tidak apa Bi, teruskanlah..., Saskia hanya jalan-jalan, bosan di kamar terus. Oh iya Bi, apakah Mama sudah pulang?," ucap Saskia yang melihat pelayannya terlihat ketakutan karena kehadirannya yang tiba-tiba berada di taman.
"Belum Nyonya, Nyonya ada perlu apa biar saya bantu,"ucap Bi Ayu.
" Tidak ada Bi, terima kasih," ucap Saskia berbalik meninggalkan mereka.
Saskia pun melanjutkan langkah kakinya berjalan menuju taman belakang, banyak tanaman bunga dan pohon buah-buahan di sana. Saskia melihat pohon mangga yang sedang berbuah. Air liurnya terasa ingin keluar melihat buah mangga yang begitu lebat. Ingin di gapainya buah itu tetapi tangannya tak Sampai. Saskia bingung bagaimana cara mengambilnya. Idenya muncul membuat dia ingin memanjat pohon tersebut. Saskia memasang jurusnya akan memanjat, ketika akan beraksi, terdengar suara jeritan dari arah pintu dapur.
" Saskia," teriakan Mama Bima mengagetkan Saskia yang sudah memasang jurus memanjatnya.
" Iya Ma...," sahutan Saskia dari bawah pohon.
" Kamu ngapain di situ, kamu mau mengambil mangga, apakah sudah ada tanda-tanda Saskia," ucap Mama Bima yang penasaran.
" Em...gak ma aku kepingin aja buahnya, buahnya sudah besar-besar," ucap Saskia yang polos tidak tahu arti tanda-tanda. Saskia memang suka buah yang asam, karena hobynya yang suka membuat rujak.
"Ayo sini, ini tadi mama belanja, lihat...banyakkan belanjaan Mama," ucap Mama menarik tangan Saskia dan mengajaknya duduk di kursi taman memperlihatkan barang bawaannya.
"Iya Ma,"ucap Saskia yang heran melihat belanjaan Mamanya seperti orang pemborosan.
"Sayang sekali kamu tadi tidak ikut, kalau ikut pasti seru! Besok-besok kalau Mama belanja lagi, kamu ikut ya..., biar Mama kenalkan dengan Teman-teman Mama," ucap Mama Bima yang masih membongkar paper bagnya.
Saskia hanya mengganggukkan kepalanya.
"Saskia, tadi Mama ada beli ini, ini Mama belikan khusus untuk mu, pakai ini nanti waktu mau tidur, biar bisa menyenangkan Bima di ranjang,"ucap Mama yang membuat Saskia berulang kali menelan ludahnya melihat 1 lusin lingeria di belikan oleh Ibu mertuanya untuk dirinya dengan berbagai macam warna.
" Mama, yang semalam saja masih banyak yang belum di pakai,"ucap Saskia melihat keantusiasan Mamanya melihat baju lingeria.
"Sudah..., yang lama di simpan saja itu {model lama, ini model terbaru, pakai nanti malam ya, pasti Bima suka," ucap Mama Bima yang sama tingkat kemesumannya dengan puteranya.
"Iya, tapi ini pemborosan Ma...,"ucap Saskia yang memikirkan uang mamanya habis di belikan untuk barang yang tidak terlalu penting.
" Papa dan Bima bekerja untuk kita Saskia, uang mereka tidak akan Habis kalau kita belanjakan setiap hari," ucap Mama Bima yang memasukkan barang-barangnya paper bagnya.
" Sudah mama mau ke kamar dulu, mau mandi, badan mama lengket semua," ucap Mama Bima yang beranjak menuju ke kamar membawa semua barang belanjaannya.
__ADS_1
Saskia membawa paper bagnya ke dalam kamar, dia merebahkan tubuhnya, sampai menjelang Ashar. Tubuhnya terasa berat seperti ada yang menindihi. Saskia membuka matanya melihat siapa orang yang ada di sampingnya. Wajah Bima teramat dekat, sehingga napasnya berhembus mengenai wajah Saskia. Wangi parfum maskulin dari tubuh Bima membuatnya nyaman berada di dekapan Bima.
Wajah Bima terlihat lelah, baju yang di pakainya masih baju yang sama ketika mereka pulang dari Lombok. Tanpa Sadar jari Saskia bergerak meraba wajah Bima dari mulai alis, mata ,hidung dan yang terakhir bibir. Puas Saskia memandangi wajah Bima dengan jarak teramat dekat. Otak Saskia juga sudah ketularan mesum dan hampir mendekatkan bibirnya dengan bibir Bima.
Saskia Teringat belum melaksanakan shalat Ashar. Dia beristighfar, langsung bangun dan melepaskan dekapan Bima. Bima terlihat pulas, dia tidak tersadar orang di sampingnya telah beranjak dari ranjang. Saskia dengan telaten membuka sepatu, jas dan dasi yang masih melekat di tubuh suaminya.
Saskia melangkah menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya sekalian berwudu dan melaksanakan kewajibannya. Hari sudah sore tapi Bima belum juga bangun, dengan keberanian Saskia, dia mencoba membangunkan tanpa memikirkan resikonya.
"Mas, bangun Mas,".ucap Saskia membangunkan suaminya dengan pelan.
"Emmm...Mas masih ngantuk Sas..., badan Mas capek banget," ucap Bima masih dengan matanya yang terpejam.
"Tapi udah sore Mas, sana buruan mandi," ucap Saskia meminta Bima segera membersihkan badannya.
"Iya Saskia...," tangannya dengan cepat menarik tangan Saskia dan diletakkan tepat dimiliknya yang sudah berdiri.
"Mas!!!," tanpa aba-aba Bima sudah menarik tubuh Saskia, dia tidak memperdulikan Saskia menjerit dan Bima sudah berada di atas, mengungkung tubuh Saskia. Dengan buasnya Bima, mencium dan meninggalkan jejak-jejak kebuasannya. Sebelah tangannya sudah meraba kemana-mana. Suara-suara merdu dari mulut Saskia memenuhi kamar dan akhirnya terjadilah proses buat cucunya kembali.
Mama Bima mendengar jeritan Saskia dari kamar Bima segera berlari menuju kamar puteranya. Ingin mengetahui apakah yang dilakukan Bima kepada Saskia sehingga Saskia sampai menjerit. Ketika sampai di depan Pintu, Mama Bima mendekatkan telinganya. Suara dari balik pintu terdengar aneh dan membuat Mama Bima meleleh dan dibawah sana sudah berkedut. Mama Bima segera mencari keberadaan Papa Bima yang baru selesai mandi. Mama Bima ingin menyalurkan hasratnya dan membuat adik bayi untuk Bima.
Hari menjelang malam, di dapur para pelayan sibuk memasak menu makan malam. Para pelayan yang sudah hafal jadwal makan malam, mereka segera menata makanan. Setelah selesai menata makanan, para pelayan merasa penasaran melihat penghuni rumah ini yang tidak kunjung keluar. Mereka menunggu 15 menit, 30 menit sampai I jam, majikannya juga tidak keluar. Mereka saling pandang, dan akhirnya makanan kembali di simpan ke dalam lemari.
" Mas," ucap Saskia membangunkan Bima.
" Emm..." sahutan Bima yang belum terlalu sadar.
" Mas,"ucap Saskia kembali.
" Apa Sas...,"ucap Bima yang merasa berat untuk bangun.
"Aku haus Mas," ucap Saskia dengan manjanya.
Bima dengan menahan kantuknya bangun mengambil minum yang ada di lemari pendingin di kamar mereka.
"Kamu mengganggu Mas tidur! ucap Bima yang sedikit membentak.
Beberapa menit kemudian
__ADS_1
Kruuk!
Kruuk!
aduh laparnya, mana Mas Bima tidur lagi.
Saskia bangun dan berlari ke kamar mandi, dia menyiapkan air hangat dan segera berendam dalam bath tub, tidak perlu waktu lama, Saskia sudah selesai dan memakai piama dan jilbab instannya. Saskia membangunkan Bima, dia takut keluar sendirian karena Saskia belum mengetahui seluk beluk rumah Bima.
"Mas ,bangun???," ucap Saskia membangun Bima kembali.
"Ada apa Sas..." ucap Bima yang masih mengantuk.
"Aku lapar Mas, aku takut keluar...," ucap Saskia yang masih membangunkan Bima.
" Mas...," ucap Saskia kembali.
"Iya...tunggu," ucap Bima, dia langsung menuju kamar mandi membersihkan dirinya dan keluar dengan memakai piama. Bimamengambil ponselnya dan mengajak Saskia keluar kamar.
Mereka pun turun, Saskia memegang lengan Bima karena ruangan terasa gelap. Bima merasa cuek, dia yang sudah hapal seluk beluk rumahnya langsung menuju dapur dan menghidupkan lampu, dia berjalan membuka lemari pendingin dan meneguk air yang ada di botol.
Saskia melihat di lemari masih banyak makan yang tidak tersentuh. Dengan cekatan dia langsung menghangatkan dan menghidangkan di meja makan.
"Mas, apakah Mas mau makan juga," ucap Saskia kepada Bima.
"Siapkanlah," ucap Bima melihat ponselnya.
Saskia dengan telaten mengambil piring dan mengisi nasi, lauk dan sayur ke piring Bima. Saskia juga sudah mengisi piringnya seperti piring Bima. Di liriknya Bima yang tidak menyentuh makanannya.
"Mas kenapa makanannya gak di makan," ucap Saiki yang terheran.
" Lagi Males nyuap sendiri," ucap Bola masih memainkan ponselnya.
Saskia yang merasa bingung, langsung mengambil piring Bima dan menguapkan nasi ke mulut suaminya. Bima segera membuka mulutmu dan melahapnya sampai nasi tidak tersisa.
Saskia berpikir, Bima akan gantian menyuapinya, tetapi Bima malah asik dengan ponselnya dan membiarkan Saskia menyuap nasinya sendiri.
" Kamu makanlah, bukankah kau bilang tadi kamu lapar" ucap Bima yang masih asik dengan ponselnya
__ADS_1
Saskia hanya menganggukkan kepalanya, perutnya yang lapar membuat napsu makan Saskia bertambah. Bima melirik cara makan Saskia yang kelaparan membuat dirinya gemes dan memfoto wajahnya.