
Saskia beranjak dari tempat duduknya ingin ke kamar mereka untuk mengemasi barang-barangnya terlebih dahulu. Tetapi Mama Bima mencegahnya. Mamanya mengatakan kalau barang-barang mereka sudah di sediakan oleh pelayan, dua koper besar di depan pintu untuk mereka bawa saat liburan nanti. Saskia dan Bima tidak tahu apa isi di dalam koper tersebut. Kedua pengantin baru berpamitan kepada Mama dan Papanya kemudian masuk ke dalam mobil.
" Pulang-pulang bawakan Mama oleh-oleh cucu ya...," ucap Mama Bima dan melambaikan tangannya kepada Saskia dan Bima.
Mang Amir mengantar Bima dan Saskia ke Bandara. Bima dengan cueknya kangsung berjalan tanoa memperdulikan Sakaia yang di belakang. Saskia seperti anak ayam yang takut dintinggal induknya selelu membuntuti Bima kemana Bima berada. Sampailah meteka di dalam pesawat. Saskia dengan canggung duduk berdekatan dengan Bima tanpa ada pembicaraan di dalam pesawat.
Tatkala Pesawat Take Off, pesawat terasa berguncang. Saskia yang baru pertama kali naik pesawat merasa takut. Tanpa di sadarinya tangannya meremas tangan Bima, sampai kuku jari Saskia mengenai kulit tangan Bima. Bima merasakan sakit, ingin berteriak tapi sungkan dengan orang lain. Bima yang merasa tangannya di remas Saskia seperti terkena aliran listrik.
Saskia memejamkan matanya sambil mulutnya komat kamit membaca doa. Setelah keadaan tenang kembali Saskia membuka matanya, dia terkejut tangannya meremas tangan Bima, dan di tangan Bima terdapat darah akibat Terkena kuku jari Saskia.
Saskia gugup melihat darah itu, dia pun mengambil tisu dan ingin diisapnya darah di tangan Bima. Bima spontan menarik tangannya, perubahan sikap Bima membuat jantung Saskia berpacu.
Saskia pun kembali duduk dengan tenang walupun hati Saskia merasa gelisah karena sudah membuat suasana Bima tidak baik karena ulahnya barusan.
Di perjalanan Saskia sempat tertidur, Bima melihat Saskia tidur terduduk dengan terkantuk-kantuk merasa tidak tega, dia pun meletakkan kepala Saskia ke pundaknya. Tidak lama setelah itu, Bima pun menyusul ke alam mimpi.
Beberapa menit kemudian pesawat Landing, Saskia tersadar dari tidurnya sedangkan Bima masih tertidur. Saskia merasa bertanya- tanya kenapa dia bisa bersandar di pundak Bima? Para penumpang semua turun, Bima juga belum bangun, Saskia tidak berani membangunkan takut terkena marah kembali.
Saskia dengan sedikit keberaniannya membangunkan suaminya. Bima terbangun, dia tersentak melihat sekeliling sudah tidak ada penumpang satu pun, akhirnya mereka turun bersama.
__ADS_1
Mobil jemputan yang sudah dipersiapkan Papanya sudah menunggu di parkiran. Bima dan Saskia masuk ke dalam mobil dengan diam tidak ada bertegur sapa.
Supir yang mengantar majikannya merasa bingung, sunyi senyap seperti tidak ada penumpangnya. Dia melihat dari kaca kemudi, Saskia asik melihat keluar jendela sedangkan Bima asik dengan ponselnya. Supir mengeleng-gelengkan kepalanya melihat pengantin baru yang tidak akur dan informasi ini akan di sampaikan kepada Nyonya besarnya. Karena Nyonya besar sudah menugaskan supirnya untuk memata-matai tingkah laku anaknya.
Mobil pun sampai di sebuah penginapan mewah. Mama Bima sudah menyewa penginapan ini jauh-jauh hari sebelum hari pernikahan anaknya. Penginapan untuk bulan madu anaknya dengan fasilitas yang wow super keren, dan mempunyai kolam renang di dalamnya. Di depan penginapan terdapat pantai yang indah. Tempat yang sangat romantis untuk pasangan yang baru memadu kasih.
Saskia merasa kagum melihat ruangan di dalam penginapan tersebut, dia berkeliling melihat seluk beluk ruangan di penginapan tersebut. Bima dengan santainya merebahkan tubuhnya di tempat tidur king size tanpa melepas sepatunya. Matanya terpejam dan terdengar dengkuran halus dari mulutnya.
Saskia sudah puas berkeliling, dia pun merasa letih, tenggorokannya terasa kering. Saskia menuju ke dapur untuk mengambil air minum yanh ada di lemari pendingin. Di lihatnya dapur yang indah, lemari pendingin penuh dengan sayuran dan buah-buahan. Prabotan yang sangat mewah sungguh barus mengeluarkan kocek dalam untuk menyewa penginapan ini.
Melihat sayuran yang begitu segar, Saskia menjadi semangat ingin memasak. Ketika megangkat alat masak, Saskia baru teringat semenjak sampai di penginapan, belum melihat Bima sama sekali. Akhirnya Saskia menuju ke kamar dahulu ingin melihat suaminya. Apakah Bima ada di dalam kamar atau tidak. Saskia mengetuk pintu terlebih dahulu takut terulang kembali terkena marah. Pintu sudah berulang kali di ketuk pintu tetapi tidak juga ada jawaban.
Dengan sedikit keberanian, Saskia membuka pintu pelan, di lihatnya Bima tertidur di tempat tidur king size yang sangat indah. Saskia tersenyum melihat Bima tertidur mendengkur. Di lepasnya sepatu Bima, dan ditariknya selimut untuk menutupi tubuh Bima. Ketika akan beranjak Bima menarik tubuh Saskia hingga Saskia terbaring di atas Bima dan tampa di sadari bibir mereka bersentuhan dengan cukup lama. Mata Saskia melotot tatkala bibirnya dan bibir Bima bersentuhan.
Tanpa menunggu persetujuan dari Saskia, akhirnya Bima mencium bibir Saskia dan ingin memainkan lidahnya di sana. Tapi saskia mengunci mulutnya. Bima mengigit bibir Saskia agar mulut Saskia terbuka. Sedikit terluka bibir Saskia tetapi tidak menyurutkan niat Bima.
Melihat mulut Saskia terbuka, Bima langsung memanfaatkan situasi dan menguasai permainan. Saskia pun terbawa suasana. Saskia merasa hampir kehabisan oksigen, akhirnya Bima melepaskan tautan Bibirnya. Napas Saskia tidak beraturan seperti habis merathon menempuh puluhan kilo meter. Dengan mencoba tenang kembali, Saskia merapikan pakaiannya.
Saskia merasa canggung, melihat tingkah Bima hari ini. Hati Saskia bertanya -tanya apakah suaminya mulai perduli padanya?
Bima tanpa bicara meninggalkan Saskia kekamar mandi. Dia yang normal tidak bisa menahan hasratnya akhirnya dia menuntaskannya di kamar mandi.
__ADS_1
Saskia merasa bingung melihat Bima yang tidak mau bicara. Saskia pergi ke wastafel, dia mencuci mukanya dan melihat bibirnya yang bengkak. Senyum ceria di wajah Saskia kala mengingat kejadian tadi.
Bima sudah selesai dari mandinya dengan handuk di pinggang dan rambut yang basah Menambah ketampanan wajah Bima. Saskia yang tidak sengaja melihat Bima tercengang melihat tubuh Bima yang sixpack menambah kegagahan Bima.
Ingin Saskia merabanya, pikiran mesum di otaknya pun bermunculan. Bima yang tahu kalau Saskia memperhatikan tubuhnya merasa senang, dia pun sengaja tidak memakai bajunya.
Saskia yang melihat Bima belum juga memakai bajunya bertanya-tanya dalam hati kecilnya, dia berjalan menuju koper Bima dan langsung membukanya. Ternyata tidak ada satupun baju di dalamnya hanya celana pendek dan pakaian dalam saja di sana.
Saskia berpikir ini adalah ide Bima, padahal Bima juga tidak tahu menahu kalau isi kopernya hanya itu saja. Saskia memandangi Bima dan menunjukkan isi kopernya. Bima terkejut lalu mengambil ponsel dan .....
"Coba kau buka kopermu," ucap Bima curiga, dia merasa kalau ini adalah akal-akalan Mamanya.
Saskia langsung mengambil koper miliknya lalu membukanya, dia tercengang melihatnya karena isi di dalam koper hanya lingerie, pakaian kurang bahan dan pakaian dalam.
Bagaimana aku memakai pakaian seperti ini bisa-bisa aku masuk angin, Ini juga menunjukkan auratku.
Bima yang melihat isi koper Saskia tersenyum. Senyum mesum yang muncul tiba-tiba membuat Bima berhasrat kembali. Dan di bawah sana sudah menyesak ingin dikeluarkan. Bima segera mengambil celana pendeknya dan memakainya di depan Saskia. Saskia yang tidak sengaja melihat milik Bima, langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Isteri yang polos, bibirmu sungguh manis dan menggoda.
Bima membuang handuknya ke wajah Saskia, dan dia pun langsung pergi ke balkon membawa ponselnya kemudian menelpon seseorang di sana.
__ADS_1
Saskia merasa ada sebuah benda menimpahi wajahnya, dia segera menarik benda itu dan dia bergidik ngeri mengingat handuk itu sudah di elapkan ke tubuh Bima dan bagian utama dari tubuh Bima. Pikiran Saskia kembali mesum, otaknya mulai gak beres mikir yang aneh-aneh. Dia pun segera pergi ke kamar mandi sebelum Bima menjailinya kembali.