
Satu jam sudah mereka habiskan waktu di kamar mandi, Nasi goreng dan minum yang di buat Bima menjadi dingin kembali. Mereka pun sudah membersihkan diri dari peluh yang membasahi tubuh mereka akibat kegiatan panas di kamar mandi.
Bima seakan tidak punya urat malu memakai pakaiannya di hadapan Saskia, Saskia yang tidak sengaja melihat langsung menutup wajah dengan handuk yang di lemparkan Bima ke wajahnya. Saskia merasa suami mesumnya semakin hari semakin mesum.
Rambut keduanya basah selalu, seakan menjadi kegiatan rutinitas baru bagi mereka setiap harinya. Mereka tiada bosan membasahi dan mengeringkan rambut sehingga Bima juga mempunyai pekerjaan baru ikut membantu mengering rambut Saskia yang panjang karena Saskia sulit mengeringkannya sendiri.
Bima mengajak Saskia makan bersama sambil berbincang, menikmati makanan yang sudah dingin.
" Mas, lama-lama aku masuk angin kalau terus pakai baju begini? Ucap Saskia duduk manis di meja makan.
" Enggak apa-apa nanti kalau masuk angin Mas kerokin,"ucap Bima sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Mas, ini nasi gorengnya memang cuma satu piring, untuk Mas mana? Ucap Saskia penasaran tidak jadi menyendok nasi gorengnya.
" Ini" jawab Bima menunjuk nasi goreng yang sama.
" Ha! jadi kita satu piring berdua...," ucap Saskia yang merasa sifat suaminya sungguh bucin.
" Iya, biar romantis," ucap Bima kepada istrinya.
" Is, Mas ini mesum melulu, apa dipikiran Mas itu saja, sudah tua lagi juga," Ucap Saskia meledek suaminya.
" Makanya Mas sudah tua Saskia, Masnya jadi sudah matang, sudah kepingin cepat punya anak, makanya sering Mas gempur kamu biar cepat tumbuh Bima junior di sini," ucap Bima memegang perut Saskia, Saskia yang si sentuh tubuhnya meremang, jantungnya berdetak tidak karuan.
"A...a..." perlakuan Bima menyuapi Saskia dan Saskia membuka mulutnya mengunyah makanannya.
" Ini, Mas yang masak?,"ucap Saskia merasa penasaran.
" Iya , enak gak rasanya,"ucap Bima ingin tahu jawaban dari Saskia.
" Enak, bisa juga jadi koki," ucap Saskia memuji masakan Bima.
" Sini Mas sendoknya, Saskia gantian nyuapin Mas," ucap Saskia sambil mengambil sendok di tangan Bima.
" Iya, jangan banyak-banyak Sas,"ucap Bima melihat isi sendokkan Saskia.
" Maaf ya Mas, aku tadi kesiangan bangun,
jadi terpaksa Mas yang masak, Saskia janji deh, besok Saskia sediain sarapan untuk Mas," ucap Saskia.
"Enggak Usah nanti kamu capek, kalau capek kamu enggak bisa melayani Mas di ranjang lagi," ucap Bima dengan ke mesumannya.
__ADS_1
" Kan..., Mas mesum lagi...,"ucap Saskia kepada Bima.
" Mesum sama istri sendiri kan gak apa-apa," ucap Bima kepada Saskia.
" Mas, Saskia boleh nanya apa gak, Tapi Mas jangan marah," ucap Saskia ragu-ragu.
" Mau nanya apa? Ucap Bima masih mengunyah sarapannya.
" Emm...Mas, apakah Mas sudah menyukai saskia ? ucap Saskia gugup.
" Mas gak tau Sas, apakah Mas sudah suka atau tidak, memang harus dijawab ya,"ucap Bima Kepada Saskia.
" Ya enggak sih, Saskia mau tau saja"ucap Saskia ingin mengetahui isi hati Bima.
" Kalau Mas bilang belum, bagaimana," ucap Bima menatap wajah Saskia dan menghentikan makannya.
" Iya gak apa-apa, Saskia akan berusaha menjadi istri yang sebaik mungkin sampai Mas menerima Saskia," ucap Saskia menjelaskan.
" Mas, akan berusaha menerima kamu, sabar ya,"ucap Bima memegang tangan Saskia.
" Terus kalau misalnya Kak Selly pulang kembali, apakah Mas masih menerimanya? Ucap Saskia yang ingin mengetahui kejujurannya.
Teng!
Saskia merasa bersalah telah mengingatkan Bima kepada kekasihnya yang membuatnya kecewa.
Hari sudah siang Saskia merasa lapar kembali, tetapi Bima juga belum pulang ke penginapan. Saskia pergi berwudu untuk melaksanakan shalat zuhur. Memanjatkan doa untuk keutuhan rumah tangga Saskia.
Saskia pergi ke dapur untuk memasak makan siang dengan memanfaatkan bahan yang seadanya di dalam lemari pendingin. Tidak beberapa lama masakan telah selesai, bau harum masakan memenuhi ruangan, dia pun menata masakan di meja makan.
Saskia melihat ponselnya, mana tahu Bima menghubungi, tetapi tidak ada satu pun panggilan di ponselnya. Dia bingung mau menghubungi siapa, karena nomor Ponsel Bima tidak ada di ponselnya.
Saskia menunda makan siangnya menunggu sampai Bima kembali. Padahal perutnya sudah terlalu lapar. Dengan memegangi perutnya yang lapar, Saskia pergi ke kamar menyalakan televisi untuk melihat sinetron kesukaannya. Tanpa terasa Saskia tertidur dengan televisi masih menyala. Jam terus berjalan, hari pun menjelang senja. Saskia terbangun melihat jam menunjukkan sudah pukul 05.00 sore.
Saskia teringat belum melaksanakan shalat ashar, dia langsung berwudu dan melaksanakan shalat ashar. Saskia berdoa semoga Allah membukakan pintu hati Bima untuk menerima dirinya menjadi istri satu-satunya.
Saskia keluar menggunakan gardigannya, menyusuri pantai mencari keberadaan Bima sampai hari menjelang malam. Melihat matahari sudah tenggelam membuat Saskia merinding melihat pantai yang sepi. Saskia pun segera kembali ke penginapan melihat keadaan penginapan yang masih gelap. Saskia sampai lupa menyalakan lampu sebelum pergi mencari Bima.
Ceklek!
Pintu rumahnya tidak terkunci, Saskia penasaran siapa yang sudah masuk ke penginapan selain dirinya. Saskia segera menyalakan lampu dan menuju ke kamarnya, dia terkejut melihat Bima telentang di tempat tidur dengan bau alkohol.
__ADS_1
Saskia sedih melihat keadaan suaminya, di segera mengambil handuk kecil untuk membersihkan tubuh Bima. Ketika Saskia membersihkan tubuhnya, Bima mengigau memanggil-manggil nama selly, Kakak tiri Saskia. Hati siapa yang tidak sakit, Bila suaminya menyebut nama wanita lain, walaupun suaminya belum cinta kepada dirinya.
Saskia sadar bahwa dirinya bukanlah wanita yang diinginkan Bima. Tapi tak bisakah nama itu yang telah berada di hati Bima berganti dengan nama Saskia...
Saskia menangis memikirkan kedepannya hubungannya dengan Bima. Akankah Bima akan menerimanya menjadi istrinya ataukah hanya nama selly sajakah yang ada di hatinya. Jadi selama ini Bima tidur dengan Saskia hanya untuk pelampiasannya saja.
Saskia segera melaksanakan shalat maghrib, dia ingin mencurahkan keluh kesahnya kepada Allah. Hanya kepada Allah lah tempat Saskia mengadu dan membolak-balikkan hati seseorang.
Baru beberapa hari dia mendapatkan kebahagiaan, tetapi di hari ini karena pertanyaannya kepada Bima, sikapnya tiba-tiba berubah. Saskia tertidur di sajadah sampai tengah malam, matanya terlihat sembab.
Bima yang baru tersadar dari tidurnya, mencoba bangun tetapi kepalanya terasa mendenyut. Dia menghabiskan waktu seharian dengan minum alkohol.
Beberapa jam sebelum Bima pulang ke penginapan dengan keadaan mabuk.
" Hallo, bagaimana penyelidikanmu!"
" Ada informasi penting Tuan,"
" Cepat katakan!,"
" Nona Selly sedang berduaan di kamar hotel dengan pacar gelapnya Tuan,".
Apakah ada buktinya?,"
" Ada Tuan, videonya akan saya kirimkan,"
Ting
satu chat video terkirim ke ponsel Bima
" Bangsat!, wanita murahan, dasar ******...!,
Aaaaaaaa...,
Bima memaki dan menjerit sekuat- kuatnya di tepi pantai, dia terlihat hancur melihat orang yang masih di dalam hatinya telah berkhianat dengan orang lain, padahal dia berencana akan menikahi Selly, bila selly kembali nanti.
*****
Bima menormalkan pandangannya mencoba duduk dan ingin kekamar mandi, Bima memegang tempat tidur. Pengaruh alkohol masih membuatnya pusing. Langkahnya perlahan berjalan dengan sempoyongan. Ketika melangkah, kakinya tersandung dan hampir saja dia terjatuh.
Bima terkejut melihat Saskia terbaring di sajadah masih menggunakan mukenanya. Bima mencoba membangunkan Saskia, tetapi Saskia tidak juga bangun. Di bukanya mukena istrinya, ketika tubuhnya mengenai kulit Bima, Bima merasakan suhu tubuh Saskia panas. Dia segera membopong Saskia ke tempat tidur dan membaringkannya. Bima mencari handuk kecil serta air hangat di dalam baskom dan segera mengompres kening Saskia. Saskia terus merintih dan terus memanggil nama Papanya..
__ADS_1
Bima bingung melihat kondisi Saskia, di penginapannya jauh dari rumah sakit. Dia Mencari kotak obat di penginapan tersebut. Semua lemari Bima bongkar dan akhirnya ketemu juga obat penurun panas.
Di ambilnya air putih hangat dan di minumkannya obat itu kepada Saskia.