
Bima salah tingkah akan perbuatannya. Dia tidak sadar kalau di ruangan ini masih ada orang lain. Saskia sangat malu, wajahnya sampai merah seperti kepiting rebus. Bima dan Saskia duduk kembali di kursi berhadapan dengan Dokter Mia.
" Apakah ada yang mau di tanyakan Nyonya...,"ucap Dokter Mia kepada Saskia.
"Ehemm," Bima mendahului sebelum Saskia berkata.
" Apakah kami masih bisa, emm.... maksud saya masih bisa berhubungan suami istri," ucap Bima yang berkata sejujurnya tentang kemesumannya kepada istrinya.
Saskia langsung mencubit pinggang suaminya.
" Au..., sakit Sayang....," ucap Bima mengelus kulitnya yang terasa sakit. Dan di yakininya pasti bekas cubitannya akan membiru.
" Boleh..., asal jangan terlalu sering, dan dengan pelan. Takutnya kalau tidak pelan-pelan akan mengakibatkan keguguran. Dan di awal kehamilan jangan terlalu sering melakukannya, nanti bisa membuat si Ibu kelelahan ya Bima," ucap Dokter Mia menjelaskan kepada sepasang suami istri didepannya.
Bima paham akan penjelasan Mia. perasaannya sangat lega karena masih bisa melakukan kegiatan malamnya yang sudah menjadi candu baginya.
" Berarti tidak masalah kan Mia...," Bima mengulang kata-katanya yang langsung mendapat pelototan dari Saskia.
Wajah Saskia sudah merah dan sangat malu akan kejujuran suaminya.
" Seperti yang saya katakan tadi tidak masalah, asal melakukannya dengan hati-hati," Ucap Dokter Mia yang melihat Bima sudah Bucin kepada istrinya.
" Kalau begitu kami pamit dulu Dokter," pamit Saskia dengan ramah.
" Iya, seringlah memperiksakan kandungan anda Nyonya. Jaga kesehatan Nyonya jangan sampai stres dan kurangi aktivitas, yang membuat anda kelelahan, ingat ada 3 nyawa di rajia anda," Dokter Mia mengingatkan.
" Iya," Saskia keluar dari ruangan tapi dengan cepat Bima menggengam tangannya.
Bima dengan pesesifnya menggandeng tangan istrinya dan membukakan pintu mobil.
Di tengah perjalanan
" Mas, berhenti Mas, aku mau beli ketoprak,".Saskia melihat warung penjual ketoprak sangat berbinar
" Ah makanan apa itu Yang...," Ucap Bima yang merasa heran mendengar nama makanannya dan belum pernah makan makanan itu.
" Ih, Mas ini, itu makanan enak Mas," Jawab Saskia dengan suara sedikit kuat.
" IH... istriku, ini tempatnya tidak higenis, kamu nanti bisa sakit perut, aku tidak mau anakku sampai kenapa-napa," Bima berulang kali mengingatkan istrinya tapi Istrinya selama hamil sangat judes, dan membuat Bima harus ekstra sabar.
" Lebai, aku hanya makan ketoprak, bukan makan paku Mas," Saskia menatap tajam suaminya yang sangat posesif memilih makanan yang diinginkannya.
" Iya, tapi tempatnya tidak higienis Yang...," ucap Bima tidak yakin akan kebersihan warung yang menjual ketoprak tersebut.
" Siapa bilang tidak higienis. Ayo cepat Mas..., Apa Mas mau anak kita ileran," ucap Saskia langsung agar suaminya dapat mempertimbangkannya
" No, Papanya tampan, Mamanya cantik, anaknya kok ileran. Ih, amit-amit jangan sampai ileran," Bima sedikit bergidik membayangkan anaknya nanti akan ileran. Membayangkannya saja Bima sudah seram. Apalagi sampai terjadi.
" Cepatan berhenti Mas...," Saskia sudah tidak sabar dengan keinginannya.
__ADS_1
" Iya..iya Sayang, Mas berhenti," Bima tidak mau mendengar istrinya mengomel yang akan membuat telinganya sakit.
Mobil berhenti tepat di warung penjual ketoprak. Warungnya terlihat bersih dan banyak pembeli yang makan di tempat itu. Saskia tidak pantang menyerah, dia harus mendapatkan ketoprak yang sudah membuat air liurnya mengalir.
" Mang pesan Satu ya...," Bima memesan ketoprak dengan keadaan berdiri karena bangku telah penuh dengan pembeli yang makan ketoprak.
" Maaf Mas ketopraknya sudah habis," Ucap Mang Ujang yang sedikit bersalah.
Wajah Saskia terlihat sendu. Yang di khayalkannya tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal Saskia sudah sangat kepengin untuk memakannya.
" Tapi Mang, apa sedikit saja tidak ada, istri saya lagi ngidam ketoprak," Bima sedikit merendahkan nada suaranya agar Mang Ujang bersedia membuatkan sedikit saja untuk istrinya.
" Gak ada lagi Mas, kalau Mas mau, Mas bisa minta tolong kepada Mas yang di sana, Karena dia yang sudah memborong ketoprak Saya," ucap Mang ujang menjelaskan dan menunjukkan letak orang yang sudah memborong ketopraknya.
Baik, apa sih yang gak bisa buat Bima, Pasti akan aku dapatkan demi Bima junior. Bima mengelus perut istrinya.
" Di mana Mang orangnya," tanya Bima yang sedikit mencari orang yang di maksud. Karena begitu banyak pembeli sulit untuk menemukan orangnya.
"Itu Mas yang lagi duduk dipojokan Mas...," Mang Ujang menyebutkan tempatnya dan Bima bisa melihat dari jauh orang yang di maksud. Bima melangkah, semua mata memandang kearahnya. Karena tidak bisa di pungkiri memang Bima sangat tampan. Dan dari cara berpakaiannya Bima terlihat dari kalangan orang kaya.
Saskia mengikuti Bima menemui orang yang memesan ketoprak yang begitu banyak.
Langkah kaki mereka tidak di sadari oleh orang yang ingin mereka datangi. Seorang pemuda tampan yang membelakangi Bima dan Saskia sedang asik bercengkrama dengan teman-temannya.
Pemuda itu sangat bahagia, karena hari ini adalah hari ulang tahun dirinya. Dia meneraktir ketoprak super pedas. Ajang makan ketoprak yang menjadi kompetisi. Siapa yang bisa menghabiskan ketoprak super pedas beberapa piring dalam waktu beberapa menit akan mendapatkan hadiah. Hadiah yng sudah di persiapkan Rangga. Rangga membuat perlombaan makan ketoprak karena di yakininya, teman-temannya sangat suka dengan Ketoprak buatan Mang Ujang.
Pemuda itu berbalik menatap orang yang menyapa. Tapi pendangannya jatuh kepada Saskia yang sangat dia kenal. Cukup lama pemuda itu menatap Saskia. Saskia adalah wanita yang sangat di sukainya. Dan dia terlambat menyatakan perasaannya karena duluan Saskia menikah dengan Bima, menggantikan Kakak tirinya.
" Rangga," Saskia menyapa orang yang ada di hadapannya. " Rangga bisakah aku ... "
Bima mengerti akan tatapan Pemuda itu langsung menggeser Saskia ke belakang badannya. Dia tidak mau istrinya di tatap oleh pemuda lain.
" Ya, ada apa," Rangga menautkan alisnya melihat sikap laki-laki di hadapannya kepada orang yang di sukainya. Rangga merasa mengenali orang yang di hadapannya dari berita dan surat kabar yang sering mengekspos Bima, seorang pengusaha yang sukses.
" Apakah saudara yang sudah memborong ketoprak Mang Ujang? Tanya Bima kepada Rangga.
" Iya," Jawab Rangga singkat.
" Bisakah anda menjual nya pada saya satu. Istri saya sedang mengidam ketoprak," Bima Sedikit menurunkan egonya tapi ujung-ujung nilai dengan uang.
" Saya tidak menjualnya..., ta...,"Jawab Rangga yang langsung di bantah Bima. Sebenarnya Rangga ingin memberikannya cuma-cuma dengan Saskia. Tapi Bima sudah emosi duluan.
" Sombong sekali anda. Saya berani membayar berapa pun, asal anda bisa memberikannya kepada saya. Berapa harga yang anda mau, Katakan," Bima sudah menaikkan egonya dan menilai semuanya dengan uang.
" Eh, Bung, begini ya cara orang kaya meminta tolong, pakai bahasa yang sopan dong," ucap Tan Rangga yang emosi mendengar Bima berbicara.
" Udah sana jangan balas pakai emosi," Ucap Rangga yang tidak ingin temannya ikutan emosi.
" Orang kayak gitu jangan di lembuti Ngga, dia yang minta tolong kok nyolot nadanya," teman Rangga tidak terima akan perkataan Bima.
__ADS_1
" Maaf Bung, Saya juga banyak uang, dan saya tidak butuh uang anda. Kalau saya tidak ingin menjualnya bagaimana?," ucap Rangga menantang Bima dengan sikap yang tenang.
" Kamu akan siap berhadapan dengan saya, kamu belum mengenal saya!," ucap Bima dengan nada tingginya.
Semua pembeli mendengar suara ribut-ribut, mata mereka menatap Bima.Bima
Saskia yang melihat suaminya terlibat keributan segera menggeser tubuh suaminya.
" Mas udah Mas, malu di lihati orang besok kita kesini lagi," Ucap Saskia menenangkan suaminya.
" Gak, ini gak bisa di biarin, belum pernah sejarahnya Bima kalah dalam mendapatkan
sesuatu," Bima masih mempertahankan egonya.
" Iya, tapi ucapan Mas salah," Saskia sedikit menimpali.
" Emmm, Rangga maafi suamiku ya..., biasa bawaan anakku, jadi dia cepat emosian. emmm, Rangga, bisakah kamu memberikan kepada ku ketoprak satu bungkus? aku sangat ingin memakannya," Saskia berkata lembut agar Rangga sudi kiranya memberikan ketopraknya pada Saskia.
" Oh, dengan senang hati, apa sih yang tidak untuk kamu Saskia, Kalau tiap hari kamu ingin makan ketoprak. Aku akan siap mangantarkan untuk kamu," Rangga memberikan sebungkus ketoprak kepada Saskia dan disambut Saskia dengan gembira.
Bima mengepalkan tangannya, dia sangat emosi ketika mendengar perkataan Rangga. Dan ingin menonjok wajah Rangga tapi di tahan oleh Saskia.
" Udah Mas, jangan emosi," Saskia Mengusap punggung suaminya agar suaminya tidak menggunakan kekerasan.
" Terima kasih ya Rangga," Saskia sangat senang karena mendapat ketoprak yang diinginkannya.
" Dasar penggoda," cerca Bima tidak senang istrinya di goda oleh Rangga.
" Apa kamu bilang, aku penggoda, Saskia temanku, dan ucapannya sangat lembut. Tidak seperti dirimu yang tidak mempunyai adab. Jangan gunakan kekuasaan di warung ini," Ucap Rangga sedikit keras yang sudah sedikit menyinggung perasaan Bima.
" Udah Mas jangan emosi. Yang penting kita udah dapat ketopraknya," Saskia membujuk suaminya agar emosinya dapat mereda.
" Besok kalau kamu mau ketoprak lagi, cari di tempat lain saja. Kamu suka suamimu di rendahkan," Bima sedikit tersinggung dengan cara mereka menilai dirinya.
" Gak Mas, Mas seharusnya tadi jangan menilai semua dengan uang, Tidak semua manusia bisa di nilai dengan uang Mas..., dan untuk mendapatkan sesuatu kita harus menurunkan ego kita," Saskia menjelaskan kepada suaminya yang sangat arogan. Cuma hanya pada Saskia, Bima bisa luluh.
" Kamu kenapa bisa mengenal pemuda itu?," tanya Bima yang merasa heran.
" Dia teman kuliahku Mas," jawab Saskia sambil berjalan menuju mobil.
" Hanya teman...," Bima menautkan alisnya meras kurang puas mendengar jawaban istrinya.
" Iya hanya teman," jawab Saskia singkat dan lansung masuk kedalam mobil.
" Tapi dia memandang kamu, sungguh beda. seperti seorang pemuda yang memandang wanitanya," Bima dapat melihat cara Rangga menatap istrinya. Bahwa Rangga memang menyukai istrinya.
*****"
Jangan lupa like, komen Vote dan hadiahnya ya...
__ADS_1