Kakak Tiriku, Maduku

Kakak Tiriku, Maduku
Terulang Kembali


__ADS_3

"Kamu makan dulu ya, biar Mas suapi," ucap Bima menyuapkan bubur kepada Saskia dan Saskia membuka mulutnya.


"Sas, Maaf kan Mas semalam siang yang meninggalkan kamu, Mas bukan bermaksud meninggalkanmu, Mas belum bisa melupakan Kakakmu, Mas harap kamu bisa mengerti" ucap Bima di sela-sela menyuapi Saskia.


"Iya mas, Saskia tahu semua itu perlu waktu," ucap Saskia kepada Bima sambil mengunyah bubur di mulutnya.


" Mas  berjanji akan mengungkapkan perasaan Mas, jika suatu saat kamu bisa membuat Mas melupakan Selly dan jatuh cinta kepadamu," ucap Bima kepada Saskia.


"Saskia akan berjuang sampai Mas bisa menerima Saskia, dan mencintai Saskia,"ucap Saskia dengan wajah semangatnya.


Suapan demi suapan telah di lahap Saskia dan akhirnya bubur di piring habis tidak tersisa. Bima memberikan minum dan obat untuk Saskia yang di berikan Dokter Rianti tadi.


 Hari sudah hampir subuh, Bima terasa mengantuk tanpa menunggu lama, Bima tertidur sambil memeluk Saskia. Saskia terasa sesak sulit untuk bernapas, di lepaskannya tangan Bima perlahan dari pinggangnya, akan tetapi Bima langsung tersadar .


"Mau kemana Sas," ucap Bima yang khawatir melihat Saskia beranjak bangun.


" Mau ke kamar mandi mas, aku ingin mandi air hangat dan berwudu" ucap Saskia


" Apa perlu Mas siapkan air hangatnya," ucap Bima ingin membantu.


" Gak usah Mas, Saskia bisa sendiri, Mas tidak shalat subuh?," ucap Saskia yang kepingin shalat berjamaah dengan suaminya.


"Ya, kamu duluan saja ke kamar mandi, nanti Mas nyusul,"ucap Bima kembali rebahan.


Saskia pun melangkah ke kamar mandi membawa handuk dan baju ganti yang sama dengan hari-hari lainnya. Dia mandi menggunakan air hangat dan berendam dalam bath tub dan sekalian berwudu. Beberapa menit kemudian Saskia keluar dari kamar mandi.


Mata Bima melotot tidak berkedip sekali pun melihat Saskia baru selesai mandi dengan rambut basah tergerainya, air dari rambut masih menetes-netes membuat Bima berulang kali menelan ludahnya.


Sialan, lihat Saskia habis mandi, rasa mau ku terkam, aduh...pakai tegang segala ini  tongkatnya, sabar tongkat... sabar...kita puasa dulu, Saskia lagi sakit. Nanti Mama bisa murka, kalau menantu kesayangannya  sakit lagi karena ku buat kelelahan.


"Mas, aku sudah selesai,"ucap Saskia memanggil Bima dengan suara lemah lembutnya di pikiran Bima suara Saskia seperti menggoda.


"Iya," Bima langsung menuju kamar mandi dan menuntaskan hasratnya di sana sekalian dia mandi dan berwudu. 30 puluh menit kemudian Bima baru selesai dari mandinya dan keluar menggunakan celana pendek yang hanya di ada di kopernya.


Ketika keluar dia melihat Saskia masih memakai mukena dan belum melaksanakan shalat subuh. Kamu belum shalat?," ucap Bima heran.


"Belum Mas, Saskia menunggu Mas, Saskia ingin Mas jadi Imam shalat saskia subuh ini," ucap Saskia yang sudah membentangkan dua sajadah.


"Em...Mas belum pandai jadi Imam," ucap Bima menutupi rasa malunya.


" Tidak apa-apa Mas, belajar dulu," ucap Saskia yang menuntun agar suami memperlakukan shalat subuh bersamanya.

__ADS_1


" Ya sudah tunggu," ucap Bima menuju lemari penginapan.


Bima mencari baju di dalam lemari penginapan yang dapat di pakainya untuk shalat. Ternyata di lemari ada 2 mukena dan 2 pasang baju koko dan 1 kupiah yang telah di siapkan Orang suruhan Mamanya sebelum Bima dan Saskia berlibur di tempat itu.


Tampannya suamiku memakai baju koko...


Saskia terpesona melihat kegagahan suaminya.


"Ehmm...Sas, Mas sudah siap... ayo kita shalat bersama,"ucap Bima yang sudah mengambil tempat.


" I...iya Mas," ucap Saskia gugup.


Lantunan ayat demi ayat di baca Bima terasa merdu terdengar. Selesailah shalat, Saskia merasa senang akhirnya yang di harapkannya terjadi. Dia menjadi istri yang sempurna hari ini karena suaminya telah berhasil menjadi Imamnya Ketika shalat.


Ketika di akhir shalat, Bima mngulurkan tangannya kepada Saskia dan Saskia mencium tangan suaminya. Adem rasanya melihat keserasian mereka.


Selesai shalat Bima kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur kembali, dia masih mengantuk akibat kurang tidur karena menjaga Saskia tadi malam. Sedangkan Saskia langsung ke dapur menyiapkan sarapan pagi. Dengan cekatan Saskia telah selesai membuat dua piring nasi goreng dengan telur setengah matang, satu gelas susu dan secangkir kopi.


Saskia masuk ke kamar membawa nampan dengan hati-hati dan diletakkan di atas nakas. Dilihatnya Bima bergelung dengan selimut sampai batas lehernya.


" Mas Bangun, kita sarapan dulu yuk,"ucap Saskia membangunkan suaminya.


" Mas masih ngantuk Sas, 5 menit lagi ya,"ucap Bima menarik selimutnya kembali.


" Iya Sas, ini Mas bangun, tunggu Mas mau cuci muka dulu," ucap Bima yang bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Saskia membawa nampannya ke balkon kamarnya. Tempat yang sejuk di pagi hari menikmati udara pagi. Pantai yang indah sangat jelas di lihat dari balkon kamarnya.


Nasi goreng di tata di meja, tinggal menunggu kehadiran Bima.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka, tetapi Bima tidak melihat Saskia di kamarnya.


"Sas, kamu di mana?,"ucap Bima berteriak memanggil istrinya.


"Aku di sini Mas," ucap Saskia yang masih asik melihat suasana pantai.


Bima berjalan menunjukan tempat Saskia berada, mengambil tempat duduk di samping Saskia. Bima menarik piring nasi goreng dan langsung melahapnya.


" Enak, kamu pintar masak ya," ucap Bima yang asik melahap nasi goreng buatan Saskia.

__ADS_1


" Gak juga Mas, Saskia baru belajar," ucap Saskia malu karena pujian Bima.


"Iya beneran enak, besok Mas buatkan lagi seperti ini ya," ucap Bima yang sudah Candu rasa masakan istrinya.


" Iya kalau Mas yang minta, Saskia akan buatkan untuk Mas setiap Hari," ucap Saskia yang puas akan hasil masakannya.


"Bagus,"ucap Bima masih mengunyah nasi goreng milik Saskia.


Saskia sudah menghabiskan nasi gorengnya begitu pun dengan Bima, bahkan Bima tadi merasa kekurangan dia jail mengambil beberapa sendok nasi goreng milik Saskia.


"Sas, di bibirmu ada sisa nasi,"ucap Bima menjaili Saskia.


" Mana Mas, ucap Saskia yang menyapu mulutnya dengan tisu," ucap Saskia yang merasa mulutnya sudah bersih.


" Itu di situ,"tunjuk Bima menunjuk ke bibir Saskia.


"Mana sih Mas???,"ucap Saskia yang penasaran.


" Sini Mas bantu," ucap Bima dan Bima beranjak mendekati Saskia dan wajah Bima semakin dekat, perlahan Saskia memejamkan matanya karena wajah Bima sudah terlalu dekat.


Tanpa ancang-ancang Bima langsung  melahap bibir Saskia dan mata Saskia melotot akan serangan mendadak dari Bima. Saskia yang sudah mulai mahir, mulai bisa mengimbangai serangan Bima, mereka pun saling membalas. Bima menuntun Saskia ke tempat tidur dan terulang kembalilah kejadian panas mereka.


Ketika ditengah-tengah kegiatan panas tersebut, Bima tidak sadar menyebut nama Selly. Saskia mendengar Suaminya menyebut nama wanita lain ketika mereka melakukan adegan ranjang, membuat hatinya terasa sakit. Tanpa di sadari Bima, Saskia menitikkan airmata. Bima yang sudah terbawa hasratnya tidak memperdulikan keadaan istrinya.


Apakah Mas Bima membayangkan diriku adalah mbak Selly. Apakah diriku selama ini hanya untuk tempat pelampiasannya saja. Ya Allah bukakanlah mata hati suami hamba ya Allah.


Entah sampai berapa rode, Bima dan Saskia bergulat di tempat tidur, dia seakan tidak puas. Hasratnya yang tidak didapatnya ketika malam seperti dibuatnya balas dendam, akhirnya Saskia sampai kelelahan.


" Mas, Sudah ya, Saskia lelah, saskia baru sembuh Mas," ucap Saskia yang sudah lemas akan kelakuan Bima.


" Iya...maaf ya, Mas lupa," ucap Bima membelai rambut Saskia dengan sikapnya yang tidak tahu diri, istri sakit diembat juga.


" Mas, apakah tidak ada sedikit pun di hati Mas saat ini, kalau Mas suka dengan Saskia? Ucap Saskia memancing rasa hati Bima.


" Entahlah? Mas belum tahu, bagaimana Mas  membuktikannya,"ucap Bima kepada Saskia.


 "Setiap hari Mas menyentuh tubuh Saskia, adakah rasa sedikit saja di hati Mas?ucap Saskia kembali.


"Sudah.... istirahat lah, Mas capek," ucap Bima mencoba memejamkan matanya.


Tidak butuh waktu lama, Bima langsung terpejam, sedangkan Saskia merasa sedih karena bukan hanya tubuhnya saja yang remuk tetapi hatinya juga remuk. Dia mendengar ketika kegiatan mereka terjadi, Bima menyebut nama Selly. 

__ADS_1


 


__ADS_2