
Cepat kau bawakan Dokter Rianti ke sini, Aku tunggu waktu 1 jam, jika dalam waktu 1 jam dia tidak sampai juga, maka jabatannya menjadi Dokter di rumah sakitku akan ku copot dan kau akan ku pecat," ucap Bima dengan arogannya menelepon orang kepercayaannya.
Ponsel Bima langsung di matikan dan dia pun masuk ke kamar kembali. Bima panik melihat keadaan Saskia yang terus merintih. Airmata Saskia terus mengalir dari matanya yang terpejam.
" Sas....,Saskia...," ucap Bima membangunkan Saskia, tetapi Saskia enggan untuk bangun.
Bima terus mengkompres kening Saskia, suhu panas di tubuhnya sudah tidak terlalu tinggi lagi. Karena Bima sudah meminumkan obat kepadanya. Tanpa sadar tangan Bima terus menggenggam erat tangan Saskia, dia terus membisikkan Kata-kata ke telinga Saskia, agar Saskia bangun.
Satu jam kemudian, Dokter Rianti sampai ke penginapan Bima dengan jalan tergesa-gesa, di dampingi orang kepercayaan Bima dengan menggunakan pesawat pribadi milik Papanya. Raut Wajah orang kepercayaan Bima juga tidak jauh beda dengan Bima, sama-sama dingin dan Arogan. Dokter Rianti pun segera mengetuk pintu kamar Bima.
Tok...tok...tok,
Suara ketukan pintu terdengar oleh Bima, dia pun beranjak menuju pintu.
Ceklek!
Pintu di buka Bima, Dokter Rianti segera masuk dan dia melihat Saskia berbaring di tempat tidur dengan ditutupi selimut sebatas leher dengan keadaan tubuh Saskia yang menggigil.
" Cepat kau periksa istriku!," ucap Bima dengan nada membentak meminta Dokter Rianti segera memeriksa istrinya.
Dokter Rianti yang sudah tahu sifat sahabatnya hanya cuek dan langsung memeriksa keadaan Saskia yang terbaring lemah di tempat tidur. Dokter Rianti tersenyum melihat kepanikan Bima. Setahunya, Bima belum.mencintai Istrinya tetapi kenaoa sebegitu paniknya melihat istrinya tidak sadarkan diri
" Dia kelelahan dan asam lambungnya naik, sehingga menyebabkan dia demam. Mungkin dia stres dan belum makan dari siang. Apakah kamu tidak bisa memberi makan istrimu dan membuatnya senang, sampai istrimu kelaparan dan kelelahan? tanya Dokter Rianti kepada Bima yang sudah memeriksa keadaan Saskia dan tahu penyakit yang di derita Saskia selama ini.
" Enak saja kau mengatakan kalau aku tidak memberinya makan, kamu pikir aku tidak mampu, pulau ini saja bisa kuberikan kepadanya!," ucap Bima dengan emosinya.
" Terus..., kenapa dia sampai kelaparan? Pasti kamu tidak memperhatikan keadaan istrimu, ini harus di laporkan kepada Tante Mira" gertak Dokter Rianti, sahabat Bima yang sudah tahu sifat Bima dari SMA, suka emosi sesuka hatinya, tetapi kalau berhubungan dengan ibunya di takut juga. Selama ini yang lebih ditakuti Bima adalah Mamanya.
" Eh..eh. .., jangan, jangan dilaporkan, aku mohon. Emm...semalam dia ku tinggalkan di sini sendirian, karena ketika kami ngobrol bersama dia mengingatkanku kepada...,"ucap Bima yang di sangkal oleh Dokter Rianti.
" Kepada kekasihmu yang seperti ulat bulu itu, wanita yang nempel terus seperti permen karet dengan baju kurang bahannya, ih jijik!" ucap Dokter Rianti yang ketus, dia tidak suka Bima berpacaran dengan Selly. Tapi Rianti lebih suka dengan kepribadian Saskia. Rianti sudah mengenal Saskia karena Saskia selalu memeriksakan dirinya bila mahnya kambuh.
" Tapi Rianti, aku sangat mencintai Selly," ucap Bima dengan wajah sendunya.
__ADS_1
" Iya cinta, tapi cinta kamu bertepuk sebelah tangan, Selly hanya memanfaatkanmu untuk mengorek hartamu saja, Akhirnya kamu ditinggalkan, makan cinta loe itu," ucap Dokter Rianti menjelaskan.
" Iya Rianti, mungkin aku yang terlalu cinta kepadanya, karena saking cintanya, dia telah mengkhianatiku," jawab Bima kemudian bertambah lesu.
" Bagus dong, berarti kamu bisa fokus kepada Saskia. Bima... lihat istrimu ini, dia wanita yang baik dan dia anak yang penurut, saking penurutnya sampai- sampai dia rela mengorbankan dirinya untuk menikah denganmu," ucap Dokter Rianti kepada Bima.
" Tapi aku belum menyukainya Rian...," ucap Bima menatap Saskia yang masih tertidur.
" Belum menyukainya kamu bilang! lihat ini lehernya!, sudah penuh jejak kebuasanmu, memangnya kamu vampir, menghisap darah manusia," ucap Dokter Rianti yang menyingkap selimut Saskia memperlihatkan kebuasan Bima.
" Em...Kalau itu, dia kan istriku wajar kalau aku Melakukannya," ucap Bima dengan santai.
" Ha... Kalau giliran tentang itu kamu bilang wajar dia istrimu sedangkan soal perasaan kamu menolak. Kamu bilang kamu tidak menyukainya, tetapi kenapa kamu melakukannya, jangan-jangan kamu sudah mengambil keperawanannya kan!," ucap Dokter Rianti yang marah.
" Kok kamu yang sewot, yang punya tubuh saja tidak marah dan dia juga mau," ucap Bima seenaknya.
"Ya Allah, Bima...Bima... dia itu istri soleha, dia tidak mungkin menolakmu karena kamu adalah surganya. Terus ini pakaiannya..., setahuku Saskia tidak mau memperlihatkan auratnya, Ini pasti ulahmu," ucap Dokter Rianti yang penasaran dan masih marah akan perlakuan Bima.
"Iya ..ya..., dasar arogan!, kok ada ya... wanita yang mau nikah sama kamu. Sudah ini obatnya, ingat! jaga kondisi tubuhnya Jangan kamu buat dia kelelahan lagi dan jangan kamu minta jatah setiap hari, istrimu juga manusia perlu istirahat, dia bukan mesin," ucap Dokter Rianti mengingatkan.
" Iya bawel..., heran aku sama kamu, Dokter kok galak banget, mana ada pasien yang mau berobat sama kamu," ucap Bima kepada Dokter Rianti.
Ini buktinya, kamu minta bantuan aku,"ucap Dokternya Rianti.
" Ah, Brisik! pulang sana! antar dia Daniel, lama-lama pusing kepalaku dengar omelannya," ucap Bima kepada orang kepercayaannya yang bernama Daniel.
"Is..., ini di kasih tahu juga malah marah, ingat obatnya berikan padanya 3 kali sehari, jangan minta jatahnya 3 kali sehari, ingat itu," ucap Dokter Rianti yang menjaili Bima.
" Pulang sana!, Sok nyeramahi gue lagi, sudah seperti ibu-ibu ustajah,"ucap Bima kepada sahabatnya.
Ruangan yang ribut membuat Saskia terbangun dia pun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar dari kamar.
"Mas, siapa yang datang?" ucap Saskia berjalan perlahan mendekati Bima dia melihat Dokter Rianti di depan pintu.
__ADS_1
" Dokter, kenapa cepat sekali pulangnya," ucap Saskia yang merasa heran melihat Dokter Rianti sudah membawa tasnya keluar.
" Iya ada pasien lagi yang sedang menunggu saya," ucap Dokter Rianti.
" Dokter naik apa kemari," ucap Saskia yang penasaran.
" Naik itu," ucap Dokter Rianti dengan jujurnya menunjuk pesawat pribadi milik Papanya Bima.
" Apakah saya boleh ikut," ucap Saskia kepada Dokter Rianti.
" Ja...jangan..., saya bu...bukan mau pulang ke rumah, saya mau mengobati pasien ke luar kota. Sebaiknya kamu di sini saja dulu, kan liburannya masih panjang," ucap Dokter Rianti yang gugup akibat mendapat tatapan tajam dari Bima dan pandangan Bima seakan ingin membunuh.
Aduh Bima...serem amat loe ngelihat gue, Bisa di pecat ni Gue.
"Sudah pulang sana," ucap Bima.
" Iya,"orang suruhan Bima mengajak Dokter Rianti agar cepat masuk ke pesawat pribadi.
"Ayo kita ke kamar lagi, hawa di luar sangat dingin, nanti kamu masuk angin. Kamu mau makan" ucap Bima dengan nada lembut.
Saskia menganggukkan kepalanya dan Bima membawa Saskia ke kamar mereka untuk beristirahat kembali.
" Sebentar, Mas mau buat bubur dulu ya, kamu Mas tinggal gak apa-Apa kan? Ucap Bima masih dengan nada halusnya...
Saskia kembali menganggukkan kepalanya, Bima pun pergi keluar dan merapatkan pintu kamarnya. Sebenarnya ketika percakapan Bima dengan Dokter Rianti tadi, Saskia sempat mendengar. Hatinya terasa sakit mendengar pengakuan Bima. Bima sudah lebih dari satu minggu bersamanya, tetapi Bima belum sama sekali menyukainya. Dia menangis memikirkan nasib dirinya kedepannya.
Ketika Bima sampai di dapur, dia terkejut melihat banyak makanan di atas meja makan terhidang, tetapi tidak tersentuh sekali pun.
Saskiakah yang memasak ini semua, menunggu ku pulang sampai malam hanya untuk makan bersama. Sampai-sampai dia rela menahan laparnya. Oh bodohnya aku.
Bima mengambil ponselnya dan membrowsing cara membuat bubur.
30 menit kemudian bubur telah jadi , Bima segera membawa ke kamar dan melihat Saskia yang duduk bersandar di headboard King sizenya.
__ADS_1