
Saskia merendamkan tubuhnya dalam bathtub, wangi terapi yang diberikannya ke dalam air menambah harum semerbak masuk ke kulit tubuhnya. Saskia merasa rileks dan segar kembali. Membuat dia Ingin berlama -lama berendam di bathtub. Dia teringat di rumahnya tidak ada aroma terapi seperti ini. Sudah 30 menit, dia berendam. Akhirnya, dia pun menyudahinya.
Saskia melihat sekeliling kamar mandi, dia lupa membawa handuk dan baju gantinya. Di sana hanya tersangkut baju kimono berwarna putih. Kegelisahannya muncul, Saskia berjalan mondar mandir membayangkan bagaimana dia keluar dari kamar mandi.
Sementara di dalam kamar, Bima sudah menunggu Saskia hampir satu jam untuk menemani makan. Bima di balkon tadi hanya menelepon untuk memesan makanan. Ketika makanan sudah diantar ke kamarnya, Saskia belum juga selesai.
Akhirnya--Bima yang sudah kelaparan segera mengetuk pintu kamar mandi berulang kali. Tapi tidak ada jawaban.
" Sas, Saskia...." ucap Bima memanggil dari luar pintu dengan mengetuk pintu sekerasnya.
Ceklek!
Suara pintu terbuka, Bima menoleh melihat orang yang baru keluar dari kamar mandi. Rambutnya basah terurai dengan tetesan air dari rambut yang terus menetes di baju kimononya. Dengan memakai baju kimono memperlihatkan betisnya yang mulus.
Saskia gugup karena baru pertama kali dia memperlihatkan wajahnya tanpa jilbab di siang hari. Saskia merasa malu, Segera diambilnya handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
Bima yang melihat Saskia hanya memakai baju kimono, membuatnya berhasrat kembali dan berulangkali menelan salivanya. Seperti binatang buas kelaparan yang melihat mangsanya. Bima adalah pria normal yang mempunyai hasrat kepada seorang wanita.
Mereka sah bila melakukan hubungan suami istri, tetapi bagi mereka mungkin masih canggung.
Bima mendekat dan berusaha membantu mengeringkan rambut Saskia menggunakan alat pengering rambut. Saskia meremang tatkala angin hair dryer mengenai leher jenjangnya. Bima yang melihat leher jenjang Saskia yang mulus langsung memberikan tanda di sana. Jejak-jejak dari Bima dibuat untuk memperindah leher Saskia.
Wangi harum dari tubuh Saskia membuat Bima seakan terhipnotis, dia merasa tertarik kepada Saskia. Bima membalikkan tubuh isterinya. Di tatapnya bibir indah merona Saskia.
Dalam hitungan detik Bima sudah menyatukan bibir mereka berdua. Ciuman kedua kalinya, Bima berikan kepada Saskia yang belum terlalu mahir hanya menerima serangan dari Bima.
Kegiatan mereka bukan sampai di batas di situ saja, tapi tangan Bima sudah menjelajah kebagian atas tubuh Saskia. Bima membuka tali kimono Saskia. Di bagian dada sudah dikuasai Bima dan hati Saskia merasa ingin menolak tetapi raganya mengatakan malah sebaliknya merespon kegiatan Bima.
__ADS_1
Tanpa sadar Saskia mengeluarkan suara-suara indah memenuhi kamar mereka. Membuat Bima semakin semangat untuk melakukan lebih. Tangan yang satunya sudah menuntun ke bawah. Akhirnya Bima ingin menuntaskan hal yang sudah tidak bisa ditahan lagi.
Dia pun segera melemparkan celana pendeknya dan memulai aksinya. Saskia menjerit tatkala pusaka Bima di hujamkan tepat dimilik Saskia. Bima yang merasakan bahwa Sakia masih suci merasa kasihan dan bahagia. Karena dialah orang yang pertama yang mendapatkan Saskia. Dan hari ini dia akan mendapatkan Saskia seutuhnya.
Tapi kepalang tanggung untuk dihentikan. Tanpa disadari Saskia, mencakar kulit Bima dan menjerit kesakitan, jeritannya memenuhi ruangan. Bima langsung menyatukan bibirnya kembali dan akhirnya mereka sama-sama melepaskan dan berasa terbang ke awan.
Saskia terkulai lemas, Bima tidak cukup satu kali untuk menuntaskan hasratnya. Hasrat yang dirasakan dari istri yang belum sama sekali dicintainya tapi sudah diambil mahkotanya. Bima menanamkan benihnya ke rahim Saskia, dia berharap segera tumbuh Bima junior dan dapat memenuhi permintaan mamanya.
Kegiatan mereka berakhir sampai ketengah malam. Saskia tertidur di pelukan Bima dan akhirnya mereka tidak jadi makan siang bersama.
Keesokan paginya, Saskia membuka matanya. Terlihat hari sudah pagi, dia merasa bersalah telah meninggalkan salat subuh. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Bima juga masih tidur dan memeluk pinggang Saskia.
Di bawah selimut--Saskia bingung untuk bangun. Bagaimana dia ingin ke kamar mandi Sementara Bima juga memakai selimut yang sama. Akhirnya dia berusaha beranjak sebelum Bima memergokinya ke kamar mandi. Tetapi, ketika mau beranjak dia sudah mengaduh kesakitan. Suara jeritannya terdengar oleh--Bima.
Bima bangun dan memakai celana pendeknya. Dia melihat Saskia berurai air mata, Bima merasa tidak tega untuk membiarkannya. Dia segera membopong Saskia menuju kamar mandi. Di hidupkannya air hangat dalam bathtup dan merendamkan tubuh Saskia di dalamnya. Saskia merasa malu atas perhatian Bima.
Ketika mandi Saskia berpikir, sudahkah Bima menerima dirinya? sehingga tanpa menunggu persetujuannya, Bima sudah mengambil mahkotanya yang sangat berharga.
Ketika keluar, Bima sudah memesan makanan. Perut lapar Saskia seakan meronta-ronta untuk diisi. Mereka pun makan sambil berbincang.
Kegiatan mereka menguras tenaga. Saskia perlu asupan gizi untuk menghadapi hari ke depannya. Saskia merasa bingung harus memakai baju apa. Di ambil dan di buka kopernya, semua di dalamnya seperti setelan baju renang, baju bikini dan lingerie. Akhirnya Saskia terpaksa memakai lingerie berwarna putih menerawang hanya itulah baju yang terlihat sopan.
Bima bergantian ke kamar mandi, tidak butuh waktu lama dia juga sudah keluar kembali. Memperlihatkan tubuh sixpacknya dengan celana pendek dan rambut basahnya. Membuat Bima makin macho.
" Ehmm ... kau jangan menggodaku dengan berpakaian seperti ini, bagaimana pun aku pria normal," ucap Bima kepada Saskia.
" Saskia tidak punya baju lagi mas," ucap Saskia sambil memegang bajunya.
__ADS_1
"Apa kamu mau, kamu tidak bisa berjalan lagi aku buat?"Ucap Bima berpikiran mesum menaikkan alisnya.
" Jangan, Masih sakit Mas," ucap Saskia mengingatkan.
"Okelah, ayo kita makan, aku sudah lapar," ucap Bima menarik tangan Saskia ke meja makan.
"Makan yang banyak biar kuat untuk tempur kembali." ucap Bima mengingatkan.
Uhuk-uhuk!
Saskia tersedak mendengar perkataan Bima yang mau mengulang kembali kegiatan panasnya.
Yang tadi malam saja masih sakit, tubuhku pegal semua, ini mau nambah lagi.
" Saskia, kamu dengar mama minta apa?," ucap Bima mengintrupsi.
Saskia menganggukkan kepalanya.
" Berarti kamu paham, jadi kita harus kerja keras, supaya permintaan Mama cepat terkabul. Aku ingin anak yang banyak supaya di rumah kita ramai. Maaf untuk sekarang aku belum bisa menyukaimu, mungkin kita harus sama-sama memahami dahulu. Apakah kau tidak ingin jalan-jalan ke pantai?," ucap Bima mengajak Saskia.
"Aku malu tidak punya baju, Mas. Apakah mas rela jalan-jalan bersamaku dengan pakaian begini?," ucap saskia menguji perhatian Bima.
" Kalau kamu mau aku juga tidak akan melarang" ucap Bima yang tidak perduli.
" Mas!," ucap Saskia dengan nada keberatan.
" Oke, kalau gitu kita di dalam kamar saja dulu. Toh, masih ada waktu 9 hari lagi kita pulang, jadi kita bisa puas-puaskan di dalam kamar ," ucap Bima dan menyatukan bibirnya kembali. Akhirnya terjadi kembali kegiatan panas mereka.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian,
Badan Saskia terasa remuk semua, ditariknya selimut untuk menutupi tubuhnya. Bima juga tertidur di sampingnya dengan memeluk tubuhnya. Saskia heran Bima masih irit bicara. Saskia merasa aneh, apakah Bima hanya ingin tubuhnya saja ataukah dia sudah melupakan Kakak tirinya. Saskia pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya dan setelah itu dia melaksanakan salat zuhur.