Kakak Tiriku, Maduku

Kakak Tiriku, Maduku
Perasaan Bima


__ADS_3

Hari menjelang Sore, Saskia sudah sampai di rumah, dia membersihkan tubuhnya dan berdandan yang cantik dengan memakai stelan baju kemeja lengan panjang dan celana kain serta jilbab instannya.


Wajahnya yang natural sungguh terlihat kecantikan yang alami. Saskia keluar menuju teras depan, tempat Ibu mertuanya bersantai.


" Ma," ucap Saskia melangkahkan kakinya mendekati Ibu mertuanya.


" Iya Saskia..., eh...kamu cantik sekali Saskia..." ucap Ibu mertuanya yang melihat terpancar kecantikan dari wajah cantik menantunya walaupun hanya natural.


" Mama bisa aja," ucap Saskia malu-malu.


"Iya bener, kamu memang terlihat sangat cantik, eh ngomong-ngomong kamu sudah tes belum? Ucap Mama Bima yang sudah ngebet ingin punya cucu.


"Tes apa Ma?," ucap Saskia bingung.


"Tes kehamilan Sayang...," ucap Mama Bima yang menjelaskan.


"Be...belum, Ma," ucap Saskia yang gugup dan diam memikirkan kapan terakhir dia menstruasi. 


Saskia melamun memikirkan perkataan ibu mertuanya.


"Sas..., Saskia..., kamu kok melamun?ucap  ibu mertuanya melihat menantunya melamun dengan pandangannya terlihat kosong.


" Eng...enggak Ma...," ucap Saskia kembali gugup.


"Saskia ...sudah jangan dipikirkan, ibu hanya bercanda. Kalian menikah kan baru 6 minggu, masih awal, jadi masih banyak waktu untuk kalian proses buat anak lagi," ucap Mama Bima menjelaskan.


"Iya Ma..."ucapku kepada Mama Bima.


"Kamu pasti nunggu Bima pulang kan?bentar lagi juga pulang, itu panjang umur, orang yang di ceritain malah sudah pulang," Saskia melihat ke pagar, suara deru mobil terdengar di halaman rumah.


"Iya," ucap Saskia yang melihat mobil suaminya pulang.


Bima melihat istrinya sudah cantik langsung tersenyum. Dia dengan cepat membuka pintu mobil dan menatap wajah istrinya. Sedangkan yang ditatap sudah malu-malu.


"Ehemm," Mama Bima memandang mereka yang seperti ABG jatuh cinta saling memandang satu sama lain.


Tanpa Aba- aba, Bima menarik tangan istrinya dan membopongnya ke kamar mereka.


" Mas...," ucap Saskia yang terkejut tubuhnya serasa melayang diangkat oleh suaminya.


" Apa...Sas, sudah diam, nanti yang di bawah bangun..., kamu mau Mas terkam disini???," ucap Bima yang sudah mesum.


" Mas, ada Mama dan Papa, malu ah...," ucap Saskia kepada Bima dengan wajah tersipu malu.


"Biarin, mereka kan pernah muda," ucap Bima kepada Saskia dan mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Tetapi Bima sudah terkena virus bucin, tanpa aba-aba langsung membungkam bibir Saskia dengan bibirnya, ketika berada di tangga ingin menuju ke kamarnya. Bima yang masih membopong Istrinya menjadi tontonan anggota keluarga dan pelayan di rumah itu.


Yang melihat merasa malu. Mereka mengumbar kemesraan di depan orang lain, ibarat dunia ini hanya milik mereka berdua, yang lain ngontrak, kalau gak bisa bayar kontrakan, ya di usir.


 "Kamu kok sekarang agak berat Sas..., badan kamu makin berisi," ucap Bima yang masih membopong Saskia menuju kamar mereka.


" Masa iya Mas...," ucap Saskia tersipu malu.


" Iya, apa mau mas buktikan di sini, itu juga makin besar? Ucap Bima menatap tajam bagian dada Saskia di balik jilbab instannya.


" Ih...Mas ini mesum melulu" Saskia memukul dada bidang Bima, Bima menyerang dengan ciuman kembali. Saskia yang mendapat serangan merasa terlena dan kehabisan oksigen.


Mama dan Papa Bima melihat keromantisan mereka saling pandang dan tersenyum-senyum mesum. Papa Bima merangkul dan mengajak Mama Bima segera ke kamar, gak tahu mereka mau melakukan apa.


Bima masuk ke dalam kamar dan menguncinya pintu. Berjalan kearah ranjang, Membaringkan istrinya di ranjang dan segera mengungkung istrinya tanpa mengganti pakaian dulu.


Wajah mereka berdekatan. Bima memulai kembali menyatukan benda kenyal yang berwarna pink Saskia dan mereka berdua terbawa suasana. Bima yang sudah berhasrat segera melancarkan aksinya, di sela-sela kegiatan ranjang mereka, Bima mengungkapkan perasaannya kepada Saskia dan selalu menyebut nama istrinya di saat pelepasan, Saskia merasa senang dan dengan suka rela melayani suaminya. Terjadilah kegiatan panas mereka di sore hari. Peluh keringat membasahi tubuh mereka, AC di kamar seakan tidak berfungsi.


Entah sudah berapa ronde kegiatan Panas mereka sampai malam menjelang, mereka tidak keluar-keluar dari kamar. Kegiatan yang rutin mereka lakukan tanpa pernah mengenal kata bosan. Bima menjadi ketagihan dan candu akan wangi Saskia. Akhirnya perasaan Saskia ke Bima mendapat balasan, Sekarang Bima juga mencintai Saskia.


Tanpa makan malam, Saskia dan Bima masih asik dengan tidurnya. Pelayan yang seperti malam biasanya menyiapkan makan malam, malam ini mereka di buat kebingungan lagi. Penghuni rumah sudah beberapa malam selalu meninggalkan waktu makan malam mereka.


Pelayan yang diminta Bi Ijah untuk memanggil Saskia dan Bima untuk makan malam. Ketika Sampai di depan pintu, pelayan itu sempat malu sendiri mendengar kata-kata aneh yang terdengar dari kamar Bima. Suara erangan itu terdengar juga datang dari kamar Papa dan Mama Bima. Mereka seakan tidak mau kalah dengan anaknya. Akhirnya pelayan menyimpan kembali menu makan malamnya ke dalam lemari makan. Mereka pun membersihkan meja dan kembali istirahat di kamar Mereka. 


Bima dan Saskia tertidur setelah kelelahan. Bima sangat suka wangi tubuh istrinya, dia tidak ingin jauh. Bima senang memeluk tubuh Saskia. Mereka pun terlelap tanpa makan malam.


Huek


Huek


Huek


Saskia berulang kali memuntahkan isi perutnya, tubuhnya terasa lemas dan Saskia tidak menahan tubuhnya, dia pun berpegangan di wastafel. Bima yang mendengar suara orang muntah dari kamar mandi segera berlari membuka pintu kamar mandi. Di lihatnya Saskia sudah lemas dan bersandar di dinding dengan wajah yang sangat pucat.


" Sas...,Kamu kenapa? Ucap Bima yang khawatir dan membopong tubuh Saskia ke tempat tidur.


 


"Gak tau Mas, mungkin masuk angin, kepalaku juga pusing," ucap Saskia masih terasa mual.


Saskia yang hanya berbalut selimut kembali berlari kembali ke kamar mandi, cairan berwarna kuning keluar dari mulutnya terasa pahit di tenggorokan Saskia. Bima melihat Saskia muntah-muntah tidak merasa jijik, dia mengurut leher istrinya  dan membopongnya kembali ke tempat tidur. 


"Mas..., ambilkan minyak kayu putih di meja Mas...," Ucap Saskia yang manja dan menempel di tubuh Bima. 


"Iya, kamu rebahan dulu ya, biar Mas ambilkan minyak kayu putihnya,"ucap Bima beranjak mengambil minyak kayu putih.

__ADS_1


Saskia merebahkan tubuhnya, Bima memberikan minyak kayu putih kepada Saskia. Saskia menghirup aroma terapi dari minyak itu. Bima yang melihat istrinya masih polos belum berbaju berjalan menuju lemari mengambilkan baju piama untuk dipakai istrinya.


"Sas..., bangun, biar Mas pakaikan bajumu," ucap Bima yang perhatian dengan istrinya.


" Malu Mas," ucap Saskia yang masih merasa canggung.


"Ngapain malu, semua sudah Mas lihat," ucap Bima dan membangunkan tubuh Saskia.


" Ayo, pegang lengan Mas," ucap Bima membantu istrinya duduk.


Saskia mencoba duduk bersandar di headboard, tapi pandangannya terasa berkunang-kunang. Saskia terasa mual kembali. Dia berlari ke kamar mandi, dan memuntahkan kembali isi perutnya.


Entah sudah berapa kali Saskia bolak balik ke kamar mandi, tubuhnya yang lemas sudah tidak sanggup lagi berjalan akhirnya tubuhnya


pingsan di kamar mandi.


Bima yang melihat istrinya tidak sadarkan diri merasa panik, di pakaikan baju Saskia dan di baringkan di tempat tidur. Bima berlari di tangga dan berteriak memanggil-manggil Mamanya.


Mama!


Mama!


Mama!


Suara jeritan Bima membangunkan orang serumahan. Para pelayan heran mendengar jeritan Bima yang seperti orang kesehatan. Mereka pun segera berlari menuju ruangan.


Mama Bima dengan baju tidur lingeria seksinya akan keluar dari kamar, tetapi terlebih dulu di tegur oleh Papa.


"Ma, jangan keluar pakai baju itu, apa nanti kata para pelayan, ini pakai gardigannya," ucap Papa Bima yang memberikan Gardigan kepada istrinya. Papa Bima juga memakai bajunya


Mama yang panik sampai tidak memperdulikan penampilannya yang teramat seksi. Dia pun menyambar Gardigan yang di berikan suaminya dan membukakan pintu.


Ceklek!


"Ada apa Bima!" ucap Mama Bima yang terkejut melihat Bima sudah di depan pintunya dan Papa berdiri di belakang istrinya.


"Sas...Saskia, Ma, Saskia...,"ucap Bima yang gugup karena paniknya.


"Iya, Saskia kenapa Bima!," ucap Mama Bima yang juga panik sambil mengguncang tubuh Bima agar mau menjelaskan.


"Tolong Saskia Ma... ,"Ucap Bima panik menunjuk ke lantai atas dan sambil menangis.


Mama, Papa dan Bima berlari naik tangga ke lantai 2, letak kamar Bima. Bima membuka Kamar, terlihat Saskia berbaring dengan kondisi lemahnya dan wajahnya yang teramat pucat. Mama mendekati tubuh Saskia dan memegang tangannya.


" Panggil Dokter keluarga kita Bima...," ucap Mama Bima yang memprediksi sesuatu terjadi kepada menantunya.

__ADS_1


"Iya Ma,"ucap Bima dan mengambil telepon genggamnya menelepon seseorang.


Bima menuju balkon menelepon orang suruhannya agar membawakan Dokter keluarganya dalam waktu yang singkat.


__ADS_2