Kakak Tiriku, Maduku

Kakak Tiriku, Maduku
Rangga


__ADS_3

Suara sendawa yang akan keluar dari mulut Saskia tergantikan dengan kata Alhamdulillah. Dia merasa malu, karena di hadapannya ada suaminya.


"Maaf Mas,"ucap Saskia yang malu akan tatapan Bima.


Bima yang mendengar Saskia bersendawa terlihat biasa saja, dia masih asik dengan ponselnya dan menganggukkan kepalanya mendengar kata maaf dari Saskia.


Saskia membawa piring kotornya ke tempat cucian piring dan segera mencucinya, kemudian menyimpan makanan yang masih tersisa.


"Sudah selesai," ucap Bima kepada Saskia.


"Sudah Mas," ucap Saskia yang beranjak dari tempat duduknya.


" Ayo kita ke kamar," ucap Bima menarik tangan istrinya.


Saskia menganggukkan kepalanya dan mengikuti suaminya naik ke lantai atas.


Tanpa Bicara Bima mematikan lampu dan membaringkan tubuhnya. Saskia juga menyusul Bima berbaring di samping Suaminya.


Bima menghadap ke arah Saskia tidur dan tangannya di letakkan ke pinggang istrinya. Tidak menunggu lama, mereka pun terlelap.


Bunyi alarm membuat tidur Saskia terganggu yang masih terlelap dalam pelukan suaminya, dia bergegas bangun untuk melaksanakan shalat subuh dan tidak lupa membangun suaminya, Bima yang sudah terbiasa di bangunkan oleh Saskia tidak merasa marah dan bergegas melaksanakan shalat subuh berjamaah. 


Sarapan yang sudah di selesaikan oleh pelayan membuat Saskia bersemangat untuk menyantapnya. Ibu Bima terlihat tersenyum melihat menantunya makan dengan lahap.


Bima juga memperhatikan Saskia yang akhir-akhir ini gampang merasa lapar. Sampai-sampai Bima harus rela bangun malam untuk mendampingi Saskia makan. 


Bima belum sama sekali menyatakan perasaannya, tetapi di dalam hati kecilnya, dia merasa sayang dan apa yang di minta Saskia, Bima tidak pernah keberatan.


Bima yang sudah rapi ingin ke kantor, sempat masuk kembali ke dalam kamar, Saskia yang melihat Bima ke dalam kamar kembali, merasa bingung apa yang ketinggalan. 


"Mas, ada apa?," ucap Saskia dengan rasa penasaran.


"Mas, hanya mau memberikan ini," ucap Bima menyerahkan Atm berwarna Gold, dengan isi yang sangat fantastis.


" Tidak perlu mas," ucap ku yang merasa aku tidak begitu suka membuang-buang uang untuk hal tidak penting.


" Sudah ambil, kamu istriku, gunakanlah ini untuk keperluan sehari-harimu, ajaklah mama berbelanja. Mengenai uang kuliahmu sudah Mas selesaikan dari awal pernikahan kita," ucap Bima menjelaskan.


"Tapi Mas..," ucap Saskia kepada suaminya," ucap Saskia kepada suami yang merasa keberatan.


Sudah terimalah, aku kerja juga untuk kamu dan juga untuk anak kita nantinya,"ucap Bima yang membuat perasaanku tidak karuan.


" Iya mas, terima kasih,"ucapku menatap wajahnya.


" Hem...,Mas pergi ya," ucap Mas Bima yang mengusap kepalaku.

__ADS_1


" I...iya mas," ucap Saskia yang merasa gugup akan perlakuannya dan perhatiannya.


" Oh iya, apa kamu nanti pergi ke kampus?," ucap Bima menatap wajahku yang tertunduk dan di naikkan daguku dengan tangannya sehingga akhirnya kami bertatapan.


" Iya mas," ucapku yang merasa malu.


" Hati-hati di jalan, minta antar supir saja," ucap Bima yang perhatian.


"Mas, boleh gak Nisa pakai motor bebek yang ada di garasi," ucapku meminta izin kepada suami Saskia.


" Jangan," ucap Bima dengan dinginnya.


"Kenapa Mas," ucap Saskia yang merasa waktunya seakan terbatas selam menikah.


"Sudahlah nurut aja sama Mas," ucap Bima kepada istrinya.


" Mas," rengek Saskia kepada Bima.


"Saskia...,  Mas ingin kamu jangan sampai kenapa-kenapa, Mas berharap kamu cepat hamil, jadi jangan sampai kecapekan," ucap Bima yang mengharapkan cepat mendapatkan anak.


"Ayo kita turun ,mas akan berangkat," ucap Mas Bima dengan suara lembutnya.


" Iya Mas," ucap Saskia menggandeng tangan Bima dan membawakan tasnya sampai kelantai bawah.


" Mas," Saskia mengejar Bima dan mencium tangannya, tetaapi refleks Bima juga mencium kening Saskia.


Saskia terkejut akan perlakuan Bima, baru hari ini Bima sangat perhatian.


Bima pun masuk ke dalam mobil bersama orang kepercayaannya.


Saskia pun bersiap ingin ke kampus. Dengan menggunakan baju kemeja lengan panjang dan Rok panjang berwarna biru dengan jilbab pasmina. Saskia berdiri di depan cermin memoles sedikit wajahnya. Saskia berpamitan kepada Ibu mertuanya yang adanid ruang keluarga. Supir sudah menunggu di depan, membukakan pintu untuk Saskia dan menutupnya kembali.


"Mang kita berangkat yuk ,"ucap Saskia kepada supir Bima.


" Iya Nyonya," ucap supir yang melakukan mobilnya.


 " Mobil pun melaju membelah jalanan, terasa ramai di pagi hari. Beberapa menit kemudian, Sampailah Saskia di kampus.  Saskia bertemu kembali dengan teman dekatnya yangbernama Lili zalika, anaknya baik dan periang.


Saskia termasuk Mahasiswi yang aktif ikut berorganisasi di kampusnya, banyak Mahasiswa yang mengenal dirinya.  Mereka menuju ke kelas dan berpapasan dengan Seseorang pemuda yang pernah singgah di hatinya. Namanya Rangga, teman satu kelasnya yang pernah menyatakan cinta dan mereka Berpacaran dari semester pertama. 


Berita pernikahan Saskia sempat membuat patah hati seorang Rangga, berkat penjelasan Lili akhirnya Rangga dapat mengerti. 


" Saskia," ucap Rangga yang menatap Saskia dengan menahan rasa rindunya yang sudah lama tidak bertemu.


Saskia hanya menunduk dalam diam, dia tidak berani menatap mantan pacarnya. 

__ADS_1


"Maaf Rangga, aku sudah menikah. Alangkah baiknya kita menjaga jarak agar kita tidak saling menyapa," ucap Saskia yang tidak ingin menimbulkan fitnah, dia sadar dia sudah punya suami dan statusnya adalah istri dari Bima,  seorang pengusaha yang perusahaannya lagi jaya-jayanya.


"Tapi Kia, bukankah kau sudah berjanji bahwa kita akan menjalani masa-masa indah bersama sampai kita menikah, mengapa kau tinggalkan aku Kia?," ucap Rangga memanggil nama kesayangan untuk Saskia dan menangis karena kisah cintanya kandas di tengah jalan.


"Maafkan aku Rangga, aku juga di sini korban, seharusnya kakakku yang menikah dengan suamiku, tetapi di hari pernikahannya dia kabur, ayahku terus mendesak diriku, aku tidak ingin penyakit jantung ayahku kambuh kembali, akhirnya aku rela menggantikan pengantin wanitanya," ucap Saskia menjelaskan.


"Tapi kenapa Kia, kenapa harus kamu yang menggantikan, aku tidak rela, aku terluka Kia...," ucap Rangga yang sedih akan nasibnya.


"Maafkan aku Rangga, aku harap kamu dapat menemukan gadis yang lebih baik dari diriku," Ucap Saskia kepada Rangga.


"Tidak Kia, hanya dirimulah wanita yang aku suka, kutunggu jandamu Kia...," ucap Rangga yang seperti berambisi memiliki Saskia.


"Itu tidak di benarkan lagi Rangga, aku sudah milik orang lain, aku harap kamu mengerti, kalau memang kau masih cinta padaku, doakanlah aku agar suamiku menerimaku sebagai istrinya untuk selamanya, karena sampai detik ini dia belum menyukaiku," ucap Saskia yang sedih.


"Apa Kia, dia belum menyukaimu,"ucap Rangga menjelaskan .


" Iya, aku tidak tahu akan perasaanku padanya, yang pasti rasa cintaku padamu sudah mulai berkurang sejak kehadiran suamiku,"ucap Saskia menjelaskan kepada Rangga, agar tidak mengharapkan dirinya kembali.


"Baiklah Kia, aku akan mendoakan untuk kebahagiaanmu agar suamimu mencintaimu dan aku minta Kia, kita tetap berteman. Jika ada apa-apa dengan dirimu janganlah sungkan untuk meminta bantuan padaku,"


Saskia menganggukkan kepalanya.


Saskia meninggalkan Rangga dan membawa skripsinya  yang akan di berikan kepada pembimbing. Saskia terus berjalan sampai menemukan ruangan Pak Tanjung, Dosen Pembimbing Saskia.


Setelah selesai, Saskia pun beristirahat sebentar, kepalanya rasanya mau pecah, kenapa akhir-akhir ini kepala saskia sering pusing. Akhirnya Saskia mampir ke warung untuk membeli makanan untuk makan siang. perutnya terasa lapar, Saskia merasa heran, makannya banyak tapi tidak lama kemudian, dia mau makan lagi. Tubuhnya juga sedikit berisi.


Dia pun beristirahat di ruang Dosen wanita yang mengijin Saskia beristirahat di ruangan tersebut.


Sementara di kantor, Bima sangat sibuk, pekerjaan di kantor banyak terbengkalai. akibat Bima  terlalu lama liburan sehingga orang kepercayaannya tidak sanggup untuk mengerjakannya sendiri.


Ting!


Satu chat terkirim ke ponsel Bima, tanpa sadar senyum terbit dari wajahnya tatkala melihat nama pengirim chat tersebut.


' Mas jangan lupa makan siang'


Dengan cekatan Bima langsung membalas,


" Iya, kamu juga jaga kesehatan jangan lupa makan siang,'


'Cepat pulangnya ya Mas'


'Iya , tunggu Mas pulang ya..., dandan yang cantik'


Senyum Bima dan Saskia bagaikan Manusia yang baru di mabuk cinta.

__ADS_1


__ADS_2