Kakak Tiriku, Maduku

Kakak Tiriku, Maduku
Kabar Bahagia


__ADS_3

Bima Mondar mandir menunggu Dokter keluarga mereka datang, dia terlihat kesal karena sudah 30 menit, Orang suruhannya belum juga membawakan Dokter tersebut.


Mama menangis melihat Saskia yang tidak sadarkan diri.


Deru suara mobil terdengar dari halaman. Bima langsung berlari mengejar Dokter yang baru datang. Dokter Rianti terlambat datang akibat dia kelelahan, baru bertugas di rumah sakit dan sudah di panggil lagi oleh sahabatnya.


Dokter Rianti segera berlari menuju pintu rumah, Satpam yang melihat seorang Dokter datang ke rumah majikannya segera membukakan pintu rumah. Dan memarkirkan mobil Tuan Daniel.


Daniel, orang suruhan Bima mengikuti Dokter Rianti yang sudah masuk ke rumah, Bima yang sudah sampai tangga dengan kepanikannya langsung berteriak meminta Dokter Rianti naik ke lantai atas.


"Apa saja kerja kamu! sampai 1 jam baru sampai ke rumah ku! Ucap Bima, suara bergema memenuhi ruangan, para pelayan yang mendengar suara dari lantai atas segera berlari mengejar suara tersebut.


"Maaf kan Saya Bima, saya kelelahan baru selesai mengoperasi pasien yang kecelakaan," ucap Dokter Rianti yang terlihat dari wajahnya yang lesu.


" Banyak alasan kamu! cepat ikuti aku,!" ucap Bima yang berlari di tangga menuju kamarnya.


Bima dan Dokter Rianti naik ke lantai 2 dengan tergesa-gesa, diikuti oleh Daniel dari belakang. Ketika sampai di depan pintu, Bima langsung membukakan pintu untuk Dokter Rianti, dan dia  segera masuk. Daniel yang mengikuti akan membuka pintu, langsung di hadang oleh Bima.


"Kamu mau kemana!," ucap Bima yang membentak orang suruhannya.


"Mau masuk Tuan," ucap Daniel ketakutan.


" Siapa yang nyuruh kamu masuk!," ucap Bima masih dengan berangnya.


"Yang sakit di dalam, istriku, tidak ada hubungannya sama kamu, kamu tunggu saja di luar," ucap Bima yang mulai posesif, dia tidak rela jika wajah istrinya yang tidak memakai  hijab harus di lihat oleh orang lain. Sedangkan Papanya melihat Bima marah karena takut Istrinyabyang tidak berhijab dilihat orang lain, papanya lansung keluar dan melaksanakan shalat subuh di ruang shalat.


Duar!


Suara pintu yang terdengar mengejutkan Daniel dan orang-orang berada di dalam kamar, tetapi tidak dengan Saskia yang tidak terusik sedikit pun, dia tetap tidak sadarkan diri.


Dokter Rianti mengambil Stetoskop memeriksa keadaan Saskia yang lemah,  dia segera mengambil botol  infus dan segera menginfus Saskia tepat di  punggung tangannya. Bima yang melihat Dokter Rianti menginfus istrinya merasa khawatir dan memprediksi jika Saskia mengalami penyakit yang parah.


"Rianti Sakit apa istriku???," ucap Bima yang paniknya sudah tingkat dewa.


" Dia dehidrasi dan kelelahan, maagnya juga kambuh," ucap Dokter Rianti menjelaskan.


"Apakah itu penyakit yang parah," ucap Bima yang kurang memahami perkataan Dokter Rianti.


" Ha..., Heran aku lihat kamu ya Bima..., kuliah mengambil Master di luar negeri , CEO perusahaan juga, kok kamu bisa bodoh ya," ucap Dokter Rianti yang menyindir Bima.


" Apa, kau bilang aku bodoh!!!" ucap Bima yang gak terima dirinya direndahkan.


" Iya kamu bodoh, istri kamu dehidrasi saja kamu bilang sakit parah," ucap Rianti yang tidak perduli Bima marah, dia merasa melihat Bima marah adalah suatu hiburan yang menggelitik bagi dirinya 


"Siap-siap kamu ku pecat!," ucap Bima yang sudah emosi.


" Bima tenangkan dirimu, istrimu Sakit! Ucap Tante Mira kepada Bima yang lambat berpikir juga seperti Bima.


"Rianti jelaskan kepada Tante," ucap Tante Mira yang panik memikirkan keadaan menantunya.

__ADS_1


" Begini Tante..., Maag Saskia saat ini sedang kambuh, Salah satu penyebab Maagnya adalah naiknya kadar hormon progesteron. Perubahan hormon ini menyebabkan otot kerongkongan bagian bawah melemah. Otot kerongkongan seharusnya berkontraksi dan menutup saluran antara kerongkongan dan lambung setelah makanan turun ke lambung dan penyebab lainnya, karena Saskia juga kelelahan Tante," ucap Dokter Rianti menjelaskan.


"Apa! ? Kelelahan..., kok bisa kelelahan Rianti?ucap Mama Bima yang keheranan.


" Tanya saja sama Bima Tante??? Ucap Dokter Rianti dengan santainya 


" Bima!!!!" teriak Mama Bima.


"He...,he...maaf Ma.., kamu  ya Rianti awas kamu," ucap Bima yang mengancam Rianti.


"Ha..ha...seorang Bima, takut sama Mamanya lucu sekali...," ucap Dokter Rianti tertawa terpingkal-pingkal.


" Diam kamu!," ucap Bima yang membentak Rianti.


"Sudah, kalian ini seperti anjing dan kucing ,bila bertemu selalu berkelahi,"ucap Mama Bima menasehati.


"Rianti..., Apakah muntahnya akan sembuh?," ucap Bima kembali karena merasa belum puas dengan penjelasan Rianti.


"Ya tergantung sih..., kadang sampai 4 bulan, ada juga yang sampai 9 bulan baru sembuh," ucap Rianti menjelaskan kembali.


"Apa!!!," Bima merasa terkejut dengan penjelasan Rianti.


" Itu hal wajar bagi ibu hamil, dia mengalami  Morning sickness. Morning sickness adalah mual muntah yang terjadi saat hamil. Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan," ucap Rianti menjelaskan.


" Oooo...," ucap Bima dan Mamanya bersamaan sambil manggut-manggut.


" Apa hamil! Saskia Hamil...," ucap Bima dan Mama yang terkejut.


Bima yang terkejut menggelengkan kepalanya cepat, sedangkan Ibu memeluk tubuh Saskia dan mencium pipinya.


"Iya Bima... istrimu hamil, selamat ya mau jadi Papa..., gak sia-sia kamu buat Saskia selalu kelelahan setiap hari selama di Lom...,"ucap Rianti yang keceplosan.


Bima segera berlari menutup Mulut Rianti, dia takut Mamanya yang mendengar dan akan marah.


"Apa Yang kamu katakan Rianti, kelelahan melakukan apa Saskia?,"ucap Mama Bima yang setahunya Saskia di larang Bima di dapur karena sudah banyak pelayan di rumahnya.


"Gak ada Tante, dia hanya kelelahan memasakkan Bima. Bima jadi tukang makan  selama Saskia jadi istrinya,"ucap Dokter Rianti yang sudah mendapat tatapan tajam dari Bima.


"Ooo...baguslah Bima menyukai masakan istrinya, ih senengnya..., berarti bentar lagi Mama punya cucu," ucap Mama Bima yang bahagia dan masih memegang tangan Saskia.


"Bima untuk pemeriksaan selanjutnya kamu bisa  membawa Saskia periksa ke rumah sakit untuk menemui Dokter Mia, Spesialis Kandungan" ucap Dokter Rianti menjelaskan.


"Iya, besok aku dan Saskia akan langsung ke sana," ucap Bim yang sudah tidak sabar memeriksakan calon anaknya.


"Cie...yang mau jadi Papa, semangatnya,"ucap Dokter Rianti menjaili Bima.


"Rianti kenapa Saskia belum juga sadar," tanya Bima yang kembali panik.


" Biarkan saja dulu dia istirahat, nanti bentar lagi dia juga bangun,"  ucap Dokter Rianti yang melihat ponselnya ada 3 panggilan dari rumah sakit.

__ADS_1


"Tante saya pamit dulu, ada pasien yang minta penanganan dari saya," ucap Dokter Rianti yang mengemasi barang-barangnya.


"Rianti, gajimu sudah aku transfer ke rekeningmu, karena hari ini aku bahagia, gajimu aku transfer 2 x lipat,"ucap Bima tersenyum karena hatinya bahagia.


"Terima kasih, semoga kamu tetap murah rezeki, panjang umur dan saya doakan Anak Kamu nanti kembar 3," ucap Rianti menyebutkan doanya.


"Ha...kembar, kalau betul anakku nanti kembar 3, maka bonusmu selama 1 tahun akan aku naikan," ucap Bima merasa tidak percaya dengan doa Rianti.


"Beneran," ucap Dokter Rianti merasa mendapat durian runtuh.


"Iya, pegang janjiku," ucap Bima yang tidak main-main akan ucapannya.


Dokter Rianti pun keluar dari kamar, Orang suruhan Daniel dengan wajah masamnya mengikuti langkah  Dokter keluarga majikannya. Dan ketika sampai di.depan mobil, Daniel segera membuka pintu, Dokter Rianti masuk ke dalam mobil dan melihat ponselnya yang terus menyala.


"Hallo, Assalamualaikum,"


Wa'alaikum Salam,"


" Ini siapa?,"


"Aku teman SMAmu yang dulu pernah naksir sama kamu,"


" Siapa ya?,"


"Coba tebak..,"


"Aditya ya, Apa kabar kamu,"


" Baik,"


"Kamu apa kabar,"


"Sehat, kamu dapat darimana nomorku,"


"Dari teman kita juga,"


"Siapa,?"


" Bima,"


"Aku selalu kirim salam kepadamu melalui Bima, apakah Bima pernah menyampaikan?"


"Tidak, sudah ya, aku lagi sibuk,"


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam"


Dokter Rianti mendapat tatapan tajam dari Daniel. Daniel merasa tidak terima ada orang yang menyinggung nama majikannya.

__ADS_1


"Kau masih mau kerja dengan Tuan Bima lagi atau tidak, atau kau sudah bosan hidup, kalau kau tidak mau, siap-siap aja kau tunggu surat pemecatan untuk mu," ucap Daniel yang memberi ancaman.


__ADS_2