Kakak Tiriku, Maduku

Kakak Tiriku, Maduku
Kesedihan Saskia Di Hari Pertama Menjadi Isteri


__ADS_3

Selesai shalat subuh, Saskia bersiap dan memakai hijabnya kembali, melangkahkan kaki keluar dari kamar dan menutup pintu dengan pelan, agar orang yang ada didalam tidak terbangun. Saskia segera turun menuju dapur. Dia ingin menyiapkan sarapan untuk suaminya dan anggota keluarga yang ada dirumah Bima. 


Bi Ijah adalah kepala pelayan dirumah Bima yang sudah lama bekerja dari semenjak Bima masih kecil. Bahkan Bi Ijah sudah menganggap Bima sebagai anak sendiri.


Bi Ijah melihat Saskia ke dapur segera menyapa dan  begitu juga dengan pelayan yang lainnya. 


"Assalamualaikum Nyonya," ucap Bi Ijah kepada Saskia.


" Wa'alaikum Salam Bi, jangan panggil saya Nyonya Bi, saya merasa tidak pantas," ucap Saskia yang tidak enak hati.


" Tidak apa-apa Nyonya, Tuan Bima kan majikan kami, jadi kami memanggil isterinya dengan panggilan Nyonya," ucap Bi Ijah memandangi Nyonyanya yang memiliki sikap sopan.


"Terserah Bi, tapi kalau kita berdua saja, tolong panggil saya Saskia saja ya Bi," ucap Saskia kembali dan melirik keadaan dapur.


"Gak berani Nyonya, disini banyak CCTV, takut di tegur tuan besar Nyonya," ucap Bi Ijah memandangi pelayan yang seakan memberi kode jangan membantah aturan tuan besar.


" Udah gak apa-apa, Bi saya mau masak, bisa bantu saya Bi," ucap Saskia kepada Bi Ijah yang sudah memegang alat masak.


"Sudah Nyonya, Lebih baik Nyonya duduk saja biar kami yang mengerjakannya, nanti Nyonya besar akan marah," Ucap Bi Ijah berusaha melarang Saskia memasak.


Keributan di dapur terdengar oleh Mama Bima. Mama Bima memperhatikan kelakuan Saskia yang ingin membuatkan masakan untuk suaminya. Diam-Diam dia memperhatikan tingkah laku menantunya dan tutur bahasa kepada yang lebih tua. Senyum terbit di wajah Mama Bima. Dia sangat senang dengan sikap menantu penggantinya. Walaupun menantu dadakan tapi menjadi pujaan.


"Ehmm...sudah bangun Saskia," ucap Ibu mertua Saskia yang sudah menguping pembicaraan mereka dengan wajah tersenyum.


" Eh Ibu, sudah Bu," ucap Saskia  dan menatap Ibu mertuanya.


 


"Panggil saya mama seperti Bima memanggil saya,  Saskia...kenapa tidak kau temani saja Bima tidur di kamarnya, kalian kan pengantin baru, bagaimana tidurmu tadi malam, apakah lelap? Tanya Mama Bima menjaili Saskia dengan mengerlingkan sebelah matanya kepada Bi Ijah.

__ADS_1


 Pelayan yang mendengarkan perkataan Mama Bima tersenyum-senyum.


" Saskia lihat tadi Mas Bima masih tidur Bu.., eh Ma...," ucap Saskia yaang gugup.


" Masih tidur??? Oh ya...mungkin kelelahan kali ya, kalian kan pengantin baru, wajarlah kalau Bima hari gini masih tidur," ucap Mama Bima.


"Iya Ma, Ma...kalau diizini Saskia ingin membuatkan sarapan untuk Mas Bima," ucap Saskia dengan polosnya mengiyakan jawaban Ibu mertuanya.


" Boleh, sekalian untuk Papa dan Mama ya, Mama mau tahu bagaimana rasa masakkanmu. Ya sudah tolong bantu Bi, saya mau lihat Papa Bima sudah bangun atau belum," ucap Mama Bima pergi menuju kamarnya.


" Nyonya, pagi ini nyonya ingin masak apa? Ucap Bi Ijah yang sudah memegang pisau.


 "Saya ingin menu yang mudah saja Bi, Sup Daging dan Goreng Ayam Krispi," ucap Saskia yang mengumpulkan bahan- bahannya.


Bi Ijah melihat majikannya lihai dalam memasak merasa takjub, Nyonyanya yang cekatan dalam memasak membuat tidak membutuhkan waktu lama, makanan pun sudah selesai.


Saskia meminta bantuan kepada pelayan lainnya untuk menghidangkan menu sarapan di meja makan, sementara Saskia ingin menemui Bima yang dipikirannya bahwa hari ini Bima tidak akan ke kantor karena kata ibu mertuanya, Bima sedang kelelahan.


Bima Terbangun dari tidurnya, dilihat jam di dinding menunjukkan pukul 07.00 Pagi, Bima yang terlambat bangun dengan keterburuannya segera ke kamar mandi. Tidak butuh waktu yang lama, Bima pun kembali keluar. Dengan menggunakan handuk sebatas pinggangnya dan handuk kecil di tangan untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


Bima membiarkan bagian dadanya terbuka sambil bercermin. Dengan santainya dia menggunakan pakaian yang telah di sediakan Saskia di tempat tidur. Saskia yang baru masuk ke kamar merasa terkejut dan menjerit melihat Bima yang tidak menggunakan pakaian sama sekali. Dia menutup matanya dan membalikan badannya untuk menutupi rasa malunya.


Bima merasa ketika dia berpakaian ada yang melihatnya, dia pun segera mengambil handuk yang di jatuhkannya dan membalikan badannya. Ternyata Bima lupa bahwa dia sudah menikah, dengan ketidak sadarannya, Bima membentak Saskia dan menyuruhnya keluar dari kamar.


Saskia yang baru pertama kali di bentak merasa sedih, dia pun menangis dan keluar dari kamar. Ibu yang mendengar teriakan Bima dari dalam kamarnya segera datang menyusul ke kamar. Dilihatnya menantunya menangis di depan pintu.


Mama yang tidak tahu permasalahannya segera mengetuk pintu kamar Bima. Bima pun membuka pintu dan dilihatnya Mama dan isterinya sedang berdiri di depan pintu dengankeadaan wajah isterinya basah dengan airmata.


Bima baru tersadar bahwa dia sudah menikah, Mama yang merasa ada sesuatu permasalahan di antara mereka segera menatap Bima dan menjewer telinganya. Pandangan Mamanya membuat Bima takut.

__ADS_1


" Apa-apaan ini Bima, baru juga sehari kamu menikah, kamu sudah membentak isterimu," ucap Mama Bima yang memarahi .dan masih menjewer telinga anaknya.


" Sakit Ma, Maaf..., Bima lupa kalau Bima sudah menikah, dia sih masuk sembarangan aja, gak mengetuk pintu dulu," ucap Bima yang kesal diomeli Mamanya.


"Apa lupa..., kamu bilang lupa, Ya Allah Bima... jangan-jangan tadi malam kamu tidur tidak satu ranjang dengan Saskia kan ...Dia itu istrimu Bima, awas kalau Mama lihat Saskia sampai menangis lagi kamu buat, Mama sumpahi kamu akan menyesal di tinggali Saskia," ucap Mama Bima yang geram melihat tingkah Bima.


" Tidak Ma, kami tidur satu ranjang kok, cuma Bima...,"ucap Bima mencoba mengelak perkataan Mamanya.


"Udah jangan banyak alasan, hari ini kamu jangan kerja dulu, Mama ingin cepat punya cucu, tiket bulan madumu sudah Mama siapkan, sekarang kalian cepat sarapan, selesai sarapan kalian langsung berangkat, Mang Amir akan mengantar kalian ke Bandara," ucap Mama Bima dengan antusiasnya.


"Kerjaan Bima banyak Ma, semalam Bima sudah tidak masuk,"ucap Bima mencoba untuk mengelak.


"Jangan membantah, percuma ada orang kepercayaanmu, Papa untuk sementara yang akan menggantikanmu di Perusahaan, ayo cepat sarapan," ucap Mama dengan omelannya.


"Memang Tiket perginya mau kemana Ma?Tanya  Bima kepada ibunya yang berjalan menuju meja makan dan diikuti Saskia di belakangnya.


" Ke Lombok, selama satu bulan," ucap Mama Bima dengan santainya.


"Ha... Satu bulan, bisa bangkrut Perusahaan Bima kalau kelamaan di tinggal, ngapain juga di sana lama-lama,"ucap Bima yang kesal sambil menarik kursinya dan mentap tajam wajah Saskia, Saskia yang di tatap Bima langsing cepat menunduk.


"Bima isterimu di perhatikan dong, sediakan kursinya kenapa kamu lebih mementingkan kursimu sendiri," ucap Mama Bima memandang anaknya yang gak ada pekanya.


 


"Dia kan sudah besar Ma, dia bisa menarik kursinya sendiri," ucap Bima dengan santainya.


" No..no...no... gak bisa gitu, kalian ini menikah dengan calon yang dadakan, tidak saling mengenal dan belum ada benih-benih cinta di dalam hati kalian, jadi kalian harus sering berdekatan. Pokoknya titik, kalian bulan madu Satu bulan, pulang-pulang bawa cucu untukMama ya..."ucap Mama bima dengan bahagianya.


" Kuliah Saskia gimana Ma," ucap Saskia merasa keberatan karena kuliahnya sudah semester akhir.

__ADS_1


" Jangan khawatir orang suruhan Papa sudah mengurusnya," ucap Mama sambil mengambil nasi untuk Papa, dan melirik Saskia yang sudah mengambilkan nasi, sayur dan lauknya ke piring Bima.


Mama melihat menantunya senang, ternyata menantu idamannya sangat telaten mengurus suami. Mereka pun makan dalam diam, Bima terlihat menikmati masakan pagi ini. Dia merasa lahap sehingga dia menambah nasi dua kali. 


__ADS_2