
TOK!! TOK!! TOK!!... pintu kamar diketuk.. "Non Lia, turun sarapan non!!..
"Iya, bentar lagi saya turun bik"
Namaku Dahlia. Umur ku 24 tahun, dan aku seorang mahasiswi tahun ketiga di sebuah Universitas di Indonesia. Aku mengambil jurusan Bahasa dan Sastera Indonesia. Hari ini, adalah hari pertama kuliah ku untuk tahun ini..
Aku mencapai tuala mandi ku. Tanpa terus berlengah, aku masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh badan ku.. Selesai mandi aku mengenakan pakaian untuk ke kuliah lalu mengikat rambutku dengan kemas.. Selesai dandan aku terus keluar dari kamarku untuk turun sarapan..
Saat aku menuruni anak tangga, cupingku dapat menangkap suara mama memanggil bik Ati..
"Bik Ati! Non Dahlianya mana sih, kok belum turun?" Apa udah kamu ketuk pintu kamarnya? sambil jari menghidangkan nasi goreng di atas meja..
"Udah bu, katanya bentar lagi dia turun.." sambil meletakkan air diatas meja makan..
__ADS_1
Aku melangkah dengan lebih cepat dan terus memeluk mama dari belakang.. "Pagi ma" lantas memberikan ciuman dipipi.. "Mama pagi pagi begini udah bikin ribut sih. Emangnya siapa yang hilang?" Aku becanda..
"Anak mama kok jam segini baru turun, ngak ingat hari ini hari pertama kuliah?"
"Ya ingatlah mama, aku kan harus mandi duluan, pakai baju, dandan lagi, masa pergi kuliah ngak mandi sih" Aku menyendok nasi goreng lalu meletakkan di pingganku..
"Kamu tu kalau ngomong pintar sekali ya. Ya udah, kamu sarapan dulu"
"Papa mana ma?" Sambil menikmati nasi goreng...
Sedang aku menikmati nasi goreng, papa datang untuk menyertai aku dan mama di meja makan.. Melihat wajah papa yang lagi sedang mengalami masalah, aku lantas bertanya..
"Muka papa kok cemberut gitu? Lagi ada masalah ya?" Aku bertanya tanda perhatian..
__ADS_1
"Ada apa sih mas? Kantor lagi ada masalah apa?" Mama juga ikutan bertanya ketika papa tidak memberi reaksi atas pertanyaan ku tadi..
Papa meletakkan teleponnya di meja, lalu berkata sesuatu kepada ku.. "Papa harus ke London secepat yang mungkin, kerana perusahaan papa di sana ada masalah. Jadi papa mau kamu tinggal di rumahnya temen papa buat sementara waktu."
Aku berhenti menyuapi nasi goreng ke mulut ku saat papa menyampaikan hal itu kepadaku.. "Loh, kenapa aku harus tinggal di rumahnya temen papa? Emangnya perusahaan papa ada masalah apa sih sampai aku harus nginap di rumah temen papa itu?
"Papa ke sana bukan dua atau tiga hari sayang, kemungkinan besar papa harus tinggal di sana untuk jangka masa yang panjang. Mungkin enam bulan atau setahun atau lebih, makanya papa minta kamu tinggal di rumahnya temen papa untuk sementara aja."
"Ya ampun papa, mama kan ada, bibik juga ada kok sampai aku harus diusir ke rumah temen papa sih.?" Aku jadi bingung dengan penjelasan papa..
"Kerena papa harus tinggal lama di sana, papa buat keputusan mengajak mama kamu untuk ikut papa ke London, bik Ati dan bik Lili pula papa kasi cuti sampai papa kembali lagi ke sini." Papa menoleh ke arah mama untuk minta persetujuan..
"Jadi, mama harus ikut papa ke London?" Mama bertanya untuk lebih kepastian..
__ADS_1
"Iya"..Bicara papa tanpa ragu..
"Apa pa!?" Akalku semakin ngak bisa mencerna semua perkataan yang keluar dari mulut papa..