Kamu Cinta Dalam Puisi Ku

Kamu Cinta Dalam Puisi Ku
Episode 16


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul enam (6) pagi, saat ini Dahlia sudah pun selesai mengenakan pakaian untuk pergi kuliah hari ini.. Seawal jam lima (5) pagi tadi Dahlia sudah bangun.. Setelah selesai Dahlia mencapai tasnya lantas menuju ke pintu kamarnya lalu melangkah keluar dan kembali menutupi pintu kamarnya..


Dahlia terus menuruni tangga untuk pergi ke lantai bawah.. Saat kaki Dahlia sudah menginjak lantai bawah, dia melihat Om Herman dan juga Tante Rosita sedang menikmati sarapan pagi.. 'Leo kok enggak keliatan, apa dia sudah turun kuliah kali yah?' Batin Dahlia seolah-olah tertanya tentang keberadaan Leo.. Tanpa berpikir lagi, Dahlia terus melangkah ke arah Om Herman dan juga Tante Rosita..


"Selamat pagi Om, Tante." Dahlia menyapa terlebih dahulu dengan memberi senyuman kepada Om Herman dan Tante Rosita..


"Oh, selamat pagi Dahlia." Om Herman membalas dengan wajah yang tersenyum juga..


"Selamat pagi juga Lia. Ayo duduk, sarapan bareng." Dengan wajah yang tersenyum manis, Tante Rosita menjemput Dahlia untuk sarapan pagi bersama..


"Makasih Tante." Dahlia dengan tenang menarik bangku dan duduk bertentangan dengan Tante Rosita..


Sarapan pagi itu adalah mee goreng, telur mata dan air kopi yang telah disediakan oleh Tante rosita sendiri.. Sememangnya Tante Rosita itu sangat suka dan rajin memasak orangnya, bik Ina itu kerjaannya hanya membantu menyediakan barang-barang masakan yang diperlukan oleh Tante Rosita..


"Dahlia kuliahnya jam berapa sayang?" Tante Rosita menyoal sambil menuangkan air kopi ke dalam gelas Om Herman..


"Lia kuliahnya jam sembilan (9) Tante." Kata ku sambil menyuapkan mee goreng ke dalam mulutku.. 'Wahh, enak.' Batin Dahlia memuji keenakan masakan Tante Rosita..


"Kalau gitu kamu pergi kuliahnya sama Leo aja." Bicara Tante Rosita itu membuat Dahlia hampir saja tercekik saat mendengar nama Leo..


'Jadi dia belum turun kuliah. Aduh, baru aja kepikiran mau naik taksi.' Batin Dahlia mengeluh kecil..


"Leo mana Tante?" Aku bertanya dengan memandang wajah Tante Rosita..


"Leo masih ada di kamarnya, tadi udah dipanggilin sama bibik, bentar lagi dia turun, kamu tunggu yah." Tante Rosita tersenyum kepada ku..


"Oh iya, tadi itu Tante nyuruhin bibik panggilin kamu turun sarapan juga, tapi kamu enggak jawab." Sambung Tante Rosita lagi..


'Pantasan aja aku dengar kaya ada orang yang ngetuk pintu kamarku.' Batin Dahlia berbicara..

__ADS_1


"Oh, waktu itu Dahlia lagi ada dalam kamar mandi, jadi Dahlia enggak denger kalau lagi bibik manggilin Lia." Aku mencoba untuk memperjelaskan keadaan yang sebenar..


"Pantasan aja kamu enggak jawab. Yah sudah, kamu selesaikan sarapannya, Tante mau pergi le depan melihat bunga-bunga Tante." Tante Rosita berdiri meninggalkan aku dan juga Om Herman di meja makan..


Aku melihat Om Herman sedang asik membaca korannya, lalu aku menyambung kembali suapanku..


"Dahlia, apa kamu senang tinggal di rumah Om?" Om Herman tiba-tiba bertanya kepada ku.. 'Mungkin korannya sudah habis dibaca.' Dahlia berbisik dalam hati..


"Dahlia seneng kok Om." Aku menjawab dengan jujur.. Sesaat itu aku mendengar seperti bunyi bangku yang sedang ditarik dan saat aku menoleh ke arah bunyi itu, aku melihat Leo sudah berada di sebelah ku.. 'Kapan dia datang, kok enggak ada bunyi suara sih. Ngagetin aja.' Batin Dahlia berbicara sebal..


"Yah sudah, kalau begitu Om tinggalkan kalian berdua, Om mau melihat Tante di depan." Tanpa menunggu reaksi ku, Om Herman pantas saja berdiri dari tempat duduknya lalu memulai langkah untuk pergi kepada Tante Rosita..


'Kok aku ditinggalin sama dia sih.' Batinku seakan ingin menangis karena tidak mau ditinggalin sendirian dengan Leo..


Ketika ini Leo duduk menghadap kepadaku.. 'Ngeliatin kok gitu sih.' Batin Dahlia hilang ketenangan saat Leo tidak berhenti menatapnya..


"Leo, kamu mau sarapan yah?" Dengan senyuman, aku bertanya kepada Leo untuk memecahkan kesunyian antara kami berdua..


Hati Dahlia seakan terbakar saat mendengar apa yang diomongin oleh Leo, wajahnya pula berubah merah karena berasa malu dengan kata-katanya Leo itu tadi..


"Enggak lucu kali." Dahlia berbicara dengan suara yang halus agar tidak bisa didengari oleh Leo..


Dahlia memberikan pinggan kepada Leo, dan mendekatkan mee goreng agar Leo bisa mencapainya..


Tanpa menoleh ke arah Leo, Dahlia menyambung lagi suapan mee goreng ke dalam mulutnya setelah berhenti ketika melayani karenah Leo sebentar tadi..


Dengan pantas Dahlia menyelesaikan sarapannya, dan lantas membawa pinggannya ke dapur untuk dibersihkan.. Niat sebenar Dahlia itu adalah untuk menjauhi diri dari Leo agar enggak terus-terusan sakit hati..


Leo memandang pemergian Dahlia ke dapur dengan ekor matanya.. Sesaat itu Leo tersenyum sendirian.. 'Udah gede gitu masih lagi ngambek, kaya anak kecil aja.' Batin Leo berbisik sambil tangannya melakukan suapan ke mulutnya..

__ADS_1


Selesai sarapan Leo mulai berdiri dari tempat duduknya, saat ini Dahlia berada di ruangan tamu sambil menanti Leo selesai sarapannya.. Dahlia melihat sosok Leo melangkah ke arahnya, dan ini membuat Dahlia merasa deg-degan di jantungnya saat Leo berjalan dan menatap tepat ke arah matanya..


'Leo ganteng juga orangnya yah.' 'Enggak kok, dia itu cuman biasa-biasa aja.' 'Yah elah, ayo ngaku aja bilang yang Leo itu ganteng. Haha.' Batin Dahlia seolah-olah sedang memprovokasi dirinya sendiri.. 'Ciss, aku lagi mikirin apa sih.' Dahlia menepis bisikan hatinya..


"Bengong apa, lagi mikirin pacar?" Leo menyoal dengan wajah yang dingin dan ada senyuman sedikit pun..


Dahlia sedikit kaget mendengar suaranya Leo, karna terlalu jauh melayani perasaannya sendiri, Dahlia enggak sadar bahwa Leo sudah berada di hadapannya saat ini.. 'Aduh, bisa-bisanya aku mikirin orang ini. Memalukan aja.' Batin Dahlia mengomel..


"Apa kamu lagi sakit yah?" Leo mengeraskan lagi suaranya ketika Dahlia tidak memberi reaksi atas pertanyaannya yang tadi itu..


Dahlia kaget lagi buat kali keduanya.. "Eh, enggak kok, apa kamu sudah siap." Dahlia menyoal sedikit takut..


"Gue itu dari tadi berdiri di hadapan lo, masa gue belum siap. Apa kamu yang belum siap kali yah, ada yang ketinggalan? Otak lo, ada enggak?" Kali ini Leo menyoal dengan hati yang sangat sebal karena dicuekin dari tadi.. 'Emang gue ini kayu apa?' Marah Leo di dalam hati..


Dahlia menatap Leo dengan tatapan yang super sakit hati banget.. 'Orangnya lagi nanyain baik-baik kok dibilang sampe segitunya. Dasar laki-laki enggak punya hati.' Hati Dahlia meluahkan sakit hatinya..


"Enggak usah ngeliatin gitu kali. Yah sudah, ayo berangkat kuliah." Leo dengan pantas memotong tatapan Dahlia yang membuatnya tidak keruan.. 'Dia lagi marah, kok keliatannya suka sih? Gua sakit kali yah? Ciss!' Leo berbicara di dalam hati..


Dahlia lantas mencapai tasnya di kursi, lalu melangkah dengan cepat tanpa memberikan reaksi kepada omongan Leo tadi.. 'Sakit hati.' Batin Dahlia..


Leo tersenyum melihat tingkah Dahlia.. 'Ngambek mulu..' Batin Leo berkata sambil mengekor langkah Dahlia..


"Dahlia, Leo!! Kalian lagi mau berangkat kuliah yah?" Terdengar suara Tante Rosita memanggil dan keduanya menoleh ke arah Tante Rosita yang sedang menyiram pohon bunganya manakala Om Herman masih setia dengan korannya sempat menoleh ke arah Dahlia dan Leo..


"Iya nih ma." Jawab Leo singkat..


"Iya Tante, Om, Dahlia sama Leo berangkat kuliah dulu yah." Dahlia berusaha untuk tersenyum walaupun dalam hatinya itu masih merasa kesal terhadap Leo..


"Yah sudah, kalian hati-hati yah." Tante berbicara ramah dan penuh perhatian..

__ADS_1


"Leo, bawa motornya yang pelan yah!" Om Herman mengingatkan Leo..


"Iya pa. Kita berangkat dulu pa, ma." Leo menghabiskan bicaranya lalu melangkah ke arah motornya, aku mengekori Leo dari belakang..


__ADS_2