Kamu Cinta Dalam Puisi Ku

Kamu Cinta Dalam Puisi Ku
Episode 15


__ADS_3

Tiga (3) hari telah berlalu, dan selama tiga (3) hari itu juga Dahlia hanya duduk di rumah karena cuti kuliah.. Sepanjang cuti kuliah Dahlia tidak melihat bayangan Leo, karna setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Dahlia coba untuk menghindari dirinya daripada bertemu mata dengan Leo karna rasa malu yang masih bersarang di hatinya itu masih menebal dan ditambah lagi dengan perlakuan Leo yang tidak mempedulikan pertanyaannya tempoh hari.. Dicuekin mulu..


Saat ini Dahlia masih berbaring di atas kasurnya, walaupun jam pada ketika ini sudah menunjukkan pukul tujuh (7) pagi dan matanya sudah terbuka sepenuhnya, namun Dahlia masih tidak punya tenaga untuk bangun, Bukan karena dirinya malas, tapi otaknya saat ini sedang memikirkan cara bagaimana untuk tidak bertemu dengan Leo..


Hari ini hari terakhir untuk Dahlia cuti kuliah, besok pagi dia harus mulai kuliah lagi, dan sudah tentu Dahlia akan bertemu dengan Leo, karena tante Rosita telah memberitahu Dahlia bahwa Leo yang akan bertanggung jawab untuk menghantar dan mengambil ku pulang kuliah..


Dahlia mengingat kembali perbicaraannya dengan tante Rosita kelmarin ketika sama-sama menyiapkan makan tengahari di meja dapur..


"Dahlia, tante mau nanya, apa kamu suka tinggal di rumahnya tante?" Tante Rosita memulai perbicaraan sambil jarinya mengupas kulit buah nenas untuk dijadikan pencuci mulut..


"Dahlia suka kok tante." Jawab ku tanpa ragu.. Sememangnya aku sudah mulai betah tinggal di rumahnya tante Rosita walaupun baru tiga (3) hari tinggal di rumah ini setelah pemergian mama dan papa ke Kota London, karna tante Rosita dan om Herman itu sangat baik dan mesra sekali dengan ku, itu membuatkan aku selesa bersama dengan mereka.. Cuman satu makhluk itu saja yang buat aku kaya enggak ada di rumah ini..


Terkadang dia menatap ku dengan tatapan yang lembut, terkadang dia melayani ku dengan penuh kemesraan, tetapi ada waktu dia masih sombong dan egois..


Tanpa sadar, wajah Leo memenuhi ruangan dalam pandangan mata dan pikiran Dahlia.. 'Loh, kok bisa aku mikirin tuh orang sih. Gue lagi sakit kali yah.' Batin Dahlia berbicara..


"Baguslah kalau Dahlia suka tinggal di rumah ini, tante bukan apa-apa, cuman takut aja Dahlia masih enggak betah tinggal di sini, lagi-lagi tinggal sama orang yang enggak punya hati kaya Leo itu." Bicara tanta Rosita itu menyadarkan Dahlia dari terus terbawa dengan angannya sendiri..


"Enggak apa-apa kok tante, Lia udah biasa dengan perlakuannya Leo." Bicara Dahlia seakan menjaga perasaan tante Rosita..


"Cuman sekarang ini, Dahlia harus belajar naik bis untuk ke kampus aja tante, yah selama Dahlia kuliah itu Dahlia dianterin sama supirnya papa aja, jadi enggak tau deh pergi kampus sendirian." Dahlia tersenyum karena ingin menutupi rasa malunya..

__ADS_1


"Tentang itu Dahlia enggak usah khawatir sayang, tante udah nyerahin tugas nganter dan menjemput kamu pulang kuliah sama Leo, jadi kamu enggak usah repot-repot nungguin bis nya." Bicara tante Rosita itu cukup membuatkan Dahlia hilang kata-kata sama sekali..


'Dianter dan dijemput sama orang itu, enggak mungkin kali, bisa-bisa aku diomelin terus sama tuh orang.' Batin Dahlia berbisik..


"Apa Leo setuju sama rencana tante itu?" Dahlia menyoal inginkan kepastian.. 'Pasti saja tuh anak ngebantah, yah enggak mungkinlah dia mau buang-buang waktunya buat aku. Pasti." Batin Dahlia berbicara sendiri..


"Yah, pertama-tama itu Leo enggak mau sih."


'Nah, benarkan tebakan aku tadi.' Batin Dahlia terusan berbisik..


"Tapi, setelah tante paksain, akhirnya Leo setuju sama rencana tante itu " Tante Rosita seolah-olah tersenyum puas ketika mengatakan perkara itu..


Dahlia terus diam tanpa kata.. Enggak percaya kali dengan apa yang didengarnya dari omongan tante Rosita barusan..


"Enggak ada repotnya kok Lia, lagian kalian itu kan kuliahnya di kampus yang sama, makanya tante nyuruhin Leo pergi bareng sama kamu. Kan lebih senang'" Tante mengakhiri bicaranya..


"Tapi kan Tan, Dahlia sama Leo itu beda kos-kosan, pasti saja jadwal kita berdua itu juga beda, masa Dahlia harus ngerepotin Leo waktu dia lagi cuti kuliah, kan kasian. Mungkin saja waktu Leo lagi cuti dia pengen nyiapin tugasannya. Ya Enggak?" Dahlia mencari akal lagi setelah yang satu tadi ditolak mentah-mentah sama Tante Rosita..


"Sayang, kamu sih perhatian banget sama Leo." Dahlia tersenyum mendengar pujian dari Tante Rosita.. 'Tante, aku itu bukan perhatian sama Leo, aku cuman mau lari dari dia. Hehe.' Batin Dahlia tertawa seneng..


"Tapi ada bener juga sih apa yang kamu bilang tadi. Yah sudah, waktu Leo liburan kuliah, Lia bisa naik taksi aja dari sini, kalau naik bis kayanya susah sedikit buat Lia, karna perjalanan mau ke bus stop itu jauh dari rumah ini." Tante Rosita seakan memberikan green light pada Dahlia dan itu membuatnya merasa ingin melompat keriangan..

__ADS_1


'Yeahhh!!!' Hati Dahlia bersorak sendiri..


"Dahlia naik taksi aja deh Tante, takut nanti kalau naik bis bisa-bisa Dahlia nyasar lagi gara-gara enggak tau jalannya." Wajah Dahlia melukis senyuman paling indah pada saat itu..


"Terserah kamu sayang. Yah sudah, tolongin Tante letakkan buahnya di meja makan yah." Tante Rosita memberikan buah nenas yang sudah siap di bersihin dan dipotong itu kepada Dahlia..


Dengan senang hati Dahlia melaksanakan tugas yang diberikan oleh Tante Rosita itu..


Tok!! Tok!! Tok!!


Ketukan pintu itu menyadarkan Dahlia daripada lamunannya dari tadi.. Saat dia melihat jamnya, ternyata jam sudah menunjukkan pukul delapan (8) pagi.. Angannya terlalu berlebihan nih..


Dahlia bangun lalu turun dari kasurnya untuk pergi melihat siapa yang mengetok pintu kamarnya tadi..


Pintu kamar Dahlia buka, dan wajah Leo muncul depan matanya.. Tatapan mata Leo saat ini sangat mengerikan buat Dahlia.. 'Nih orang kaya enggak ada perasaan aja, ngelihatin aku kaya aku ini pohon kayu buruk aja. Cis.' Batin Dahlia ngomel sendiri..


"Sarapan." Saat melihat wajah Dahlia, Leo dengan cepat melunasi tugasan yang diberikan oleh Tante Rosita iaitu memanggil Dahlia turun sarapan dengan mempamerkan wajah dan suara yang dingin sekali..


'Emangnya lo tuan Puteri apa sampai-sampai gue harus panggilin lo tiap hari.' Batin Leo mengomel..


Dengan wajah yang dingin juga, Leo meninggalkan Dahlia yang masih berdiri di balik pintu kamarnya..

__ADS_1


'Kapan penyakitnya itu bisa baikan kali yah.' Dengan gelengan lembut di kepala, Dahlia menutup kembali pintu kamarnya, untuk membersihkan dirinya sebelum turun sarapan..


__ADS_2