
DALAM BILIK KULIAH
Ketika sedang menunggu dosen datang untuk memulai kuliah, aku sempat termenung dan mengingat kembali semua tentang perbicaraan antara aku dengan papa tadi pagi. Aku merasakan aku lagi bermimpi, tapi nyatanya aku salah, itu adalah kenyataan yang sebenar yang perlu aku terima dengan penuh keterpaksaan.. Aku melepaskan keluhan ku dengan hati yang berat sehingga temen baik ku Fisyah yang duduk disebelah ku mendengar keluhan ku itu, lantas bertanya kepada ku...
"Lia! Loh kenapa sih, keliatannya seperti ada masalah?.. Apa barusan loh diputusin pacar yah?.. Temenku bertanya dengan penuh perhatian tetapi masih sempat mengusikku lantas ketawa dengan sendirinya.. Dasar..
"Pacaran juga ngak pernah, apa lagi diputusin pacar.. Loh tu kan kalau nggak ngutuk ngutuk gue kehidupan sehari-hari loh sepertinya nggak sempurna yah!?.." Bicaraku ku sebel.. Udah sebel ditambah sebel lagi, bisik hatiku..
"Aduh Dahlia!! Chill dong, gue cuman becanda doang kok, masa hal segitu aja loh jadi sebel sama gue?.. Emangnya loh lagi ada masalah apa sih, ayo dong ceritain ke gue.. Katanya sahabat".. Temenku ku bertanya kepadaku dengan penuh perhatian..
Karena ingin mengurangi kekacauan dalam hati dan fikiran ku, aku mengambil keputusan untuk menceritakan semua hal kepada temenku itu..
__ADS_1
Sebelum memulai cerita, aku menghela nafas yang dalam lalu menghembusnya.. "Gue diusir dari rumah oleh papa sama mama gue Fi".. Bicaraku dengan wajah yang penuh kesedihan..
"Ha!! Diusir??.. Emangnya loh bikin salah apa sama papa sama mama loh".. Temenku keliatan kaget saat aku mengatakan hal itu..
Aku segera menceritakan hal yang sebenarnya kepada Fisyah.. "Ceritanya gini nih, perusahaan papa gue yang di London itu lagi ada masalah, jadi papa gue harus pergi ke sana dan papa gue bilang kemungkinan besar dia harus tinggal di sana untuk menyelesaikan masalah perusahaannya itu".. Bicaraku kepada Fisyah dengan penuh semangat..
"Loh! Terus kenapa loh harus diusir? Apa kaitannya sama masalah perusahaan papa loh?".. Fisyah keliatannya jadi bingung dengan apa yang aku bicarakan kepadanya..
"Kok gitu sih? Di rumah loh kan ada bibik juga?.. Fisyah jadi ngak bisa mencerna semua hal yang telah aku ceritakan..
"Bibik gue dikasih cuti sampai papa sama mama pulang ke Jakarta kembali".. Bicaraku dengan keluhan..
__ADS_1
"Oh gitu yah? Baru ngerti gue".. Kata Fisyah dengan menganggukkan kepalanya tanda dia sudah mengerti dengan masalah yang sedang aku alami..
"Terus, kapan papa sama mama loh berangkat ke London? Dan loh kapan pergi ke rumah temennya papa loh itu, emangnya loh kenal siapa temen papa loh itu?".. Fisyah bertanya kepadaku tanpa henti.. Nanyain soalan seperti dikejar hantu aja, bicara hati ku..
"Lagi dua hari Fi, dan gue nggak kenal sama sekali dengan temen papa gue itu. Argh!!! Jadi sebel deh gue sama papa gue, kok bisa nyuruh anaknya sendiri tinggal di rumah temennya, temennya itu gue nggak kenal siapa lagi".. Bicaraku dengan hati yang sebel.. Kalau aja kak Rio ada di sini pasti gue nggak bakalan disuruh tinggal di rumah orang yang gue nggak kenal.. Arghh!! Papa!!
"Sabar yah Lia, maaf gue nggak bisa bantu loh dalam hal ini".. Fisyah coba menenangkan perasaan ku..
Saat aku ingin meluahkan perasaan lebih dalam kepada temenku, tiba-tiba dosen masuk ke dalam bilik kuliah. Nggak sadar jam kuliah udah mulai..
"Ayo semua, kuliahnya kita mulai".. Dosen memulai kuliah tanpa membuang waktu dan aku seakan tidak berada dalam bilik kuliah saat ini.. Aku merasa permulaan hidup aku pada tahun ini nggak akan lancar seperti tahun-tahun yang lalu.. Aduh!! Aku harus konsentrasi, nggak boleh nyerah.. Ayo Dahlia, kamu pasti bisa!! Bisik hatiku..
__ADS_1