Kamu Cinta Dalam Puisi Ku

Kamu Cinta Dalam Puisi Ku
Episode 7


__ADS_3

"Dahlia, ini kamarnya kamu tante udah siapin semuanya, lemari pakaian ini kamu boleh guna untuk nyimpen baju-baju kamu yah. Nah, mulai sekarang kamu boleh tidur di kamar ini." Tante Rosita membuka pintu kamar yang bakal aku duduki.. Aku menganggukkan kepalaku ketika mendengar bicara tante Rosita.. Cantik sekali kamarnya.. Desis hatiku sendiri..


Om Herman memberikan tas milikku..


"Terima kasih om." Om Herman menganggukkan kepalanya dan tersenyum atas pengucapan terima kasih ku kepadanya..


"Oh yah, sebelum tante lupa, kamar sebelah kamu ini kamarnya Leo, kamarnya tante sama om ada di lantai bawah, jadi kalau Lia ada perlu apa-apa Lia bisa ngomong terus ke Leo yah, kalau ngomong ke tante sama om juga nggak apa-apa kok." Kakiku seakan terpaku di lantai saat tante Rosita bilang kamarnya Leo cuman berada di sebelah aku.. Cuman sebelahan pintu.. Desis ku sendiri..


"Dahlia, apa kamu baik-baik aja?" Tante Rosita mungkin merasa aneh melihat aku yang tidak memberi reaksi atas omongannya tadi..


"Dahlia baik-baik aja kok tante." Aku berusaha untuk tersenyum agar tante Rosita dan om Herman nggak merasa aneh melihat perlakuanku yang kaya patung barusan..

__ADS_1


"Kalau begitu Dahlia tunggu sebentar yah, tante coba panggilin Leo." Tanpa menunggu reaksiku, tante Rosita terus melangkah keluar dengan penuh semangat untuk memanggil Leo.. 'Ngapain juga perlu dipanggil tuh orang sih?' Desis hatiku..


"Dahlia, apa kamu kurang senang sama Leo?" Tiba-tiba om Herman membuka bicara, sepertinya om Herman dapat melihat kegusaran yang terlukis di wajahku saat ini, aku menjadi kurang enak dengan pertanyaan om Herman itu..


"Enggak kok om, Dahlia senang kok, cuman takut Leo yang bakalan nggak suka liat Lia di sini." Aku berbicara dengan penuh hati-hati agar om Herman tidak merasa kecil hati dengan omongan ku..


"Hahaha!!." Om Herman tertawa saat mendengar omongan ku.. 'Aduh om Herman, kok malah ketawa sih?' Desis ku sendiri..


"Itu anak bukan kurang mesra, tapi emang nggak mesra. Dasar belagu." Omonganku itu hanya didengari oleh ku.. Yah nggak mungkin la aku ngomong begitu sama om Herman, bisa-bisa aku diusir lagi..


Tidak lama kemudian, tante Rosita muncul kembali bersama Leo yang mengikuti di belakangnya.. Kok mukanya kaya barusan ketelan buah asam aja sih, jelek banget.. 'Pasti otaknya udah dicuci nih sama tante Rosita.. Muahaha!!!' Aku tertawa dalam hati sendiri..

__ADS_1


Leo memandang tepat ke arahku dan perlakuannya itu membuatkan aku kembali nggak keruan.. Ah! Aku kenapa sih.. Desis hatiku.. Aku melarikan mataku daripada terus bertatapan dengan Leo..


"Leo, untuk pengetahuan kamu, Dahlia bakal tinggal dengan kita, dan dia akan tinggal di kamar ini. Jadi, kalau nanti Lia butuh pertolongan kamu, kamu bantuin dia yah."


"Ha!!! Tinggal di sini?" Leo kaget dengan perkhabaran yang barusan didengari dari mulut tante Rosita.. Ngapain juga sih ni orang tinggal di sini, bikin mata gue sakit aja.. Desis hati Leo..


"Leo, tolong jaga sedikit tingkah lakunya. Emang kenapa kalau Dahlia tinggal di sini?" Tiba-tiba om Herman bersuara setelah sekian lama berdiam diri.. Mungkin om Herman nggak betah melihat perlakuannya Leo barusan..


'Kok reaksinya sampai kaya gitu sih, emang aku nggak bisa apa tinggal di sini?' Hatiku berbicara sendiri..


"Leo, Dahlia harus tinggal di sini untuk sementara waktu, karena mama sama papanya Dahlia lagi ada urusan di luar negara. Jadi, mama sama papanya Dahlia minta dititipi Lia sama kita. Enggak ada masalah kan?" Tante Rosita menerangkan semua kepada Leo..

__ADS_1


Leo keliatannya udah pasrah saat mendengar bicara tante Rosita.. Dengan kata lainnya, Leo terpaksa rela ngikutin semua kata-kata tante Rosita..


__ADS_2