Kamu Cinta Dalam Puisi Ku

Kamu Cinta Dalam Puisi Ku
Episode 17


__ADS_3

Dua (2) minggu sudah berlalu, dan selama dua (2) minggu itu jadwal kuliah ku penuh sekali, kuliah pagi dan kuliah sore, yah biasalah, awal mulai kuliah emang jadwal penuh sih.. Setelah dua (2) minggu berperang dengan kuliah, akhirnya hari aku dapat merehatkan otak dan tubuhku selama cuti kuliah satu (1) minggu ini..


"Aku mau ngapain yah selama satu (1) minggu ini, apa cuman duduk di rumah aja? Wahh, bisa-bisa otak ku nggak berkembang lagi karena kelamaan duduk di dalam rumah." Dahlia bermonolog sendirian di dalam kamarnya.. Setelah pulang kuliah sore tadi, Dahlia langsung naik ke kamarnya untuk mandi, setelah itu membawa tubuhnya baring di atas kasur untuk menghilangkan lelahnya..


Jam menunjukkan pukul empat (4) sore ketika ini, Dahlia masih lagi berada di atas kasurnya, namun saat ini mata Dahlia sedang tertutup rapat, ketiduran setelah beberapa menit membaringkan tubuhnya..


_____________________________________________________


Oleh karena terlalu lelah, Dahlia tidak menyadari bahwa jam pada waktu ini sudah menginjak pukul delapan (8) malam, dan seharusnya ini adalah waktunya makan malam namun Dahlia masih berada di alam mimpinya..


Tok!! Tok!! Tok!!


Pintu Dahlia diketuk dengan kuat, Dahlia tersadar dari tidur karena kaget saat mendengar bunyi ketukan di pintu kamarnya lalu Dahlia berjalan menuju ke pintu kamarnya untuk melihat siapa gerangan di sebalik pintu kamarnya itu..


Quakkk!!...


Pintu kamar Dahlia buka dengan perlahan, dan wajah bik Ina muncul di depan matanya ketika ini dengan senyuman di bibirnya..


"Dahlia, Bu Rosi nyuruhin bik Ina panggilin nak Lia turun makan malem." Bicara bik Ina kepada Dahlia..


"Makan malem bik?" Dahlia menyoal heran..


"Emangnya sekarang udah jam berapa bik? Kok awal banget makan malamnya hari ini?" Dahlia menyoal lagi..


"Waduh nak Lia, awal apaan, sekarang ini tuh udah jam delapan (8) malem nak Lia. Ya ampun." Bik Ina menggelengkan kepalanya melihat Dahlia yang keliatannya masih dalam mood tidurnya..


"Ha!!!" Terbelalak mata Dahlia saat mendengar omongan bik Ina.. 'Udah jam delapan (8) malam.' Bisik hati Dahlia..


"Ya ampun, Lia ketidurannya berlebihan bik, sampai-sampai hari udah malam juga Lia nggak sadar. Yah udah, bentar lagi Lia turun. Makasih yah bik Ina." Dahlia berasa enggak enak atas keterlanjurannya sendiri..


"Yah sudah, kalo gitu bibik turun duluan yah.' Bik Ina segera pamitan dan meninggalkan Dahlia yang masih berdiri di pintu..


Dahlia segera melangkah ke kamar mandi untuk menyegarkan wajahnya sebelum turun untuk makan malam..


_____________________________________________________

__ADS_1


Dahlia menuju ke pintu kamarnya setelah selesai dari kamar mandi tadi..


Quakkk!!!


Pintu kamar Dahlia buka, pada ketika itu juga Dahlia mendengar pintu Leo dibuka dari dalam, dan sesaat itu sosok tubuh Leo berada di hadapan Dahlia..


Dahlia dan Leo saling bertatapan untuk beberapa saat.. Setelah itu, dengan pantas Dahlia memalingkan wajahnya daripada terus menatap wajah Leo, lalu menuruni tangga untuk pergi ke lantai bawah..


Leo kembali mengatur langkahnya untuk turun ke lantai bawah.. Saat kaki Leo menyentuh lantai bawah, dia melihat Dahlia sudah pun duduk di bangku meja makan.. Bu Rosita dan Pak Herman juga sudah berada di ruangan makan ketika ini.. Tanpa menangguhkan waktu, Leo terus melangkah menuju ke ruangan makan..


Sampai di ruangan makan, Leo menarik kursi dan duduk dengan tenang di sebelah Dahlia..


Dahlia menoleh sekilas ke arah Leo yang duduk di sisinya ketika ini.. 'Apa Leo baru bangun juga?' Hati Dahlia menyoal..


"Kalian berdua itu sama yah, udah jam segini baru bangun. Makan malem udah siap baru muncul kalian berdua. Tidurnya berlebihan. Emangnya kalian berdua banyak tugasan kuliah yah?" Suara Tante Rosita memecah kesunyian..


"Maaf Tante, Dahlia enggak sadar hari itu udah malam gini. Terlalu capek karena selama dua (2) minggu itu kuliah terus." Dahlia berbicara dengan wajah tersenyum malu..


"Yah sudahlah, ayo kita makan aja, kasian sama mereka, pasti mereka lagi capek banget. Selesai makannya, kalian berdua sambung istirahat aja." Om Herman memasuki perbualan antara aku dan Tante Rosita..


"Yah sudah, ayo makan." Kata Tante Rosita..


_____________________________________________________


Selesai makan, aku kembali ke kamarku.. Sebetulnya tadi itu aku ingin membantu bik Ina bersih-bersih di dapur, tapi ditegah sama Tante Rosita karena melihat diriku yang keliatan capek.. Yah, aku memang masih mau tidur sih.. Benar-benar kecapean..


Leo juga sudah kembali ke kamarnya setelah selesai makan malam.. Tadi itu sebelum pulang ke kamar, Leo sempat bertanya kepadaku.. Mengingat kembali perbicaraan dengan Leo..


Quakkk!!!


Baru saja pintu kamarku aku buka, Leo memanggil namaku..


"Dahlia!" Suara Leo kedengaran.. Rupanya Leo mengekori Dahlia dari belakang ketika Dahlia ingin pulang ke kamarnya..


Dahlia menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.. 'Leo? Mau apa dia?' Suara hati Dahlia berbunyi..

__ADS_1


"Iya. Ada apa?" Tanya Dahlia..


'Apa, gue harus tanya dia sekarang yah?' Leo berbisik sendirian.. 'Tanyain aja deh.' Bicara Leo lagi..


"Gue mau nanya, minggu depan itu pas habis cuti kuliah, apa lo ikutan camping?" Leo bertanya dengan penuh keyakinan..


Dahlia keliatan bengong.. 'Camping?' Soal Lia dalam hati..


Leo menggelengkan kepalanya ketika melihat wajah Dahlia seperti orang lagi sakit.. 'Nanya soalan mudah kaya gitu aja udah kaya orang lagi enggak siuman. Parah.' Gerutu Leo..


"Gue itu nanyain soalan yang gampang aja, tapi kok lo itu lagi kaya orang mau jawab soalan peperiksaan aja?" Leo melepaskan kata hatinya..


"Kamu tadi nanyain tentang apa sih? Camping apaan yah? Setahu aku, aku itu udah ngikutin camping waktu tahun pertama aku masuk kuliah. Jadinya aku bingung kamu itu nanyain camping yang mana?" Dahlia menjelaskan kesulitan pikirannya saat ini..


"Apa lo nggak masukin nama kamu sebagai volunteer? Itu kan bagus buat lo?" Leo menerangkan lebih dalam tentang pertanyaannya kepada Dahlia..


"Ohhhhh..." Bibir Dahlia itu memuncung sedikit saat menyebut perkataan itu..


Leo yang melihat kelakuan Dahlia itu tadi menjadi malu.. Kenapa gue harus malu sih.. Emang lagi sakit yah.. Gerutu Leo di dalam hati..


"Kalau kamu nanyain tentang itu sih, yah aku ikut.. Namaku juga udah ku tulis dalam senarai penyertaan sebagai volunteer. Seperti yang kamu bilang tadi, itu kan bagus buat aku.. Bagus buat kamu juga kok. Kamu, apa kamu ikutan juga?" Dahlia berbalik menyoal kepada Leo..


"Gue ikutan juga, karena gue ingin mengambil foto-foto floral sama fauna nantinya untuk gue masukin dalam proyek gue." Leo menjelaskan dengan terperinci kepada Dahlia..


"Oh gitu yah." Dahlia menganggukkan kepalanya tanda mengerti..


"Jangan lupa lo, ntar ketinggalan lagi gara-gara ketiduran kaya tadi." Leo mengingatkan Dahlia..


"Kamu juga sama tuh." Dahlia membalas kembali kata-kata Leo..


"Yah sudah, ayo pulang ke kamar lo, gue juga mau istirahat nih. Ketemunya minggu depan aja. Malem." Leo melangkah meninggalkan Dahlia dan masuk ke kamarnya..


_____________________________________________________


"Hahaha..."

__ADS_1


Dahlia tertawa sendirian di atas kasurnya apabila mengingat kembali omongan Leo itu tadi.. "Ketemunya minggu depan aja. Ngantuk kali yah tuh orang." Dahlia terus tersenyum.. Tanpa sadar, mata Dahlia mulai tertutup pelan-pelan dan sesaat saja Dahlia sudah tidak menyadarkan diri lagi (Ketiduran)..


__ADS_2