
Setelah dua puluh lima (25) menit perjalanan dari rumahnya Leo, akhirnya aku dan Leo sampe di universitas, tapi Leo hanya menurunkan aku di bahagian belakang universitas karena Leo bilang dia nggak mau anak-anak kuliah yang lainnya melihat aku datang kuliah bersamanya (Leo).. 'Bilang aja kamu nggak mau pacar kamu ngeliatin kamu sama perempuan lain.' Desis hati Dahlia.. Nadanya seperti ada yang cemburu.. 'Aku cemburu? Yah, enggak kali, ngapain juga aku cemburu?' Hati dan otaknya Dahlia seolah-olah nggak bisa kompromi saat ini..
Dahlia melihat jam udah pukul tiga sore, kuliah hari ini mulai jam tiga, tiga puluh menit (3.30 pm).. Saat ini Dahlia harus berjalan kaki untuk sampe ke depan pintu universitas.. Beberapa menit kemudian, Dahlia akhirnya nyampe benar-benar dihadapan pintu universitas, dengan keadaan yang sedikit lelah, Dahlia menyambung kembali langkahnya menuju ke bilik kuliah. Baru saja Dahlia ingin memulai langkahnya, sosok tubuh seseorang menghalanginya daripada terus melangkah..
Baru saja Dahlia ingin memarahi orang itu, tapi niatnya itu segera dihapuskan, karena orang yang ada di hadapannya saat ini bukan orang lain, cuman Leo.. Saat ini Dahlia melihat wajahnya Leo seperti orang yang lagi enggak puas hati dengan sesuatu.. 'Emangnya aku lagi ada salah apa sama dia?' Desis hati Dahlia yang penuh persoalan..
"Kenapa?" Soal Dahlia dengan tatapan yang dingin.. 'Maun apa lagi nih orang?' Soal hati Dahlia sendiri..
"Loh kuliahnya habis jam berapa?" Leo bertanya dengan muka yang nggak ada perasaannya.. Leo dapat melihat perubahan wajah Dahlia seakan heran dengan pertanyaannya barusan..
__ADS_1
"Hello Leo, mama lupa mau bilang, entar kalau kamu udah habis kuliahqa, Dahlia jangan ditinggalin yah, kamu harus pulang bareng Lia, okay sayang." Leo mengingat kembali perbicaraannya dengan tante Rosita sebentar tadi..
"Loh, kenapa Leo harus pulang bareng sama dia sih ma, emangnya dia enggak bisa pulang sendiri apa, kok malah nyusahin Leo?" Bicara Leo kepada tanta Rosita dengan suara yang sedikit dikeraskan. 'Benar-benar nyusahin gue aja tuh orang!!' Leo membentak di dalam hati..
"Leo!! dengerkan mama, mulai saat ini Leo harus pergi kuliah dan pulang ke rumah bareng Dahlia. Ngerti nggak?" Tante Rosita membalas katanya Leo dengan suara yang keras.. Leo enggak bisa membantah bicara tante Rosita lagi..
"Leo, kamu dengerin mama nggak?" Soal tante Rosita lagi ketika Leo tidak memberi sebarang reaksi dengan bicaranya tadi..
"Udah deh ma, Leo mau kuliah dulu." Leo mematikan teleponnya setelah usai berbicara dengan tante Rosita.. Saat ini Leo merasa sebel dengan Dahlia.. "Gara-gara dia gue harus ngikutin kata-kata mama!" Bentak Leo sendirian dengan hati yang kesel..
__ADS_1
"Oh, aku kuliahnya habis jam empat tiga puluh menit (4.30 pm). Kuliah ku cuman satu jam aja. Emangnya kenapa?" Soal Dahlia yang bingung melihat tingkah Leo yang keliatannya lagi mikirin sesuatu aja.. 'Lupa makan obat kali yah?' Kutuk hati Dahlia..
"Yah udah, gue tunggu loh di tempat tadi." Tempat dimana Leo menurunkan Dahlia pas udah nyampe di universitas (Belakang universitas)..
"Jangan telat. Awas, kalau telat dikit gue tinggalin loh." Sambung Leo lagi dengan memberi amaran Dahlia.. Tanpa menunggu sebarang reaksi dari Dahlia, Leo terlebih dahulu udah melangkah pergi meninggalkannya. "Harus diomongin terus, kalau enggak bisa-bisa kepala gue di injak lagi." Bicara Leo sendiri saat udah melangkah jauh dari Dahlia..
Dahlia yang baru sahaja ingin membalas bicaranya Leo terpaku sendirian, dia seakan nggak percaya Leo terus pergi tanpa menunggu bicara dari dirinya.. 'Benar-benar keterlaluan yah nih orang, emangnya nggak punya hati apa?' Desis hati Dahlia Sendirian..
Dahlia melihat jam di tangannya, udah jam tiga dua puluh menit (3.20 pm).. Dahlia kaget setelah melihat jamnya..
__ADS_1
"Yah ampun, lagi sepuluh menit kuliah ku mulai, bisa-bisa aku telat lagi." Lantas Dahlia berlari dengan sepenuh hatinya menuju ke bilik kuliah..
'Semua gara-gara dia!" Bentak hati Dahlia..