
Beberapa menit kemudian tante Rosita muncul kembali, dan di belakangnya itu ada sosok tubuh yang tinggi dan sedikit sasa mengekori tante Rosita dari belakang.. Wajahnya itu tidak kelihatan kerna dia menunduk saat dia menuruni tangga.. Yah, tentu saja itu Leo. Hatiku bicara sendiri..
Sesaat kemudian tante Rosita dan Leo udah ikutan bergabung dengan kami.. Ketika ini aku mengambil kesempatan untuk melihat wajahnya Leo.. Wajahnya itu putih dan sangat bersih sepertinya dia tahu menjaga ketrampilan dirinya.. Rambut itu sedikit panjang namun tetap rapi, pantas aja dia ganteng.. Aku Leo memuji dalam diam..
Tiba-tiba, dengan tidak sengaja mataku telah bertemu dengan tatapan matanya Leo lantas detak jantungku menjadi kencang, kaya orang yang barusan dikejar anjing aja.. Aku melihat matanya Leo itu tidak berhenti daripada melihat ke arahku.. Ah, kenapa sih dia ngeliatin aku seperti itu, emangnya ada sesuatu yah di wajahku..
"Leo! Ini om Indra dan istrinya tante Marina. Kamu masih ingat nggak sama mereka?".. Om Herman bertanya kepada Leo..
"Masih".. Singkat aja jawaban yang diberikan oleh Leo kepada om Herman.. Sepertinya, apa yang om Herman bilang tentang Leo tadi benar yah, keliatannya Leo tidak banyak bicara.. Leo kembali lagi melihat ke arahku m, dan aku menjadi nggak keruan dengan perlakuannya itu.. Kenapa sih, kaya orang yang nggak pernah lihat cewek cantik aja, bicaraku di hati..
__ADS_1
"Apa kabar om, tante?".. Leo mulai bersuara lagi dengan bertanya kabar mama dan papa lantas terus menyalami tangan orang tuaku..
"Baik-baik aja Leo".. Bicara papa ke Leo..
"Tuh, apa kamu masih ingat sama Dahlia, teman kecil kamu dulu?".. Tiba-tiba tante Rosita bertanya tentang aku kepada Leo.. Yah, tentu saja dia masih ingat sama aku, mama sama papa aku juga dia masih ingat tuh.. Bicaraku sendiri dengan penuh keyakinan..
"Maaf om, tante saya permisi dulu, lagi ada kerjaan kuliah yang harus saya selesaikan".. Leo meminta izin dengan orang tua ku untuk pamit, dan sebelum pergi dia sempat melihat ke arah ku dengan memberi tatapan yang sangat misterius seperti aku ini lagi ada hutang yang belum dilunasi.. Apaan sih?.. Salah makan obat kali yah..
"Aduh, maaf yah pak Indra dan bu Marina atas keterlanjurannya Leo".. Tante Rosita mematikan lamunanku..
__ADS_1
"Dahlia, tante minta maaf di atas sikapnya Leo sebentar tadi".. Tante Rosita tidak berhenti meminta maaf dan terlihat merasa bersalah dan nggak enak terhadap tetamunya gara-gara perlakuan anaknya barusan..
"Oh, enggak apa-apa kok tante".. Aku memberikan senyuman kepada tante Rosita agar dia merasa lebih lega.. Saat ini aku merasa bakalan ada perang yang berlaku di antara aku dan Leo.. Aku membuat kesimpulan sendiri..
"Maaf yah Indra, Leo itu nggak pernah kurang ajar sama siapa-siapa, tapi nggak tahu tadi dia itu kenapa, mungkin kerana masih mikirin peristiwa dulu kali yah".. Peristiwa dulu? Peristiwa apaan sih? Emangnya ada hubungannya sama aku?.. Aku melihat ke arah om Herman kerana ingin bertanya tentang peristiwa yang disebutnya barusan, tapi mulutku seakan kaku nggak bisa mengeluarkan soalan yang ingin aku tanyakan itu..
"Yah sudahlah, lupakan saja, lagian anak zaman sekarang itu emang sukar dimengerti, sama aja kaya Dahlia nih".. Papa melihat ke arahku..
"Loh, kok Dahlia sih?".. Aku jadi heran saat papa menyebut namaku dan melihat wajahku yang bertukar cemberut, ruang tamu rumah itu dipenuhi gelak tawa mereka berempat.. Ini semua gara-gara papa nih..
__ADS_1