
Ketika ini, aku hanya tinggal berdua sama Leo, Tante Rosita dan Om Herman udah turun ke lantai bawah. Aku melihat Leo sudah melangkah ke arah pintu kamarku, ku kira dia ingin keluar tapi ternyata dia menutupi pintu kamarku lalu menguncinya.. 'Loh, kenapa pintunya dikunci sih, ayo keluar aja sana, emangnya dia lagi mau ngapain sampai kunci-kunci pintu segala' Bentak hatiku..
Leo kembali melangkah ke arahku.. Aku melihat wajahnya itu tiada sedikit pun senyuman saat dia melangkah mendekati diriku.. Aku mulai takut dengan perlakuannya Leo yang tidak berhenti melangkah, lantas kakiku kuangkat untuk melangkah ke belakang untuk menjauhi Leo, tapi nasib ku itu kurang baik, baru aja melangkah tubuhku udah tersandar di lemari baju yang ada dalam kamar itu..
Tanpa kusadari Leo udah semakin dekat denganku..
"Stop!!!" Aku mengangkat tanganku untuk menghalangi Leo dari terus mendekat kepadaku, dan aku nggak sadar bahwa tanganku itu udah menyentuh dadanya Leo, lantas aku menarik kembali tanganku.. 'Aduh, dia maunya apa sih' Desis hatiku yang semakin nggak senang dengan keadaan kami berdua..
"Kamu maunya apa sih?" Akhirnya aku mengeluarkan suaraku untuk bertanya dan memberanikan diri untuk menatap wajahnya.. 'Aduh, dekat banget' Detak jantungku semakin kencang.. 'Bisa-bisa aku lemas nih, aku butuh pelampung sekarang' Bicara hatiku..
__ADS_1
Leo tersenyum saat melihat wajah Dahlia yang semakin memerah.. Baru dekat begini dia udah malu.. Bisik hati Leo.. Leo tiba-tiba mendapat ide untuk mengenakan Dahlia, dengan tenang Leo mengangkat kedua tangannya lalu menempelkan di lemari tempat Dahlia bersandar, posisi seperti ingin memerangkap Dahlia.. Dengan beberapa saat saja, wajah Dahlia bertambah memerah lagi.. "Seperti baru habis terkena cahaya matahari aja.. Haha!"
"Ka.. kamu mau ngapain sih".. Dahlia memalingkan wajahnya dan bertanya lagi dengan suara yang gugup karena nggak bisa menyembunyikan perasaannya lagi.. Saat ini dia dapat merasakan hembusan nafasnya Leo yang menyentuh lembut pipinya.. "Aduhhh!!! Maunya nih orang apaan sih".. Hati Dahlia semakin nggak betah..
Leo tersenyum saat Dahlia memalingkan wajahnya dari terus menatap matanya..
"Dengar yah, loh itu cuman tamu di rumah ini, jadi selama loh berada di rumah ini loh jangan coba macam-macam sama gue, jangan berani-beraninya loh minta pertolongan dari gue, karena gue itu nggak suka nolongin orang yang gue nggak kenal dan gue nggak suka.. Mengerti?" Dengan satu nafas aja Leo menghamburkan semua kata-katanya kepada Dahlia..
"Kamu nggak usah khawatir kok, aku itu bukan tipe orang yang suka nyusahin orang lain, lagi-lagi orang yang aku nggak kenal. Jadi kamu santai aja, aku nggak akan nyusahin kamu karena aku nggak kenal sama kamu, aku itu hanya kenal sama orang tua kamu".. Dahlia meluahkan perasaan sebelnya kepada Leo.. Saat ini Dahlia melihat wajahnya Leo bertukar menjadi semakin serius.. Barusan juga dia serius, tapi kali ini keseriusannya bertambah.. Marah kali yah.. Emang gue pikirin.. Desis hati Dahlia..
__ADS_1
Leo yang tadinya senang melihat wajahnya Dahlia berasa sakit hati saat Dahlia bilang dia tidak mengenalnya.. 'Berani-beraninya loh bilang loh nggak kenal gue'.. Marah hati Leo..
"Sepertinya loh sudah lupa." Leo sedikit tertawa, dan tawanya itu seperti dipaksa, mungkin karena sakit hati dengan kata-katanya Dahlia barusan..
"Aku lupa? Lupa apaan? Apa maksud kamu?" Dahlia menjadi bingung saat mendengar bicara Leo.. 'Aku lupa apaan sih?' Hati Dahlia bertanya sendiri..
"Enggak apa-apa, selama loh di sini, gue akan bantuin loh ngingetin semua hal tentang kita berdua." Leo tersenyum, dam senyumannya itu keliatan ngeri.. 'Gue akan membuat loh ingat semua dan gue akan pastiin loh minta maaf sama gue.' Hati Leo berbicara sendiri..
Leo menurunkan tangannya lalu berpaling dan terus melangkah ke pintu kamarnya Dahlia lalu membuka pintu lantas meninggalkan Dahlia yang sedang kebingungan.. Leo tersenyum, tapi senyumnya tampak sedih dan kecewa..
__ADS_1
Setelah Leo sudah pergi meninggalkan Dahlia, Dahlia terus merebahkan tubuhnya di atas kasur.. Kasurnya itu enak sekali, tapi pikiranku nggak bisa lari dari terus memikirkan kata-kata Leo sebentar tadi.. 'Aku lupa apa sih? Emangnya apa pernah terjadi antara aku dan Leo? Kapan?' Otak Dahlia hanya bersoal jawab sendiri.. 'Aduh!! Nanti jam tiga (3) aku ada kuliah lagi.. Arghhh!!! Stress!!!' Bentak hatinya Dahlia..
Tanpa sadar, Dahlia tertidur di atas kasur..