
Ketika ini Dahlia berada di belakang universitas sedang menunggu Leo datang mengambilnya.. Lima belas (15) menit telah berlalu namun Leo masih belum datang menjemputnya.. Usai kuliah tadi Dahlia terus berjalan ke belakang universitas tanpa membuang waktu, Dahlia menyangka Leo sudah ada di tempat yang mereka janjikan tapi bayangan Leo tidak keliatan..
Dahlia merasa khawatir harus menunggu Leo sendirian..
"Leo mana sih, apa dia sudah pulang duluan?" Dahlia seakan ingin menangis apabila mendengar ucapannya sendiri..
"Lia, apa loh mau pulang bareng gue?" Dahlia mengingat kembali perbicaraannya dengan Fisyah di bilik kuliah setelah kuliah mereka udah berakhir.. "Enggak deh Fi, hari ini ada yang ngambil, sorry yah." Kata Dahlia kepada Fisyah.. "Enggak apa-apa kok, yah udah, kalau gitu gue deluan yah, daaa." Fisyah pergi meninggalkan Dahlia yang masih sibuk nyimpen bukunya..
"Kalau aja aku nerima ajakannya Fisyah tadi, pasti aku enggak bakalan sendirian di sini.. Aduh, Leo mana sih, nomor teleponnya aku enggak ada lagi. Argh!!" Bentak Dahlia sendirian..
Saat ini jam sudah hampir menunjukkan pukul lima (5) sore, tapi bayangnya Leo masih juga belum kelihatan.. 'Apa aku balik naik taksi aja kali yah?' Desis Dahlia.. 'Oh iya, aku telepon tante Rosita aja, nanyain apa Leo sudah ada di rumah.' Dahlia terus mengambil teleponnya yang ada di dalam tasnya..
Baru sahaja ingin menekan nomor tante Rosita, tiba-tiba Dahlia didatangi oleh dua (2) orang laki-laki yang tidak dikenalinya.. Dahlia merasa takut dengan keadaan itu, karena saat itu tidak ada orang lain yang berada di sekitar tempatnya itu..
"Hai cantik, kamu lagi ngapain sendirian di sini?" Salah satu dari laki-laki yang datang itu bertanya kepada Dahlia.. Orangnya keliatan sedikit rendah dan tubuhnya kecil dan rambutnya sedikit panjang berbanding dari laki-laki yang satu lagi yang keliatan tinggi dari dirinya dan kepalanya itu gundul.. Tubuhnya juga sedikit sasa..
"Nih cewek cantik lagi nungguin kita kali yah?" Laki-laki yang bertubuh sasa itu menjawab soalan yang ditanya oleh temannya sendiri.. Tiba-tiba, kedua-dua mereka saling tertawa.. Dahlia memeluk tasnya karena semakin merasa tidak aman..
__ADS_1
"Kalau gitu, ayo cantik jalan bareng sama abang berdua." Kedua-dua laki-laki tersebut ingin mencapai tangan Dahlia, namun Dahlia dengan pantas menepis sentuhan dari mereka..
"Maaf, aku enggak kenal kalian berdua, lebih baik kalian pergi." Bicara Dahlia dengan suara yang dikeraskan.. Dahlia sedikit menjauh dari laki-laki itu..
"Aduh cantik, enggak usah takut sama abang berdua, abang berdua itu orangnya baik kok." Laki-laki si kepala gundul itu berbicara lagi, kali ini dengan lebih dekat kepada Dahlia.. Saat ini kedua laki-laki itu semakin dekat kepada Dahlia, sehingga Dahlia tidak punya ruang untuk melarikan diri.. 'Leo....' Hati Dahlia seakan memanggil namanya Leo..
Tanpa Dahlia sadari, dua orang laki-laki tersebut sudah memegang tangannya, dan itu membuatkan Dahlia kaget lantas teriak minta dilepaskan..
"Lepaskan saya!!!" Mata Dahlia sedikit berkaca, dan air matanya sedikit mengalir karena takut dengan kondisi saat ini..
Sedang laki-laki itu ingin membawaku pergi, sebuah motor datang menghampiri lantas berhenti di sisi ku dan di sebelah kedua laki-laki itu.. Aku melihat orang yang empunya motor itu.. 'Leo..' Desis hatiku..
"Kalian siapa? Mau apa sama perempuan ini?" Soal Leo kepada laki-laki tersebut dengan suara yang lantang.. Aku merasakan saat ini Leo keliatan sangat marah dengan kedua laki-laki itu.. Aku sendiri merasa takut saat mendengar suaranya Leo..
"Kami berdua cuman pengen berteman sama tuh cewek. Emangnya loh siapa, enak-enakan aja ngerampas hak milik orang lain." Laki-laki bertubuh besar itu membalas kembali kata-kata Leo.. 'Ihh!! enak-enakan aja bilang aku ini miliknya dia. Lagi depresi kali yah nih orang gara-gara ditinggalin pacar.' Desis hati Dahlia sendirian..
"Perempuan ini pacarnya gue tau!!" Aku kaget saat Leo mengatakan bahwa aku adalah pacarnya.. 'Apa enggak ada alasan lain, bilang aja aku adiknya kek, saudaranya kek, kok pacar juga yang dipilih.' Mindaku seakan berkata-kata.. 'Yah elah, bilang aja kamu juga suka.' Saat ini hatiku pula yang berbicara.. 'Ah, gawat, aku kenapa lagi nih?' Soal ku sendiri..
__ADS_1
"Jadi lebih baik kalian berdua cepat pergi dari sini atau gue telepon polisi!" Leo memberi amaran kepada kedua laki-laki itu, mungkin karna takut dengan ugutan Leo, kedua laki-laki itu lari tanpa menoleh lagi ke arah kami..
Aku menarik nafas ku saat kedua laki-laki itu sudah hilang dari pandangan mataku.. Ketika ini tubuhnya Leo sudah berpaling kepada ku, dan matanya menatap ke arah wajahku.. Aku tidak mampu berbicara saat dia memandang ku.. Saat ini juga jantungku seakan bergendang kuat, seolah-olah sedang memainkan lagu.. 'Aduh, kok ngeliatin kaya gitu sih, aku kan jadi malu sendiri.' Hatiku berbisik lembut..
"Loh enggak apa-apa?" Soal Leo dengan suara yang lembut dan tangannya memegang lengan Dahlia saat ini.. 'Kok, gue rasa khawatir segini sih?' Hati Leo menyoal sendiri..
"Enggak apa-apa kok. Terima kasih yah." Bicara Dahlia sambil tersenyum kepada Leo..
Leo seperti terkena kejutan listrik saat melihat senyuman Dahlia sampai matanya tidak mampu lari dari terus menatap wajah Dahlia.. 'Aduh, gue kenapa lagi nih, liat senyumannya aja udah kaya orang kena santet, enggak bisa bergerak. Bisa gawat nih.' Hati dan minda Leo semakin tidak stabil..
"Loh udah jam segini kok belum pulang sih, nasib aja gue sempet nyampe di sini, kalau enggak bisa-bisa loh jadi santapan mereka berdua tadi." Bicara Leo yang masih merasa cemas dengan kejadian tadi dan sebenarnya coba untuk mengawal hatinya yang lagi sedang tidak keruan..
"Kamu juga yang nyuruh aku nungguin kamu di sini, kalau bukan karna nungguin kamu, pasti aja aku itu udah pulang ke rumah duluan. Emangnya kamu ke mana juga sih?" Membalas bicara Leo dengan perasaan sebelnya..
Leo mulai sadar atas khilafnya sendiri.. "Gue minta maaf, tadi gue ada perbicaraan dengan teman-teman gue tentang proyek yang coba kami hasilkan." Dengan rasa bersalah Leo menerangkan kepada Dahlia..
"Yah udah, ayo kita pulang." Dahlia hanya menganggukkan kepalanya saat Leo mengajaknya pulang dan tersenyum lagi saat Leo memakaikan topi keledar di kepalanya..
__ADS_1
Senyumannya itu seperti lukisan yang paling terindah yang pernah gue liat.. Desis hati Leo sambil tersenyum di balik topi keledarnya..