
Setelah mengambil masa selama tiga puluh lima menit perjalanan, akhirnya kami tiba di hadapan rumah temennya papa lantas papa membunyikan hon mobilnya, dan seketika kemudian muncul sosok tubuh yang dimiliki oleh seorang lelaki.. Ini pasti temennya papa itu.. Tebak hatiku.. Saat pintu pagar dibuka, papa memarkir mobilnya di parkiran rumah temennya itu lantas papa, mama dan aku keluar dari mobil..
Saat kakiku mendarat di halaman rumah itu, mataku tidak berhenti melihat rumah yang bakal aku diami. Rumahnya gede banget, cantik lagi, banyak pokok-pokok bunga yang cantik. Sepertinya orang yang empunya bunga ini mempunyai minat yang sama seperti mama yaitu menanam dan menjaga bunga kerena di rumah aku itu terlalu banyak bunga yang mama tanam, dan bunga yang mama paling suka itu adalah bunga Dahlia, dan dari situ juga namaku diciptakan.. Dahlia.. Hatiku berbicara sendiri..
"Herman, my man, sudah lama nggak ketemu, apa kabar kamu sahabat?".. Sambil itu papa bersalaman lantas berpelukan dengan temennya tanda menghargai pertemuan mereka itu..
"Kabar ku baik-baik saja Indra, seperti yang kamu lihat sekarang ini. Kamu bagaimana, sihat-sihat saja? Bu Marina apa khabar? Ayo kita masuk ke dalam, Istri ku lagi ada di dapur nyiapin kopi".. Temen papa membawa kami ke ruang tamu rumahnya..
"Saya sama istri saya bagus-bagus aja kok".. Papa menjawab pertanyaan pak Herman..
Saat aku menjejakkan kakiku ke dalam rumah itu.. "Wowww" bisik hatiku.. Dekoratif dalam rumahnya itu bagus banget cantik lagi..
__ADS_1
"Ayo, silahkan duduk Indra, bu Marina. Dan ini pasti Dahlia bukan?".. Ketika aku lagi melihat suasana rumah itu, aku kaget saat temen papa menyebut namaku. Apa dia kenal sama aku? Aku hanya bertanya dalam hati..
"Aduh, ngerepotin bu Rosita aja nyiapin kopi".. Mama berbicara kepada wanita yang sedang membawa air lalu meletakkan di atas meja minum yang ada di hadapan kami.. Bu Rosita? Hatiku berbisik..
"Enggak ada repotnya kok bu Marina, cuman kopi doang. Ayo, dijemput minum kopinya".. Bu Rosita duduk disebelah suaminya setelah menuangkan air kopi ke dalam gelas..
"Oh iya, bu Rosita apa kabar yah, udah lama banget kita nggak ketemu".. Mama bertanya kabar kepada bu Rosita..
"Ah! Ada-ada aja bu Rosita.. Bu Rosita juga sama masih cantik seperti dulu".. Mama turut memberikan pujian kepada bu Rosita..
"Yah harus bu Marina, sememangnya kita harus menjaga penampilan diri kita, kerna takut nanti ada yang lari kalau wajah kita menjadi kedutan".. Bu Rosita dan mama saling tertawa..
__ADS_1
"Oh iya, sebelum terlupa. Dahlia, ini Om Herman temen papa dan istrinya tante Rosita.. Apa kamu masih ingat sama om Herman dan tante Rosita?" Aku jadi bingung saat papa bertanya soalan itu kepadaku..
"Dahlia, ini papa sama mamanya Leo loh. Leo itu temen sepermainan kamu waktu kamu masih kecil, dan kamu itu sering ke rumah mereka kerna ingin main bareng sama Leo, apa kamu sudah lupa sama mereka?".. Saat mama menceritakan hal itu, aku berasa sedikit malu dan mulai mengingati siapa om Herman. Leo? Udah lama nggak ketemu sama dia, dia ada di mana sekarang. Aku hanya bertanya soalan itu pada diriku sendiri.
"Ya ampun, maaf om, tante Lia nggak ingat, udah lama nggak ketemu jadi kelupaan deh".. Lantas aku menyalami keduanya.. "Maaf banget yah om, tante".. Kataku lagi setelah selesai menyalami mereka, kerna aku merasa bersalah karena tidak mengenali mereka dari awal..
"Enggak apa-apa, lagian kita emang udah lama nggak ketemu".. Om Herman berbicara ramah dengan ku..
"Ngomong-ngomong Leonya mana, kok nggak keliatan?".. Papa bertanya kepada om Herman..
"Leo lagi ada di atas dalam kamarnya. Dari kecil Leo itu nggak banyak bicara, udah gede makin susah diajak ngobrol tu anak, kerjanya itu suka menyendiri".. Bicara om Herman membuat aku jadi semakin penasaran sama Leo.. Seingat aku, waktu kecil dulu Leo itu seorang yang sangat mesra dan suka diajak ngobrol. Sekarang dia bagaimana yah? Aku jadi penasaran.
__ADS_1
"Sebentar, mama coba panggilkan Leo".. Bicara tante Rosita itu membuat aku jadi deg-degan.. Bagaimana dia sekarang, apa masih gendut seperti waktu kecil dulu yah. Aku tertawa di dalam hati.. Leo..