
Tepat jam lima tiga puluh (5.30) menit sore Leo dan Dahlia sampai di rumah.. Tanpa dipinta, Dahlia turun dari motor Leo lantas membuka helmet di kepalanya dan memberikan kepada Leo..
"Leo, aku masuk duluan yah." Kata Dahlia dengan wajah yang tersenyum terus.. Tanpa menunggu reaksi Leo, Dahlia mulai melangkah.. Setelah berjalan beberapa langkah, Dahlia berhenti dan berpaling kembali ke arah Leo..
"Leo!" Sedikit teriak saat memanggil namanya Leo..
Leo yang baru saja turun dari motornya terus melihat ke arah Dahlia dengan tatapan penuh persoalan.. 'Mau apa lagi sih, katanya mau masuk duluan.' Desis hati Leo yang sedikit berjauh hati karena Dahlia enggak menunggunya untuk masuk ke rumah bersama.. 'Ngapain juga loh mau marah sama dia, emangnya loh siapa sampai mau ditungguin.' Saat ini hati dan minda Leo seakan berperang sesama sendiri..
"Makasih yah untuk hari ini." Bicara Dahlia dengan senyuman yang penuh kemanisan.. Lantas menyambung kembali langkahnya dengan perasaan yang aneh, tapi bahagia..
Leo yang melihat senyuman yang diberikan oleh Dahlia tadi enggak bisa bergerak, seolah-olah kakinya udah tergam kuat, sampai saja bayangan Dahlia sudah hilang dari pandangannya, dia tetap kaku.. 'Kenapa juga harus senyum-senyum sih, buat hati gue 'sakit' aja.' Kata hatinya Leo..
"Leo!!!" Teriakan suara itu menyadarkan Leo dari terus bermimpi di sore hari.. Tante Rosita memanggil Leo yang dilihatnya tidak bergerak dari motornya itu.. "Ngapain juga berdiri di sana kaya pohon kelapa? Lagi mikirin apa juga tuh anak?" Tante Rosita berbicara sendiri saat melihat Leo mulai melangkah masuk ke dalam rumah..
Ketika Leo ingin menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya, tante Rosita memanggil namanya untuk kali kedua..
"Leo!!" panggil tante Rosita yang saat ini lagi duduk di ruang tamu.. Leo menoleh ke arah tante Rosita..
"Leo ngapain berdiri di luar kaya pohon kelapa aja, Leo lagi ada masalah apa sayang?" Bicara tante Rosita yang keliatan khawatir melihat kondisinya Leo..
"Leo baik-baik aja kok ma." Balas Leo dengan suara yang dikawalnya.. 'Mama, bisa-bisanya nyamain anak sendiri sama pohon kelapa. Gue udah terlebih ganteng begini masih juga dibilang kaya pohon kelapa.' Desis hati Leo yang memuji dirinya sendiri.. 'Dasar enggak tau malu kamu.' Otak Leo seakan mengutuk tuanya sendiri..
__ADS_1
"Yah udah kalau kamu baik-baik aja. Oh iya, kok kamu sama Lia pulangnya lambat sih, bukan kuliahnya cuman satu (1) jam aja?" Tante Rosita bertanya lagi kepada Leo.
"Yah, tadi itu aku lagi ada perbicaraan sama teman-teman pas habis kuliah. Dahlia pulang lambat karna nungguin Leo aja." Bicara Leo kepada tante Rosita..
"Ma, Leo naik ke kamar duluan, mau bersih-bersih." Sambung Leo lagi dengan meminta izin kepada tante Rosita..
"Yah udah, kamu istirahat aja dulu, entar makan malamnya mama nyuruh bibik panggilin aja, yah." Tante Rosita melepaskan Leo untuk kembali ke kamarnya.. Tanpa membalas bicara tante Rosita, Leo terus melangkah menaiki tangga untuk pulang ke kamarnya..
Tiba sahaja di kamar, Leo melepaskan tasnya di atas kasur, lantas mengambil tuaka mandinya dan menuju terus ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya..
Beberapa menit berlalu, Leo muncul kembali, setelah usai mandi lalu mengenakan pakaian ditubuhnya..
Pintu kamar dibuka, muncul tubuh Dahlia di balik pintu kamarnya, dan dengan perlahan Dahlia menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah.. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul tujuh tiga puluh menit (7.30 pm) sebentar lagi waktunya untuk makan malam..
Setelah kaki Dahlia menginjak lantai bawah, dia terus menuju ke arah dapur dengan niat untuk membantu Tante Rosita menyiapkan hidangan makan malam.. Saat ini mata Dahlia dapat menangkap sosok tubuhnya tante Rosita yang sedang menyiapkan sesuatu.. Dahlia dengan cepat mendekati tante Rosita..
""Tante lagi ngapain?" Oleh karena pertanyaan Dahlia yang secara mendadak itu, tante Rosita menjadi kaget dan sedikit teriak karena sergahan dari Dahlia sebentar tadi..
"Ya ampun Dahlia.... Bikin tante kaget aja kamu. Nasib aja jari tante enggak kepotong nih." Bicara tante Rosita yang sedikit kaget dengan menunjukkan buah tembikai yang sedang dipotongnya..
"Aduh, Dahlia minta maaf tante, Dahlia enggak sengaja, Dahlia ingat tante udah sadar kedatangan Lia." Dahlia menyusun jarinya di hadapan tante Rosita dan memohon maaf atas keterlanjurannya tadi..
__ADS_1
"Aduh kamu itu, tante enggak marah kok sayang, tante itu cuman kaget aja. Yah sudah, tolongin tante hantar buahnya ke meja makan, setelah itu tolongin tante panggilin Leo di kamarnya. Bisa kan?" Tante Rosita memberikan buah tembikai yang sudah selesai dipotongnya dan disusun rapi di dalam pinggan kepada Dahlia.. Dahlia menyambut pinggan yang berisi buah tembikai itu dengan penuh hemah.. Tanpa membuang waktu Dahlia membawa buah tembikai itu dan meletakkannya di atas meja makan..
"Tante, apa Dahlia harus panggilin Leo sekarang?" Dahlia bertanya lagi untuk lebih kepastian atas arahan yang diberikan oleh tante Rosita kepadanya sebentar tadi.. 'Apa bener tante Rosita mau aku panggilin Leo? Bibik kan ada, kenapa enggak disuruh bibik aja yang manggil, kok malah aku yang disuruh? Bisa-bisa aku dimarah sama Leo.' Dahlia sempat berbisik dalam hatinya..
"Yah sayang, panggilin Leo sekarang, bentar lagi kita mau makan malam bareng nih." Tante Rosita muncul dari dapur dengan membawa air jus di tangannya lalu meletakkan di atas meja makan..
"Baik tante, kalau gitu Lia panggilin Leo dulu." Dahlia terus menuju ke arah tangga untuk pergi memanggil Leo yang berada di kamarnya saat ini.. 'Aduhh!! minta-minta aja tuh orang udah makan obatnya.' Kutuk Dahlia sendiri..
Beberapa saat aja, Dahlia sudah berada di depan pintu kamarnya Leo..
Tok!! Tok!! Tok!!
"Leo, makan malam udah siap." Bicara Dahlia dengan sedikit teriak.. 'Aduh, kok enggak ada balasannya sih? Apa dia lagi tidur kali yah?' Bisik Dahlia.. Dahlia mencoba untuk membuka pintu kamarnya Leo.. 'Enggak dikunci kamarnya, masuk aja deh.' Bicara Dahlia lagi..
Saat pintu kamar dibuka, Dahlia melihat Leo masih enak terbaring di atas kasurnya.. "Pantas aja enggak ada responnya, ternyata masih di alam mimpi." Dahlia bicara sendiri dengan suara yang halus..
Kali ini Dahlia coba mendekati Leo di sisi kasurnya..
"Leo, ayo bangun, makan malam udah sial tuh." Bicara Dahlia dan kali ini dengan suara yang lebih keras lagi agar dapat didengari oleh Leo.. Saat Dahlia ingin berjalan sedikit lagi ke kasur Leo, entah bagaimana kaki Dahlia bisa nyangkut di karpet yang ada di dalam kamarnya Leo.
"Buk!!!" Dahlia tersungkur dan tanpa disengajakan Dahlia rebah di atas tubuhnya Leo yang tidur terlentang saat itu, dan itu membuatkan Leo kaget dan tersadar dari tidurnya dan saat ini mata Leo dan Dahlia saling bertatapan sesama sendiri dengan jarak yang sangat dekat..
__ADS_1