
Leo menunggu Dahlia di sofa yang ada di ruang tamu.. Beberapa menit udah berlalu tapi sosok tubuhnya Dahlia masih juga belum keliatan.. Leo melihat jam di tangannya.. "Udah jam dua dua puluh delapan menit nih, kok belum turun juga, kelamaan banget nih orang yah. Enggak apa-apa, masih ada dua menit lagi." Leo berbicara sendirian..
Tante Rosita yang baru keluar dari kamarnya melihat Leo yang lagi duduk di sofa, lalu mendekatinya..
"Leo, kok belum turun kuliah? Dahlia mana?" Soal tante Rosita setelah duduk disebelah Leo..
"Yah, Leo lagi nungguin Dahlia nih ma, kelamaan banget." Leo meluahkan rasa sebalnya kepada tante Rosita..
Tante Rosita baru saja ingin membalas bicaranya Leo, tiba-tiba Dahlia muncul dengan menyandang tasnya sambil tersenyum ke arah mereka..
"Lia udah siap?" Soal tante Rosita kepada Dahlia..
"Udah kok tante. Tante, maaf yah Lia lagi buru-buru nih, takut telat lagi nyampe kuliahnya." Dahlia terus menyalami tangan tante Rosita dan mencium pipi wanita itu..
"Leo, ayo kita pergi sekarang. Bye tante." Tanpa menunggu reaksi dari Leo, Dahlia terus mencapai tangannya Leo dan terus meninggalkan tante Rosita.. Tante Rosita hanya tersenyum melihat tingkahnya Dahlia yang kaya orang lagi main acara lomba lari..
Leo pula kaget dengan perlakuan Dahlia yang memegang tangannya tapi nggak mampu untuk memarahi Dahlia karena dia sepertinya suka diperlakukan Dahlia seperti itu.. 'Kok gue diam aja saat dia pegang tangan gue. Aduhh, kok detak jantung gue laju gini sih.' Bisik hatinya Leo..
"Leo, mobil kamu mana?" Saat ini Dahlia dan Leo udah berada di parkiran, dan Dahlia juga udah melepaskan pegangan tangannya dari Leo dan melihat ke arah mobil yang ada di depan matanya.. Oleh karena Leo nggak memberi reaksi dari pertanyaannya tadi, Dahlia lantas berpaling menoleh ke arah Leo yang ada disebelahnya.. 'Ditanyain malah diem aja sih?' Desis hati Dahlia..
__ADS_1
"Leo?" Dahlia memanggil namanya Leo sambil tangannya melambai-lambai di depan wajahnya Leo, karena dia merasa Leo lagi nggak dengar dengan pertanyaannya tadi..
Saat ini Leo mulai sadar dari lamunannya, dan lantas melihat Dahlia yang lagi heran melihat kelakuannya..
"Leo, kamu nggak apa-apa kan?" Soal Dahlia lagi dengan perasaan yang khawatir..
"Gue enggak apa-apa kok. Kenapa?" Leo bertanya dengan perasaan yang nggak mampu dia jelaskan sendiri.. 'Gue kenapa sih?' Hatinya bertanya sendiri..
"Aku kan nanya, mobil kamu yang mana? Emangnya kita mau pergi kuliah itu naik apa?" Dahlia menyoal untuk kali yang kedua.. 'Mikirin apa sih nih orang?' Dahlia menyoal dalam hati..
"Oh, kita naik itu." Leo menunjuk ke arah sebuah motor yang ada disebelah kereta yang ada didepan mereka..
Leo yang melihat reaksinya Dahlia itu merasa ingin tertawa karena gayanya itu sangat lucu, mukanya jelek banget, namun rasa tawanya tetap ditahan.. 'Emangnya nggak pernah naik motor bike apa?' Leo berbicara sendiri..
"Ngapain bengong, ayo, gue nggak mau telat nyampe kuliah gara-gara loh." Bicara Leo angkuh tapi masih berusaha menahan tawanya.. Saat kaki Leo memulai satu langkah, tiba-tiba tubuhnya terpaku kembali karena tangannya dipegang lagi oleh Dahlia.. 'Aduh, nih orang maunya apa lagi sih?' Bentak hati Leo..
"Ada apa lagi sih?!!" Soal Leo marah..
"Leo, kenapa kita nggak naik mobil aja, kan lebih bagus nggak panas lagi." Bicara Dahlia dengan suara yang dilembutkan.. Namun kenyataannya, Dahlia tidak mau naik motor karena dia nggak punya pengalaman menaiki hewan itu, gede lagi..
__ADS_1
"Mobil ini punya mama gue, dan gue itu nggak punya kartu lesen mobil, yang ada cuman motor aja, lagian gue itu malas pakai mobil pergi kuliah, nggak seru, tau?" Bicara Leo lantas melangkah kembali ke arah motornya.. Saat itu pegangan tangannya Dahlia udah dilepas..
ketika ini Leo udah berada di atas motornya, dan Dahlia masih berdiri tegak kaya tiang listrik..
"Kamu mau naik apa nggak? Yah udah, kalau nggak mau, gue pergi sendiri aja." Bicara Leo lalu menyarungkan topi keledarnya.. Leo baru sahaja menghidupkan motornya, Dahlia dengan cepat berlari ke arah Leo.. Kayanya terpaksa menaiki motornya Leo..
"Topiku mana?" Dahlia meminta topi keledarnya dengan perasaan yang sebal sekali..
Leo memberi topi keledar kepada Dahlia, lantas Dahlia pun memakainya.. Setelah usai memakai topi keledar, Dahlia menaiki motor Leo dengan hati yang terpaksa, karena dia nggak punya pilihan lain lagi selain menaikinya.. Tanpa dipinta, Dahlia terus memegang Leo dengan memeluknya dari belakang..
Leo kaget saat Dahlia memperlakukannya seperti itu.. 'Aduh, nih orang nggak tau permisi apa.' Bicara hati Leo.. Tapi kenyataannya, dia senang dengan keadaan mereka itu..
"Leo, kamu bawanya pelan-pelan yah, aku takut." Dahlia memberi peringatan kepada Leo..
Leo menganggukkan kepalanya..
"Loh udah siap?" Tanya Leo lagi..
Dahlia menganggukkan kepalanya.. Saat Leo melihat reaksinya Dahlia, dia pun memulai perjalanan setelah motornya dihidupkan, saat itu juga Dahlia semakin memperkuat pelukannya terhadap Leo..
__ADS_1