
"Hay pembaca semoga kalian suka ya sama karya aku,ini adalah karyaku yang pertama,aku LOVE BUANGEEEET sama yang namanya baca novel,jd bikin aku pengen juga nulis novel,semoga kalian suka😘😘"
Disebuah desa,tinggallah seorang gadis,yah meskipun usianya sudah cukup untuk berumah tangga yaitu 25 tahun.
Dia adalah Sona indira lestari,gadis desa yang lugu,dan pendiam,tapi kecerdasannya memang diatas rata rata
"aku kasih foto mbk cantik michell zudith yang menurut aku sangat cantik"
Seperti biasa Sona setiap pagi akan pergi ke kebun peninggalan kakeknya,ayah dan ibu Sona adalah seorang petani sayuran yang cukup mempunyai banyak pedagang yang menerima sayuran hasil kebun orang tuanya.
setiap hari Sona bertugas menghitung hasil penjualan dan pengeluaran untuk membeli pupuk,bibit dan lain sebagainya.
Keluarga Sona bukanlah keluarga yang miskin,kehidupannya cukup lumayan,sehingga orang tua Sona dapat menguliahkan Sona hingga lulus S1.
tapi Sona lebih memilih membantu pekerjaan orang tuanya,dibandingkan kalau harus kerja ke kota.
"Sona,kesini sebentar nak,ayah mau bicara sama kamu" ayah Sona bernama brata memanggil Sona yang sedang duduk di ruang an dalam gudang sayur yang biasa Sona gunakan untuk menghitung dan mengecek hasil sayur dari kebun yang akan dikirim ke pedagang.
"iya ayah,ada apa?"jawab Sona.
"Begini nak,kamu tau kan ayah sama ibu udah tua?"lanjut brata.
Sona mengernyitkan dahinya,dia merasa jantungnya berdetak lebih cepat,dia sudah tau pasti ayahnya akan membicarakan soal perjodohan nya lagi.
"Iya ayah,Sona tau,tapi Sona belum berfikiran untuk berumah tangga ayah,Sona masih ingin bersama ayah dan ibu,Sona tidak mau kalau harus berpisah dengan ayah dan ibu"Balas Sona kepada Brata.
"Nak,ayah dan ibu cuma punya kamu sayang,kita tidak punya siapa siapa lagi selain kamu,hanya kamu harapan ayah dan ibu Sona"jawab brata,dengan suara berat dan lirih,dengan mata yang berkaca kaca dia memandang Sona putri semata wayangnya.
"ayah Sona janji,Sona akan melakukan apapun yang ayah dan ibu inginkan,tapi sona mohon,ayah jangan nangis ya!" jawab Sona sembari memegang tangan ayahnya.
"Baiklah nak,dan ayah mengucapkan terima kasih padamu sayang,karna kamu mau menuruti kata ayah,kamu adalah anak yang berbakti,ayah bangga sama kamu nak" jawab brata yang sudah menangis sambil memeluk anaknya.
__ADS_1
Sona hanya bisa diam dalam tangis saat dia dipeluk oleh ayahnya,dalam hati dia tidak mau berpisah dengan orang tuanya,tapi dia juga tidak mau melihat ayahnya sedih dan menangis.
Brata
maafkan ayah nak,ayah juga sayang sama kamu,tapi kami juga ingin kebahagian mu nak,kami ingin melihatmu menikah,bahagia,dan mempunyai anak anak yang lucu,kami ingin punya cucu Sona,kami sangat menyayangi mu(ucap brata di dalam hati)
Sona
Apapun yang ayah dan ibu inginkan,aku akan menurutinya,aku tidak mau melihat ayah menangis,aku ingin mereka bahagia,meskipun entah dengan siapa ayah akan mencari kan ku jodoh,aku tidak perduli,yang penting ayah sama ibu bahagia.
Autor
Bukanya Sona tidak cantik dan tidak ada yang menyukainya,tapi Sona adalah sosok gadis yang pendiam dan tertutup,dia selalu menutup dirinya dari para lelaki yang mengejarnya,sampai sampai orang tuanya kawatir kalau sona tidak tertarik kepada lelaki.
"Sona,ayah kog kalian masih di sini sih,dan kamu Sona,kenapa mata kamu sembab?kamu menangis?" tanya ibu Sona bernama Laila.
Sona hanya terdiam,tidak menjawab pertanyaan ibunya,karna hatinya sudah tegang dan sedih.
"iya sayang,Sona habis menangis" jawab Brata.
"ayah ingin sekali melihat Sona berumah tangga dan hidup bahagia,punya anak anak yang lucu,seperti keinginan kita sayang" jawab brata sembari tersenyum ke arah Laila.
"iya nak,ayahmu benar.kamu harus memikirkan masa depanmu nak,ibu dan ayah akan sangat bahagia bila kamu mau berumah tangga" kata Laila sembari duduk di sebelah Sona yang menangis di pelukan ayahnya.
"iya ibu,ayah.Sona janji,Sona akan menuruti keinginan kalian" jawab Sona.yang masih terhisak tangis di dekapan sang ayah.
"oh iya,udah siang nih,udah waktunya makan siang,ayo kita pulang dulu,pasti Bi Ranti udah nyiapin makanan untuk kita" sela Laila ditengah isakan Sona.
autor
Mereka bertiga lalu berjalan ke arah mobil pick up nya yang berada di garasi gudang.
mereka bertiga duduk di depan dengan posisi Sona berada di tengah,sembari di peluk Laila.
__ADS_1
di perjalanan hanya ada keheningan diantara mereka,yang ada cuma Laila yang terus mengelus kepala Sona dari tadi.
Sampailah mereka di rumah yang lumayan besar,tapi sederhana.dengan pohon jambu air di depan rumah yang cukup rindang,dan pohon mangga yang mengelilingi samping serta belakang rumahnya.serta dengan bunga bunga aglonema yang indah,dan bunga bunga lainya.iya,Sona sangat suka menanam bunga.
Setelah mereka masuk,mereka di sambut oleh bi Ranti,Bi Ranti adalah asisten rumah tangga kami,dia biasa bersih bersih dan memasak hingga waktu sore dia akan pulang kerumahnya.
"Selamat datang ibu,bapak dan juga non Sona " sambut Bi Ranti pada kami.
"siang Bi,Bibi masak apa hari ini?" jawab laila.
"Saya masak sayur asem,sambel terasi,sama goreng ikan,tempe dan tahu bu,saya juga masak ayam kecap kesukaan non Sona" jawab bi Ranti sembari memandang senyum Sona.
"makasih bi,tapi Sona belum lapar bi" jawab Sona sembari berjalan menuju kamarnya.
"Eh,non Sona kenapa bu,pak?kok dia kelihatan sedih" tanya bi ranti dengan raut muka khawatir,bi ranti sangat menyayangi Sona seperti anak kandungnya sendiri,karna bi ranti sudah bekerja di rumah ini selama puluhan tahun.
"nggak apa apa bi,nanti bawakan aja makanan Sona ke kamarnya,dia mungkin sedang merenungkan ucapan kami tadi" jawab laila.
"memangnya bapak sama ibuk bicara apa sama non laila?" tanya bi ranti sambil menunduk karna dia merasa telah lancang bertanya pada majikan ya.
"kami cuma ingin Sona mulai memikirkan masa depan ya bi,kami ingin Sona segera menikah dan punya anak anak yang lucu,bukankah bibi juga menginginkan seperti itu?" jawab brata sembari tersenyum menatap ni ranti.
"iya pak,saya juga berharap non Sona mau segera menikah" jawab bi ranti sambil tersenyum.
"ya udah,kalau ngomong terus kapan makanya? sahut Laila dengan senyuman.
"eh iya bu,maaf kalau saya banyak bicara,silahkan menikmati bu,pak,saya akan menyiapkan makanan buat non Sona dan akan saya bawa ke kamar" kata BI ranti.
"nggak apa apa bi,kami tau kalau bibi juga sangat menyayangi Sona seperti anak bibi sendiri" jawab Laila
bi Ranti tersenyum,dan menyiapkan makanan dalam nampan untuk di bawa ke kamar Sona.
maaf ya kalau ceritanya masih berantakan🤭,maklum baru belajar
__ADS_1
semoga suka