
Para asisten rumah tangga Damor sudah mempersiapkan masakan untuk makan malam Damor dan Sona serta keluarganya.
dan sekarang mereka makan malam bersama.
Sona dengan mengambilkan makan untuk Damor dan Laila mengambil untuk Brata.melihat itu Reno yang dari tadi cuma memperhatikan.Ia langsung menoleh ke arah Sekar yang kini duduk di sebelahnya.
"Ambilkan aku nasi dong Sekar,Seperti mama papa dan Oma Opa."
Sekar hanya tersenyum dan mengambilkan nasi untuk Reno.
"Segini cukup mas?"
"Iya,cukup.makasih ya"
kata Reno dengan senyum manisnya kepada sekar.
semua yang ada di ruangan itu ternyata dari tadi melihat tingkah Reno dan sekar yang ingin menirukan gaya pasangan suami istri itu sontak membuat mereka tertawa.
"Reno,kamu kan bisa ambil sendiri.Nanti kalau Sekar udah sah jadi istri kamu.Tiap hari pasti kamu akan dilayani olehnya"
kata Damor yang tidak langsung merestui hubungan Sekar dan Reno.
"Apa pa?Jadi papa setuju kalau aku ingin hidup dengan Sekar"
kata Reno dengan mata yang berbinar.sekar yang duduk di sebelah Reno pun hanya tersenyum dan tertunduk malu.karena meskipun mereka baru kenal dan belum jadian Sekar dan Reno mempunyai perasaan saling suka.
"Tentu,kalau papa lihat,Sekar anak yang baik"
"Bukan hanya baik Mas,Sekar juga anak yang Rajin dan pandai"
kata Sona memuji sekar.karena Sona sudah mengenal Sekar dari kecil.
"Ah kak Sona terlalu memuji,Sekar kan cuma anak kampung.mana mau Mas Reno sama Sekar!"
Sekar merasa sadar diri kalau dia tidak pantas hidup dengan Reno seorang Pria muda yang sukses dan kaya.dia merasa kalau dia itu orang miskin,dan Ayah ibunya hanya lah seorang buruh di kebun keluarga Sona.
"Siapa bilang Sekar,aku Suka kok sama kamu"
kata Reno dengan nada sedikit berbisik ke kuping sekar.
"Sudah sudah,di lanjut nanti saja bicaranya.ayo kita makan dulu."
Laila menyela percakapan mereka.
merekapun akhirnya makan dengan hikmat dan tenang.Asisten rumah tangga Damor menyiapkan banyak sekali makanan hingga banyak sekali sisanya.
"Wah,sayang sekali ya makanannya masih banyak,nanti biar saya panasi ya Den Damor."
Bibi Ranti merasa sayang dengan makanan yang tidak termakan.
"nggak usah Bi,kan ada asisten rumah tangga.nanti biar mereka yang kerjakan"
"Tapi Den,Bibi kan juga ART."
"Nggak apa apa Bi,bibi di sini kan tamu"
kata Sona.
"Ya udah kalau begitu"
Setelah mereka makan malam Sona Naik ke Kamarnya untuk berganti baju diikuti oleh Damor.Semua keluarga Sona dan Reno sedang berada di ruang keluarga untuk menonton tv.
Setelah Sona sampai di depan pintu kamarnya dia kaget tiba tiba Damor sudah berada tepat di belakangnya.
"Mas,ngagetin aja.mas kok ikut ke atas sih?"
"Memangnya nggak boleh? mau nyamperin istriku sendiri?"
Sona membalas kata kata Damor hanya dengan senyuman.lalu mereka memasuki kamar berdua.Sona membuka lemari pakaiannya dan memilih milih baju tidur yang nyaman untuk ia kenakan.Tiba tiba Damor memeluk tubuh ramping Sona dari belakang dan berbisik di telinganya.
"Terima kasih sayang,karena kamu mau menerima ku menjadi suamimu"
Sona sekejap menahan nafasnya dan seluruh tubuhnya menjadi tegang karena merinding yang ia rasakan.Sona tidak menjawab kata kata Damor.tapi dia lalu membalikkan tubuhnya menghadap Damor dan meletakkan tangannya di belakang leher Damor.karena tinggi badan Damor Sona sedikit berjinjit untuk meraihnya.
"Mas,Sona juga terima kasih karena mas,udah tulus sayang dan cinta sama Sona.dalam hidup Sona baru kali ini Sona mengenal laki laki dan hanya mas yang bisa buat Sona bahagia."
Damor lalu mengangkat Sona dengan mendekap paha Sona dan mendudukkan Sona di kasur king size nya.
Damor lalu berlutut di depan Sona dan mencium punggung tangan Sona.lalu dia berdiri dan menc*um bi*ir Sona,dengan sedikit belum*tnya.Lama lama nafas mereka pun semakin memburu.Damor yang sudah tidak sabar ingin bercinta dengan istrinya pun langsung ia lakukan hingga setelah 20 menit mereka mencapai pelepasannya.tanpa mereka hiraukan kalau di bawah ada keluarga Sona yang sedang menonton tv.
Di ruang tv
"Sekar,aku mau ngomongin sesuatu sama kamu.bisakah kita ngobrol sebentar di taman belakang?"
__ADS_1
Reno yang dari tadi diam,bingung harus ngomong apa saat bersama keluarga Sona .ingin ngomong pribadi dengan Sekar.
"Mau ngomong apa mas Reno?"
"Ayo,kita ke sana dulu"
"Sana Sekar mungkin Reno mau ngomong penting sama kamu"
kata Brata menyuruh Sekar ikut dengan Reno karena Brata sangat percaya sama Reno,kalau Reno anak baik.
"Baik pak"
Sekar lalu mengikuti Reno menuju sebuah ayunan yang berada di pinggir kolam renang samping taman.Reno dan Sekar pun akhirnya duduk di ayunan itu.tiba tiba Reno memegang tangan Sekar.
"Sekar,aku sayang sama kamu"
Reno tanpa basa basi mengungkapkan perasaannya terhadap Sekar.
Sekar hanya terdiam tegang menatap Reno.
"Aku cinta sama kamu dari pertama kita bertemu,aku tau kamu adalah gadis yang sangat baik dan tulus.jadi aku sayang sama kamu.Maukah kamu jadi pacar aku dan kelak jadi istriku?"
Sekar belum bisa menjawab kata kata Reno,mulutnya terasa bungkam karena dia bingung harus menjawab apa,dalam hatinya dia juga suka sama Reno tapi dia masih ingin mengejar cita citanya,untuk Membahagiakan orang tuanya.apa lagi Reno juga membahas tentang pernikahan,jadi istri,sungguh sekar merasa belum siap.
"Kenapa diam Sekar,kamu nggak mau jadi pacar aku?"
"Mas,Sekar masih sekolah kelas tiga.sekar ingin melanjutkan kuliah.dan alhamdulilah sekar dapat beasiswa.kalau masalah menikah sekar belum terfikir untuk ke sana."
"Nggak apa apa Sekar,kita jalanin aja dulu.nikah kan bisa nanti nanti.tapi intinya aku serius ingin hidup bersama kamu.Kamu mau kan?"
Sekar tersenyum ke arah Reno,karena tidak dipungkiri bahwa sekar punya perasaan untuk Reno.
"Iya mas,aku mau jadi pacar mas Reno"
Satu kalimat dari Sekar membuat Reno sangat bahagia,dia langsung mencium punggung tangan sekar dan memeluk Sekar sangat erat.hingga Sekar bingung harus bagaimana,dan sekar takut kalau ada yang melihat mereka sedang berpelukan.
"Mas,lepas dong,nanti kalau ada yang ngelihat gimana?"
"Aku tidak perduli sayang,aku tidak perduli,aku bahagia sekali.Terima kasih ya sayang udah mau menerima ku"
kata Reno sambil melerai pelukannya lalu mencium kening Sekar lama.Mereka menghabiskan waktu kebersamaan mereka dengan saling bertukar cerita.
Di kamar Damor dan Sona.
"Mas,ayo kita turun.nggak enak kan kalau kita lama lama di kamar ini kan baru jam 8 masak udah mau tidur."
"Iya sayang,sebentar lagi."
"Mas,Sona kan nggak pergi ke mana mana.ayo!"
"Iya iya"
Sona dan Damor akhirnya turun mengenakan piyama tidur mereka untuk menghampiri keluarganya di ruang keluarga.
Sona memilih duduk di sebelah Laila dan memeluk nya dari samping.seperti anak kecil yang bermanja manja dengan ibunya.
"Ibu serius banget,lagi nonton apa sih?"
"Sona,Ibu kira kamu tadi sudah tidur karena kecapekan?"
"Nggak bu,tadi Sona cuma beres beresin pakaian Sona sebentar kok"
Alasan Sona,karena dia malu kalau ketahuan dia habis bercinta dengan suaminya.
"Nak Damor,bisa Ayah bicara sebentar dengan mu?"
Sela Brata tiba tiba.
"Iya Ayah,mari kita bicara di Ruang kerja Damor saja"
Mereka berdua akhirnya berjalan bersama menuju ruang kerja Damor yang berada di lantai atas,karena Damor merasa ayah mertuanya ingin membicarakan hal yang penting.
"Ayah mau bicara apa bu sama mas Damor?Sepertinya ada yang serius,apa ibu tau?"
Sona sangat penasaran dengan Ayahnya.
"Ibu juga nggak tau sayang,Ayah kamu nggak cerita apa apa sama ibu."
"Mungkin Pak Brata ingin menitipkan anak kesayangannya dan menasehati menantunya"
Kata Bibi Ranti menggoda Sona.
"Bibi,Sona kan bukan barang masak dititipin"
__ADS_1
gerutu Sona.
Bibi Ranti lalu mendekati Sona dan mengelus kepala Sona.
"Non Sona sayang,namanya juga orang tua,apalagi Non anak satu satunya pak Brata,pasti dia ingin yang terbaik buat Non"
"Iya sayang,kata bi Ranti benar"
sahut Laila.
Sona hanya merunduk dan memikirkan apa yang akan ayahnya katakan pada Damor.
"Oh iya,Reno sama Sekar mana?"
"Tadi Mas Reno ngajakin sekar ke taman kak."
kata Adnan menjawab pertanyaan Sona.
"Ngapain mereka ya?"
Sona hendak berdiri untuk menghampiri Reno dan Sekar,dia penasaran apa yang mereka lakukan.
"Aku ikut kak"
kata Adnan
"Aku juga ikut"
Lastri pun nggak mau ketinggalan dengan kakaknya.
"Lastri kamu anak kecil nggak usah ikut ikutan ah,disini aja sama Ibu."
kata bi Ranti melarang putrinya yang masih SMP.
"ih,Lastri kan udah SMP,udah besar."
Akhirnya Sona dan Adnan berjalan menuju Taman belakang,dia melihat Reno dan Sekar sedang duduk di ayunan berdua,dan Reno merangkul pundak Sekar,sedangkan Sekar menyenderkan kepalanya di bahu Reno.
"Ehhem ehhem"
Deheman Sona mengagetkan mereka.mereka lalu melepaskan rangkulannya dan berdiri.
"Eh kak Sona,Sekar kira udah tidur"
"Iya,pengantin baru kan biasanya pengen tidur terus.iya kan ma?"
"Reno,jangan usil ya"
kata Sona menghampiri Reno dan sekar.
mereka akhirnya pun tertawa bersama.
"Apa yang kalian lakukan di sini,pakek peluk pelukan lagi.Ingat kalau berdua duaan itu nanti ada setan lewat loh"
kata Sona menggoda sekar.
"Kita udah pacaran ma,mama setuju kan?"
"Apa?"
Adnan kaget mendengar pernyataan Reno.
"Cepet banget,aku aja yang PDKT 3 bulan belum jadian,kamu baru kenal seminggu udah jadian"
mereka lalu tertawa dan kasian melihat Adnan.
"Makanya,kamu tu jadi cowok yang jentel,wanita itu butuh kepastian.kalau kamu gantung terus lama lama dia capek dan pergi loh"
kata Reno menasehati Adnan.
Adnan hanya manggut manggut dengan kata kata Reno,dalam hati nanti kalau dia ketemu orang yang dia sukai,dia ingin mengutarakan isi hatinya.
"Udah malam,sekar sana kamu tidur.Kamu juga Reno.anterin Sekar ke kamarnya.Biar dia tidur sama Lastri.awas ya Reno kalau kamu berani macam macam.dan kamu Adnan kamu nanti tidur sama Bibi Ranti aja ya"
kata Sona
"Nggak usah ma,nanti biar Adnan tidur sama Reno aja"
kata Reno karena dia ingin mengorek informasi tentang sekar melalui Adnan.
"Oke,ya udah ayo masuk"
mereka akhirnya masuk ke dalam rumah menghampiri Laila dan Ranti.
__ADS_1
Maaf ya dears lama nggak up🥺
Oh iya kalian penasaran kan,apa yang Damor dan Brata bicarakan.tunggu Part selanjutnya ya.....