
Setelah mereka selesai makan siang,Sona langsung berjalan menuju kamarnya.
"Sona ke kamar dulu ya ayah ibu,Sona mau ganti baju nih gerah"pamit Sona kepada ayah dan ibunya.
"Iya sayang"
Jawab singkat ibu,sehabis meminum air putih.
Sona masuk kedalam kamarnya
sebelum dia mengganti pakaiannya dia duduk di depan kaca meja rias yang berada di sebelah kiri pintu masuk kamarnya.
Dia menatap bingung dirinya sendiri,sambil mengingat ingat wajah Damor calon suaminya.
sekejap membuat wajah Sona menjadi merah seperti tomat.
Sona
ihhhh,apaan sih nih muka,kok jadi merah gini (sambil Sona memegang kedua pipinya)
apa aku suka ya sama mas Damor?masak iya sih?(Sona masih cengar cengir di depan meja riasnya)
Tapi kalau dilihat lihat sih dia keren juga,berwibawa. yah agak tua ga papa deh,gak kelihatan ini.
Author
Tidak dipungkiri,Sona mempunyai rasa terhadap Damor.dia yakin kalau Damor adalah pria yang bisa membuatnya bahagia kelak,meskipun dia belum tau sifat anak anak Damor satu persatu.karna yang Sona tau kalau anak anak Damor menyetujui kalau ayahnya akan menikah lagi.
Setelah Sona selesai mengganti bajunya,dia berjalan keluar kamar untuk menuju ke taman samping rumahnya.iya,itu adalah tempat favorit Sona di kalau dia sedang bosan.
Dengan Rambut yang di cepol acak ke atas,menggunakan baju pink panjang berkerah,di padukan dengan celana pendek diatas lutut.itu membuat penampilan Sona sangat imut dan menggemaskan.
Dia duduk di kursi malas samping rumahnya,dikelilingi bunga2 yang begitu cantik.angin semilir dan meski itu pada siang hari tapi udara tidak begitu panas,karna rumah Sona yang berada di daerah pegunungan tentu saja udaranya selalu sejuk.
Sona terus mengotak atik hp nya sesekali dia menyanyi,tidak bisa disebut bernyanyi sih,karena lebih mirip dengan bergumam. hi hi hi hi... karna pelan banget.
Tanpa disadari oleh Sona ,dari kejauhan Brata,Laila dan bibi Ranti mengamati gerak gerik Sona.mereka tersenyum senyum sendiri karena bahagia melihat Sona bahagia.
"alhamdulilah ya pak ,bu.Non Sona kelihatannya bahagia dengan perjodohan ini,semoga dia akan senantiasa tersenyum kala hidup dengan tuan Damor calon suaminya"
ucap bibi Ranti sambil mengusap air mata di pipinya,pastinya air mata kebahagiaan.
"Iya bibi,saya juga bahagia bi,karena saya dan bapak tidak salah memilih kan calon suami Sona"
Jawab Laila sambil menggenggam tangan bibi Ranti.
__ADS_1
Keluarga Brata sudah menganggap bi Ranti seperti keluarganya sendiri,karena rumah bibi Ranti bersebelahan dengan rumah keluarga Brata.Hingga anak Bibi Ranti Adnan dan lastri keluarga Brata lah yang sudah membiayai sekolahnya hingga sekarang Adnan kelas 3 SMA,dan Lastri kelas 2 SMP.
Di samping rumah Sona
"kak Sona kak Sona,gimana kak acara perjodohan kakak tadi?
pasti sukses ya?,tuhh buktinya kakak senyum senyum terus dari tadi?"
kata Adnan anak bibi Ranti sambil berlari ke arah Sona.
"ih apaan sih Adnan,pulang sekolah tuh,ucapin salam dulu.ihhh,masih pake seragam sekolah lagi,jorok tau"
Jawab Sona mengalihkan pertanyaan Adnan.dengan jari telunjuk dan jempol yang menjepit hidungnya,karena merasa kalau Adnan bau keringat sehabis pulang sekolah.
"ihhh apaan sih kak,enak aja.aku nggak bau tau.kakak aja tuh yang mau mengalihkan pertanyaan ku."
Jawab Adnan sambil mencium ketiak nya dan menyodorkan ke arah Sona.
"Adnan,jorok banget tau.awas kamu ya"
teriak Sona seraya berdiri dari kursi malas nya dan mengejar Adnan yang berlari ke arah keluar halaman rumah Brata.Adnan berlari menuju rumahnya yaitu rumah Bibi Ranti.
Author
setelah sampai di rumah bibi Ranti,ternyata di sana juga ada Lastri adik Adnan,mereka akhirnya saling bercanda dan bertukar cerita hingga waktu sudah mulai petang.dan Bibi Ranti juga baru pulang dari rumah Sona.karna meskipun bibi Ranti kerja di rumah Sona dia tidak menginap di sana karena rumah mereka bersebelahan.
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
Damor
Akhirnya hari sabtu datang juga,aku sudah tidak sabar pengen ketemu calon istriku Sona.sejak terakhir aku melihatnya,aku tidak bisa melupakan senyumannya,wajahnya selalu ada dalam fikiran ku.
Author
Damor berdiri di depan kaca depan lemari nya,dia menyisir rambutnya,dengan senyum yang selalu mengembang.bagaimana dia tidak bahagia,karena hari ini dia ingin menjemput calon istrinya Sona.
Dikediaman Brata
Sona sudah bingung dari tadi pagi,dia bergonta ganti baju sudah berkali kali.
Hingga akhirnya dia menggunakan dress putih santai,di padu padankan dengan cardigan dengan lengan panjang berwarna army.Dengan rambut di cepol ke atas dan juga tas slempang hitam yang membuat penampilannya begitu cantik dan imut.
Dia juga memoles sedikit riasan,karena tanpa riasan pun Sona sudah terlihat sangat cantik.
Tidak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Sona.
__ADS_1
Sona
Haduh,itu pasti Mas Damor,jadi deg degan kan. Sona menyentuh dadanya yang dari tadi berdetak begitu kencang.
kemudian dia berjalan menuju depan rumah yang di sana sudah ada Brata dan Damor calon suaminya.
Damor menggunakan baju hitam dengan baju levis tanpa di kancing dan celana pendek hitamnya.
Dia kelihatan muda,dengan baju kasual nya,tak akan ada yang tau kalau dia sudah memiliki tiga anak yang sudah dewasa.
melihatnya membuat jantung Sona berdetak begitu keras.
Sona
waaw bisa serangan jantung nih,dia keren banget.ini jantung juga nggak bisa di ajak kompromi apa?huuuuff nggak nyangka ayah pinter banget milih Hin calon suami.
Damor
kenapa Sona terlihat cantik dan imut sekali,ya Tuhan,kenapa jantungku jadi deg degan gini,nggak salah aku memilihnya,bukan hanya hatinya yang baik tapi wajahnya juga cantik.
"ehh ini Sona udah selesai nak Damor .mau langsung pergi atau mau minum teh dulu,biar di buatkan sama bibi Ranti." kata brata sambil berdiri menghampiri Sona yang dari tadi mematung menatap Damor.
"Tidak pak saya dan Sona langsung saja pergi ke kota."jawab Damor sambil melirik ke arah Sona calon istrinya.
"Oh iya,saya dan Sona pamit dulu ya pak,saya mohon ijin untuk membawa Sona"
(kata Damor seraya menyambut tangan Sona)
"oh iya pak,di mana ibu,saya mau pamit sama ibu"kata Damor lagi.
"Tidak usah nak Damor,ibu sudah adah di kebun dari tadi pagi,tadi ibu juga titip salam sama bapak untuk nak Damor,dia berpesan untuk menjaga Sona" jawab brata dengan ramah.
"Tentu saja pak,saya akan menjaga Sona sebaik mungkin" jawab Damor dengan senyuman dan matanya melirik Sona yang dari tadi dia gandeng tangannya.
"Ya udah ayah Sona berangkat dulu ya,titip salam buat ibu" kata Sona sambil berjalan menuju mobil dan melepas gandengan Damor,yang membuat hatinya deg degan pan badannya hadi dingin.
"ya udah pak saya pamit dulu"
pamit Damor seraya mencium punggung tangan Brata.
"Iya hati hati nak"
jawab Brata.
mereka lalu masuk ke dalam mobil milik Damor,kali ini Damor menyetir sendiri,karena Damor ingin melewati waktu hanya berdua dengan Sona.
__ADS_1
setelah mereka berada di dalam mobil,Damor menjalankan mobilnya sambil sesekali melirik Sona,tentu saja membuat tatapan mereka bertemu karena dari tadi Sona juga menatap Damor.
itu membuat mereka tersenyum sendiri sendiri dengan rasa malu tapi belum ada yang mengucapkan sepatah kata pun di dalam mobil itu.