
Di mobil,Reno terus saja bicara bertanya ini itu pada Sona.
"oh iya calon mama,di sana ada cewek cantik nggak,kenalin satu dong"
"Tentu,meskipun di kampung.tapi gadis gadis di sana sangat cantik cantik,masih lugu dan sopan.
meskipun kebanyakan dari mereka bersekolah hingga tinggi tapi mereka tidak seperti orang orang kota yang tingkahnya.....
entah lah"
sebelum Sona melanjutkan kata katanya,dia menutup mulutnya karena keceplosan,bagaimanapun juga calon suaminya itu orang kota,dan tentu saja itu untuk Ika yang tidak punya sopan santun.
"Memangnya orang kota tingkahnya seperti apa Sona sayang?"
Tanya Damor sambil menengok ke belakang,karena saat ini Sona duduk di kursi belakang.
"Tidak mas,maksud saya..."
"Udah udah,becanda aja kok calon mama,tapi bener sih kata calon mama.kalau cewek di jerman,belum dideketin udah pada nyosor"
kata kata Reno sontak membuat mereka tertawa bersama sama.
selang 2,5 jam perjalanan mereka hampir sampai ke rumah Sona,perjalanan yang sangat indah dengan pepohonan di kanan kiri jalan,pemandangan gunung,sawah serta banyak hewan hewan ternak peliharaan warga sekitar.aliran sungai nan jernih di sebelah kanan jalan juga membuat mata menjadi fress.
Sampai di rumah Sona
Damor dan Reno turun dari mobil,ketika Sona juga ingin turun Damor membukakan pintu mobilnya untuk Sona.
"makasih mas"
Di dalam rumah
Ketika Brata dan Laila sedang nonton tv,mereka mendengar suara mobil di dedan.mereka langsung bangkit dari duduknya menuju depan rumah,karena dia tau itu pasti Sona dan Damor.
"Selamat sore ibu,bapak"
sapa Damor hendak mencium punggung tangan kedua orang tua Sona.
diikuti Reno dan Sona.
"kalian sudah sampai,ayo mari masuk,dan ini siapa nak Damor??"
tanya Laila melihat reno yang dari tadi senyum senyum melihat suasana di rumah Sona,yang terlihat rimbun dan sejuk karena dikelilingi pohon dan tanaman hias.
"Perkenalkan saya Reno Oma,anak papa"
jawab Reno dengan senyumannya.
"Dia anak bungsu saya ibu"
"oh,tampan sekali.
jawab laila sambil mencubit pipi Reno karena gemas,itu membuat semua jadi tertawa bersama,karena Reno di perlakukan Laila seperti seorang anak kecil.
"Ayo mari masuk,kelihatannya mendung dan mau hujan."
kata Brata sambil merangkul Reno dan mengajak semua untuk masuk ke dalam rumah.
"Bi Ranti,tolong bikinin teh ya"
Pinta Laila kepada Ranti
"Baik buk"
Tina tiba Reno memanggil bi Ranti.
"Bibi,bolehkah saya bikinin es sirup aja"
"Reno"
Damor langsung melotot ke arah Reno,yang bertingkah seperti di rumah sendiri.
"ha ha ha ha"
semua tertawa lagi bersama
"Tidak apa apa Den Damor,bibi malah senang dengan keramahan nak Reno."
"Iya Nak Damor,putra kamu memang sangat humoris"
kata Brata.
Bibi Ranti lalu ke belakang hendak menyiapkan minuman dan kue yang tersedia di dapur.
"oh iya,sampai lupa kan makanannya tadi,aku ambil dulu ya pa"
kata Reno dia ingat makanan yang dibawanya tadi.
"Biar aku bantu Ren"
Sona mengikuti Reno keluar menuju mobil.
Selang beberapa saat Reno dan Sona kembali dengan membawa lima bag besar.
"Apa itu Reno?"
tanya Laila.
"Ini makanan dari restoran Reno Oma"
"Gimana kalau kita langsung ke meja makan aja,sekalian makan malam.Nanti biar saya siapkan"
kata Reno yang masih menenteng bag itu.
"Nggak usah Reno,kan ada bibi Ranti,biar dia yang menyiapkan"
"Tidak apa apa oma,karena dalam menyiapkan makanan ini juga butuh cara oma,biar tambah membuat nafsu makannya.
Nanti biar Bibi Ranti ikut bantuin Reno,kayaknya juga butuh di angetin"
__ADS_1
Mereka lalu,berjalan menuju ruang makan,sedangkan Reno berjalan menuju dapur yang letaknya di sebelah meja makan.seperti seorang chef Reno memakai celemek dan menata makanan itu,ada yang di panas i juga.selang berapa saat makanan siap untuk dihidangkan.Reno dan Bibi Ranti membawa makanan satu persatu ke atas meja makan.Ada ayam panggang,cha kangkung,tumis udang,dan masih banyak lagi.
"Bibi Ranti ikut duduk aja,ayo kita makan sama sama,Bibi Ranti itu udah Sona anggap seperti ibu Sona sendiri"
kata Sona melarang Bibi ranti kembali ke dapur.
"Baik non Sona"
jawab bibi ranti.
"Wah ini,beneran dari restoran kamu Reno,kelihatannya enak sekali,jadi nggak sabar pengen makan ya"
kata Laila
"Iya ibu,enak sekali loh rasanya,tadi Sona udah menyicipi di restoran"
"Oh iya oma sama opa kalau mau ke sana tinggal datang aja,kalau tidak bisa nyuruh papa buat nganterin ke sana biar kalian tau restoran Reno"
kata Reno.
"Iya bu,nanti kapan kapan saya akan mengajak kalian ke sana,iya kan Sona?"
kata Damor
"Iya mas"
"Ayo kita makan,ayah sudah nggak sabar mau mencicipi masakan Reno"
kata Brata sambil memegang piring nya.
Mereka lalu tertawa dan makan dengan suasana riang.mereka juga membahas tentang persiapan pernikahan mereka.
"oh iya ayah,tadi Sona lupa belum fitting baju buat pernikahan kita"
kata Sona sambil melotot ke arah ibu dan ayahnya.
"Ah iya,maafkan Damor ayah,ibu.besok Damor janji akan mengantar Sona untuk fitting baju"
"iya kan acara pernikahan kalian tinggal satu minggu lagi,soal dekorasi udah ibu siapkan.kalau soal makanan nanti biar dibantu sama warga warga,soalnya tradisi di kampung sini itu masih saling tolong menolong."
kata Laila me jelaskan.
Mereka mengobrol panjang lebar,tak mereka sadari ternyata di luar hujan sangat lebat.
"Damor,Reno.kalian menginap disini saja ya,seperti biasa di kampung ini,kalau sudah hujan seperti ini itu rawan kecelakaan,karena jalanannya sangat licin."
kata Brata menyuruh Damor dan anaknya untuk menginap.
"Iya pa,kita nginap di sini aja ya,Reno pengen tinggal di kampung yang suasananya sangat asri ini,besok pagi Reno ingin olahraga mengelilingi kebun sayur milik Opa.ya pa please?"
rengek Reno kepada Damor,dengan alasan ingin keliling kampung padahal dia ingin berkenalan dengan gadis di kampung ini.
"Alah bilang aja kamu mau kenalan sama cewek sini,Iya kan Reno?"
Goda Sona sambil melirik Reno yang dari tadi cengengesan.
"Calon mama tau aja,ha haha"
"Mas,ini baju ayah.tapi masih baru kok.buat ganti baju,apa mas sama Reno nggak mau bersih bersih?Nanti pakai kamar mandi Sona aja di kamar"
"Iya Sona sayang,kenapa nggak sekalian tidur di kamar kamu aja"
Goda Damor pada Sona sambil menoel hidung sona.
"Apaan sih mas,belum muhrim kali"
"ehem ehem,ada Reno lo,di sini."
"Maaf Reno,ini baju kamu.kamu bisa mandi duluan ya,itu kamar aku"
kata Sona sambil menunjuk ke arah kamarnya.
"iya iya,dari pada di sini jadi obat nyamuk"
Reno berjalan sambil menyerobot baju dan handuk yang dibawa oleh Sona menuju kamar mandi di kamar Sona.
setelah Reno selesai mandi kini Damor bergantian mandi.Sona mengantarkan Damor menuju kamarnya.Setelah sampai di kamar Sona,Damor tidak langsung masuk ke dalam kamar mandi,dia melihat lihat isi di kamar Sona.kamar yang rapi dengan dominan warna biru laut dan putih.kamar Sona cukup luas dengan satu kasur king size dan terdapat sofa yang biasa Sona gunakan untuk membca.buku buku memenuhi lemari rak buku,di sampingnya ada lampu belajar yang menggantung di atas sofa.
"Ternyata calon istriku ini,hobi nya baca ya?awas lho ntar matanya min."
"nggak lah mas,kan aku kalau baca pakai kaca mata,buruan mandi dulu mas,bau tau"
Goda Sona sambil menutup hidungnya karena pura pura mencium bau tidak enak.
"Enak aja,emangnya kamu udah mandi?
kan belum,pasti kamu juga bau"
"nggak lah mas,aku selalu wangi dong"
"Masa sih,coba"
tanpa peringatan tiba tiba Damor mencium pipi Sona,itu membuat pipi Sona menjadi merah karena malu.
"ihhh,mas tuh sukanya cari kesempatan ya."
"biarin,calon istri ini,atau mau mandi bareng?"
tanya Damor untuk menggoda Sona.
"Mas"
Damor menggoda Sona dan langsung berlari menuju kamar mandi untuk mandi.
sebelum Damor menutup pintu kamar mandi.dia membuka sedikit dengan mengeluarkan kepalanya dari pintu.
"Tungguin aku mandi ya,awas jangan di tinggal"
"iya iya"
__ADS_1
Damor membuka pintunya lagi
"jangan ngintip"
Sona yang hendak duduk di tepi kasurnya,melotot ke arah Damor.
damor lalu tertawa sambil menutup pintunya.
Selang beberapa menit Damor keluar dari kamar mandi mengenakan celana pendek dan kaos oblong warna putih yang diberikan Sona tadi.Rambutnya basah dengan handuk yang dia sampirkan di bahu kanannya.
Sona melihat Damor tanpa berkedip,karena Saat itu damor terlihat Tampan dan sangat fress.dia berjalan menghampiri Sona yang kini duduk bersandar di atas kasur sambil mengotak atik hp nya.
"Kenapa kamu sayang,terpesona ya sama calon suamimu ini"
"nggak kok,ternyata baju ayah cocok juga ya buat mas"
Kata Sona sambil tertawa tapi ditutupi tangannya.
Tiba tiba Damor mendekati Sona,dan menyodorkan wajahnya ke arah sona.
semakin dekat dan dekat hingga wajah Sona dan Damor kini berjarak hanya 5 cm.
Sona yang di dekati Damor hanya diam saja dan tiba tiba Sona memejamkan matanya.karena Sona mengira Damor ingin menciumnya.
belum sampai Damor mencium sona,Damor lalu tersenyum dan berkata.
"Kamu nggak mau gantian mandi,bau tau"
kata kata Damor membuat Sona langsung membelalakkan matanya dan bangkit dari duduknya.dia lalu berlari menuju kamar mandi karena dia merasa sangat malu.
"Hahahaha Sona sayang,aku hanya bercanda kok"
"Bodo amat"
teriak Sona dari dalam kamar mandi.
setelah selesai mandi Sona ternyata lupa membawa handuk dan pakaian ganti.
kemudian dia membuka pintu kamar mandinya dan mengeluarkan kepalanya.
"mas,tolong dong ambilkan aku handuk"
"Dasar kamu,masih mudah udah pelupa"
Damor lalu mengambil handuk dan memberikannya kepada Sona.Sona lalu keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk dengan rambut yang di kuncir acak ke atas,membuat leher jenjangnya terlihat putih.
melihat itu Damor lalu berdiri hendak menghampiri Sona.
Tiba tiba Damor memeluk Sona dari belakang.
"Mas,mas mau apa,aku kan mau ganti baju dulu,ingat mas kita belum muhrim,sabar dulu kenapa sih mas."
"memangnya aku mau apa sayang?lagian kan nanti kamu juga bakal jadi istri aku."
kata Damor sambil membalikkan tubuh Sona.
Tiba tiba Damor mencium bibir Sona secara lembut,dan Sona membalas ciuman Damor tidak seperti sebelumnya.karena Sona sudah menonton cara berciuman di media online.
Semakin lama ciuman itu semakin bergairah hingga suara ketukan pintu terdengar dari luar.Itu adalah suara Reno,karena dia merasa bosan di luar sendirian.
"Tok tok tok"
"Pa,apa mandinya sudah selesai?"
Itu membuat Damor dan Sona yang sedang berciuman menjadi kaget,dengan cepat Sona mengambil bajunya dan masuk lagi ke kamar mandi.Damor merasa sedikit frustasi karena gangguan dari anaknya.
"Iya,Sudah selesai Ren"
kata Damor sambil membuka pintu sambil melotot ke arah anaknya.
"kamu Ren,ganggu papa aja."
belum sempat Reno menjawab kata papanya,Sona keluar dari kamar mandi.
"Reno,kenapa ren?"
tanya Sona.
"Calon mama,aku bosen nih di luar sendiri,mana hujan lagi,ayo kita ngobrol di luar sambil minum kopi yok,ayo pa?"
"Ayo"
mereka bertiga lalu berjalan menuju gazebo yang berada di samping rumah,di sana ada dinding kaca sehingga udara dingin dari luar tidak masuk sampai ke dalam.
"Aku ambil minum dulu ya di belakang"
kata Sona lalu berjalan menuju ke dapur.
Damor dam Reno hanya diam sambil menatap ke arah luar kaca melihat pohon dan bunga basah karena hujan,sungguh suasana yang begitu menenangkan hati.
selang beberapa saat Sona datang membawa dua cangkir kopi dan satu cangkir teh panas,serta kue kering yang ditaruh di dalam toples.mereka mengobrol sambil bercanda hingga tak terasa waktu sudah mulai malam.dan Sona merasa mengantuk.
"Mas,aku masuk kamar dulu ya,ngantuk nih"
"Iya,mau di temenin"
Goda Damor
"Nggak usah mas,udah biasa kok"
"Udah pa,papa nemenin Reno aja yuk,Reno juga ngantuk nih"
kata Reno sedikit manja untuk menggoda papanya.
"Dasar kamu Reno"
mereka lalu berjalan menuju kamar masing masing.Sebelum Sona masuk ke dalam kamarnya Reno mengucapkan selamat malam pada Sona.
"Selamat malam sayang,mimpi indah ya"
__ADS_1
"Iya mas,kamu juga ya"
Nantikan kelanjutannya yaaa........