Karmaku Atau Takdirku

Karmaku Atau Takdirku
part 4


__ADS_3

**Sehari aku bikin 2 bab loh,lagi seneng senengnya bisa bikin cerita🤭


sambil momong anak anak juga sih😂,kalau lagi tidur anakku langsung sibuk ketak ketik di hp😂😂,biar cepet selesai


yuk lanjooooooot......


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Author**


Damor mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku celana kanannya.


Dia membuka kotak itu di hadapan Sona,yang pasti membuat Sona tersipu dan kaget melihat cincin berlian yang sangat indah dan begitu gemerlap.Tentu saja itu adalah cincin yang sangat mahal yang Damor siapkan untuk Sona.



Itu adalah cincin rancangan desainer terkenal yang ada di kota itu,dengan satu berlian besar ditengah,dihiasi berlian kecil yang sangat banyak di pinggir nya.


"Sona,maukah kau menjadi istriku,menemani hidupku,bersamaku menjalani kehidupan di masa depan,entah suka atau duka.


apakah kamu bersedia?". tanya Damor seraya menatap Sona di sebelahnya.


dengan tangan sebelah kiri memegang tangan Sona dan sebelah kanan memegang kotak cincin berlian itu.


"Saya bersedia menjadi istri anda tuan,saya bersedia hidup dengan anda menjalani suka maupun duka" Sona menjawab pertanyaan Damor dengan pipi yang merah karna dia merasa malu dan gugup saat ini,melihat seorang pria melamar dan memegang tangannya.


untuk pertama kalinya tangan Sona dipegang oleh seorang pria tentu saja dia begitu gugup dan malu.


"Sona kenapa kamu memanggil saya tuan,panggil saja Mas,atau Sayang mungkin?"


Ucap damor yang diiringi dengan kekehannya.


tentu saja sontak membuat Laila dan Brata juga ikut tertawa.


"Kau sebenarnya mempunyai selera humor yang tinggi ya Nak Damor?"


Ucap brata dengan kekehannya.


Mereka kemudian melanjutkan obrolan yang begitu panjang lebar,hingga sedikit tau sifat antara mereka masing masing.


karna hari sudah mulai menunjukkan pukul 10.30 am.Damor mulai berpamitan dengan keluarga Sona.


"Ibu,bapak,Sona berhubung ini sudah siang,saya ingin pamit dulu ya,kebetulan nanti jam 02.00 siang saya ada janji dengan rekan bisnis saya."


ucap Damor sambil berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"iya nak Damor ,hati hati dijalan ya." ucap brata sambil menyalami Damor calon menantunya itu.


"kalau boleh,bolehkah hari sabtu ini saya mengajak Sona pergi untuk melihat rumah kita nanti?" Tanya Damor yang sudah berada di depan pintu rumah Sona,Dia bertanya kepada Brata dan sesekali sambil melirik kearah Sona yang berdiri di belakang Laila.


"Tentu saja boleh Nak Damor,tentu saja Sona juga mau pergi dengan kamu Nak.Iya kan Sona?" Tanya ibu Laila sambil menatap Sona,yang menunduk dari tadi,sedikit membuatnya kaget,tapi ya mau gimana lagi kalau itu memang keinginan ibunya.


"iya bu,saya bersedia" jawab singkat Sona.


tentu saja Damor begitu senang mendengar jawaban Sona itu.


"ya sudah saya pamit dulu ya ibu,bapak,Sona."


Damor berpamitan seraya mencium punggung tangan kedua calon mertuanya itu secara bergantian.


sebelum dia benar benar memasuki mobilnya dia melirik ke arah Sona dam tersenyum kepada Sona,Sona juga membalas senyuman Damor dengan begitu manis.


Setelah mobil itu berjalan mulai menjauh Sona dan kedua orang tuanya langsung masuk ke dalam rumah.mereka berjalan menuju ruang keluarga di bagian tengah,yang biasa mereka gunakan saat santai dan ingin menonton tv bersama.walaupun setiap kamar memiliki televisi sendiri sendiri.tapi kadang mereka meluangkan waktu untuk nonton bersama,bahkan lebih sering,dibandingkan nonton televisi sendiri sendiri di kamar mereka masing masing.


"Sona,bagaimana perasaan kamu nak?"


tanya Laila tiba tiba,sontak membuat wajah Sona terlihat merah karena malu.


"Ibu apaan sih,bagaimana apanya? gerutu Sona sambil mengerutkan kedua alisnya,tentu dengan bibir manyunnya yang sangat mengemaskan.


"Kemaren aja nangis,katanya nggak mau menikah,sampai sampai ngurung diri segala di kamar" ejek brata kepada Sona putrinya yang manja tapi mandiri itu.


melihat tingkah lucu anak semata wayangnya Brata dan Laila begitu sangat bahagia,karena dia tidak salah menerima Damor, seorang pria paruh baya yang mapan dan tampan untuk menjadi menantunya. ya,calon suami anaknya.


"kamu bahagia kan nak?"


"kamu sudah mulai membuka hatimu untuk Nak Damor kan Sona sayang"


Tanya laila seraya mengusap rambut Sona,anak tersayang nya.


"Iya ibu,Sona bahagia,Sona melihat kalau mas Damor kelihatannya pria yang baik,Sona berfikir dia pasti bisa membahagiakan Sona"


Jawab Sona sambil menatap kosong keluar jendela ruang keluarga itu.


Brata melihat putrinya dengan pandangan seperti itu,dia merasa sesak di dadanya,dia merasa bersalah.dia berfikir kalau Sona terpaksa menerima lamaran Damor.


"Nak,Sona sayang.apa kamu tidak bahagia sayang?apa kamu terpaksa menerima lamaran ini,agar ayah dan ibumu bahagia?"


Tanya Brata yang memegang tangan Sona dengan mata yang berkaca kaca menatap Sona.


"Tidak ayah,Sona tidak terpaksa menerima mas Damor,Sona benar benar bahagia,sedikit banyak Sona juga sudah tau sifat mas Damor.mungkin dengan berjalannya waktu nanti,Sona pasti bisa mencintai mas Damor ayah". jawab Sona sambil memegang tangan Brata dengan kedua tangannya.tentu dengan air mata tang mulai menitik itu.

__ADS_1


"Syukurlah nak kalau begitu,tujuan ayah dan ibu hanya ingin melihatmu hidup bahagia sayang tidak lebih" lanjut brata lagi kepada Sona yang kini tengah menangis di pelukan ibunya.


"Iya ibu,Sona tau.Sona mengerti"


"Sona sedih karena sebentar lagi Sona akan tinggal jauh dari ayah dan ibu,sebentar lagi Sona tidak akan melihat ayah dan ibu setiap hari.Nanti siapa yang akan membantu ibu dan ayah di sini?" ungkapan hati Sona dengan sesenggukan karena tengah menangis.


Tiba tiba bibi Ranti yang dari tadi mendengar tangisan puti majikannya Sona yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri itu.


dia mulai mendekat di samping Sona yang tengah dipeluk oleh Laila.


"Non Sona,non nggak usah menghawatirkan ibu sama bapak ya non,kan ada bibi disini yang menemani mereka,lagi pula ada anak ibu juga,ya,walaupun dia hanya lulusan SMA tapi dia juga bisa mengurus penghasilan dan pengeluaran di kebun ,kan non sendiri yang mengajari nya" ucap bibi Ranti untuk menenangkan hati majikannya itu.


"Iya bi,makasih banyak ya bibi"


jawab Sona sambil menghapus air matanya.


"Sama sama non Sona,oh iya,bibi sudah menyiapkan makan siang,di meja makan ibu,pak,non.silahkan makan siang dulu,kan ini sudah waktunya makan siang" kata bibi ranti sambil menunjuk ke meja makan.


"Iya nih,ayo kita makan dulu.kebetulan ayah juga udah lapar dari tadi" kata brata sambil mengelus perutnya yang agak sedikit buncit itu.


"ih ayah,perut buncit gitu.masih aja bilang laper,nggak pantes tau"jawab Sona dengan kekehannya meski matanya masih lembab karna menangis tadi.


Mereka bertiga berjalan menuju meja makan,Bini Ranti sudah memasak sayur sop,ayam goreng,tahu,tempe sambal kecap dan hidangan ringan lainnya.


mereka menikmati makanannya dengan nikmat.sambil sesekali mereka bercanda.dan tentu saja mereka memikirkan tentang acara pernikahan Sona juga.


dari menyiapkan dekorasi,baju,katering,dan lain sebagainya.


Sona sangat antusias dengan rencana itu,bagaimana tidak itu akan menjadi pengalaman seumur hidupnya jika Allah menghendaki.


karena dia juga tidak atau dengan kehidupannya di masa depan.


tapi harapannya saat ini adalah dia ingin menikah sekali dalam seumur hidup.


Haloooo


udah nggak sabar ya pengen liat Sona dan Damor menikah??


sama aku juga🤭


nantikan part selanjutnya yaa...


jangan lupa like,comen dan tambahkan ke favorit kamu


dan juga beri vote yaa

__ADS_1


sampai jumpa besok🥳🥳🥳


__ADS_2