
Keesokan harinya Reno bangun jam setengah 6 pagi.Dia keluar dari kamar,dan melihat Laila dan Brata mau pergi ke kebun sayuran mereka untuk mengecek.
Meskipun Mereke mempunyai pekerja tapi setiap hari mereka menyempatkan diri untuk mengecek langsung kebunnya.
"Oma sama Opa mau kemana?"
Tanya Reno kepada orang tua Sona.
"Lho kamu udah bangun Reno,ini kan masih pagi"
Tanya Laila.
"Iya oma,sengaja.Reno boleh tidak ikut ke kebun sama kalian?"
"Tentu saja boleh,apa tidak apa apa?"
"Tidak apa apa.Tunggu sebentar ya,aku ambil jaket dulu"
Karena di kampung Sona itu terletak di daerah pegunungan,itu membuat suasana pagi yang sangat dingin,dan masih berkabut.
mereka keluar menuju mobil pickup yang biasa mereka tumpangi untuk ke kebun.
"Sini biar Reno aja yang nyetir"
"Nggak usah Reno,kan Reno belum tau jalan di daerah sini.biar Opa saja."
"Oke kalau begitu"
Selama di perjalanan Reno tak henti hentinya takjub dengan pemandangan di seiring jalan.meskipun itu masih sangat pagi dan kabut tebal masih menyelimuti suasana.tapi di kebun kebun sudah banyak sekali warga warga yang sedang beraktivitas di kebun mereka masing masing.
kebun keluarga Sona adalah kebun yang paling luas di daerah ini,jadi banyak sekali orang orang yang segan terhadap Brata.
meskipun begitu keluarga Brata tidak pernah sombong dengan semua warga sekitar.
Tidak lama perjalanan mereka akhirnya sampai di gudang tempat pemilihan sayur keluarga brata.
"Ayo Reno,Ayah Ibu buatin teh dulu,nanti baru berkeliling"
mereka duduk di pondok yang terdapat didepan gudang.sebuah pondok kecil yang di sebelahnya terdapat kebun sayur.
Reno dan Brata berbincang bincang di pondok itu,sambil menunggu Laila menyiapkan teh.
"Apa kamu lama Reno di Indonesia nya?"
"kira kira begitu opa,soalnya Restoran Reno yang di jerman udah Reno serahkan tanggung jawabnya sama orang kepercayaan Reno,jadi Reno cuma ngecek ngecek aja opa,nanti kalau ada masalah baru Reno kesana.Reno ingin fokus dulu mengurus restoran Reno yang ada di indonesia ini."
"Oh jadi begitu"
tak lama kemudian Laila datang membawa Teh dan singkong goreng.
"Ini diminum tehnya,juga ada singkong goreng,ini tadi singkong dari mbak Narsih,yang bantu bantu di kebun"
Reno dan Brata langsung mengambil singkong rebus dan memakannya.begitupun dengan Laila.
setelah teh mereka habis mereka hendak jalan jalan di daerah kebun.
Brata menjelaskan kepada Reno bagaimana cara menanam sayur lobak,wortel,slada dan sayur sayur lainnya,hingga mereka bertemu dengan Sekar anak mbak Narsih.
"Lho Sekar,kok kamu juga ada di sini?"
Tanya Laila
"Iya,Bu.saya ikut ibu saya,karena hari ini sekolah saya ada acara bakti sosial,jadi masuknya agak siangan."
"oh,begitu."
tanpa mereka sadari ternyata Reno dari tadi memandang Sekar.Sekar adalah gadis asli dari kampung itu.Sekarang dia masih bersekolah kelas 3 SMA.Wajahnya yang kecil dan cantik,kulit putih dan tinggi 162 cm.pantas saja Reno langsung terpana melihat kecantikan Sekar.
__ADS_1
"Ya udah Sekar,ibu sama bapak dan...oh iya kenalin ini Reno anak calon suami Sona."
Reno dan Sekar kemudian berjabat tangan dan saling menyebutkan nama mereka masing masing.
Reno langsung tertarik kepada Sekar saat pertama kali melihat sekar.kemudian Reno meminta izin kepada Laila dan Brata untuk mengajak Sekar berkeliling kebun,dengan alasan ingin tahu cara menanam sayuran.
"Oma,boleh tidak kalau aku meminta Sekar untuk menemaniku berkeliling dan Reno juga mau tau gimana caranya bercocok tanam?"
"Tentu saja boleh nak Reno"
Jawab Brata.
"Sekar tolong antar Reno untuk keliling ya,bantu dia supaya tau caranya bercocok tanam"
"Baik pak"
Reno dan Sekar akhirnya pergi berkeliling meninggalkan Laila dan Brata.
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
Di rumah Sona
Sona sudah bangun tidur.setelah cuci muka dan gosok gigi,Sona membuat teh di dapur dan membawanya ke teras samping rumah menikmati udara pagi yang sejuk.
Damor bangun tidur melihat Reno sudah tidak ada di sampingnya,kemudian dia bangun dan keluar dari kamarnya.
dia mengetuk kamar sina tapi tidak ada jawaban.kemudian dia berjalan ke depan dan tidak sengaja melihat Sona yang sedang duduk di samping rumahnya dan menghampirinya.
"Sona"
"Mas,kamu udah bangun.ini kan masih terlalu pagi,masih dingin lagi."
"Kamu juga udah bangun jam segini"
"oh ya,mana Reno sayang,apa kamu tau?"
"Dasar anak itu,paling juga mau nyari cewek"
"Biar lah mas,masih muda ini"
jawab Sona sambil tersenyum ke arah Damor.
"Mas,aku bikinin teh ya."
kata Sona sambil berdiri dari duduknya.
"iya,tapi mas mau cuci muka dulu ya"
"iya"
mereka lalu berjalan masuk bersama ke dalam rumah.Damor tiba tiba merangkul Sona dari belakang.
"Mas"
Tegur Sina sambil melihat di sekeliling ruangan.
"Kenapa,nggak ada orang ini,lagian kan bentar lagi kamu jadi istri aku."
jawab Damor mempererat pelukannya.
Damor lalu melepaskan pelukannya dan masuk ke kamar mandi yang berada di kamar Sona.Dan Sona pergi ke dapur untuk membuat teh.
Setelah Sona selesai membuat teh.dia membawa ke teras samping rumah,di susul Damor yang sudah selesai cuci muka dan gosok gigi.
mereka mengobrol banyak dengan riang.serta bercerita tentang kebiasaan mereka masing masing.
"Nanti siang jadi kan fitting baju?"
__ADS_1
"iya mas,deket deket sini aja juga ada kok"
"Tidak Sona,nanti aku akan mengantar mu ke seseorang kenalan Ika.Dia seorang desainer yang bagus"
"ya udah terserah mas aja"
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
Di kebun sayur
Sekar dan Reno beristirahat di sebuah bangku yang terbuat dari kayu di bawah pohon mahoni.
"Sekar,boleh minta nomer hpnya nggak?"
"Buat apa mas"
"Ya,pengen aja kenal sama kamu lebih dekat"
sekar tidak menjawab kata kata Reno,dia hanya tersenyum dan menunduk malu.Sekar mengeluarkan ponsel yang ada di sakunya dan menyerahkannya kepada Reno.Reno langsung mengetik kan nomer nya ke hp Sekar dan melakukan panggilan.
setelah itu Reno tak sengaja melihat walpaper hp Sekar yang ada fotonya.
"Cantik"
Kata Reno sambil memandang Sekar,itu membuat muka sekar menjadi merah karena malu.
"Kalau aku sering menghubungi kamu,ada yang marah nggak?"
"Siapa mas?nggak ada kok.ibu sama bapak jarang ngecek hp,selagi masih untuk belajar dan untuk sekedar komunikasi sih nggak apa apa"
"maksud saya,pacar kamu mungkin"
"Pacar apa sih mas,nggak ada"
"Kirain,mana mungkin gadis secantik kamu nggak punya pacar"
"nggak ada mas"
Sekar adalah gadis yang cerdas di sekolahnya,meskipun banyak sekali teman sekolahnya yang menyukainya tapi sekar tidak memperdulikannya.Dia saat ini sedang fokus dengan pendidikannya,dia juga ingin mendapat beasiswa untuk kuliah di salah satu universitas ternama di kota.
"Nanti berangkat sekolah aku antar ya,jam berapa?"
"Nggak usah mas,aku biasa naik motor sendiri kok"
"nggak pa pa,atau....kamu takut ya kalau ketahuan pacar kamu"
tanya Reno sambil memepetkan bahunya ke bahu Sekar.
"Nggak ada mas,cuma takut aja ngerepotin mas nanti."
"nggak kok,nggak ngerepotin.jam berapa nanti?"
"Jam 9 mas"
"Oke nanti aku jemput ya"
"Memangnya mas tau rumah ku?"
"Gampang nanti tanya sama calon mama aja"
"Kak Sona maksudnya?"
"iya"
Sekar
Kok kak Sona mau ya nikah sama duda dia kan cantik.dalam pikiran Sekar dia mengira kalau calon suami Sona adalah pria tua yang sudah memiliki anak.
__ADS_1