
Author
Sona masih tertunduk malu,dia merasakan ada desiran yang anah didalam hatinya,tidak perlu dipungkiri bahwa sedikit dia mempunyai perasaan terhadap Damor.yah...meskipun umur mereka terpaut banyak,yaitu 15 tahun.
tapi yang namanya jodoh tidak akan mengenal usia.
Apalagi melihat Damor yang begitu tampan dengan kedewasaannya itu.Ditambah dengan tubuh proposional,hidung mancung,dan rahang yang ditumbuhi bulu halus.
yang menambah aura lelaki lakiannya memancar.
Semua orang masih tegang menatap Sona yang hanya diam dan menunduk dari tadi,hingga satu gerakan Sona mengagetkan sekaligus menenangkan hati Brata,Laila,dam juga Damor.
Sona mengangguk malu sambil berkata "Sona mau ibu,Sona tidak akan mengecewakan ayah dan ibu" sontak ucapan Sona mengagetkan Damor,dia sangat bahagia,karena gadis yang ia inginkan,gadis yang ia idam idamkan mau menerimanya.
Ibu Sona langsung menghampiri Sona,dia menatap Sona,memeluk Sona dengan mata yang berkaca kaca,hatinya merasa lega dan bersyukur.Akhirnya anak semata wayangnya mau berumah tangga,meskipun dengan ini Laila akan tinggal jauh dengannya.Tapi Laila bahagia,karena tidak dipungkiri,dia sudah mengidam idamkan seorang cucu.
"Terima kasih sayang,Ibu yakin Nak Damor pasti akan membahagiakan kamu,betul kan Nak Damor?"
tanya ibu Laila yang masih memeluk Sona ,dengan tatapan mata yang memandang Damor.
"Tentu saja ibu,saya akan senantiasa membuat Sona bahagia,saya akan menjadikan Sona wanita yang paling bahagia di Dunia ini". jawab Damor seraya memandang laila yang berada di pelukan Sona.iya Sona gadis yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.
"Tapi pak setelah kita menikah nanti,saya mohon ijin kepada bapak untuk meminta Sona tinggal di kota bersama saya?
Saya sudah menyiapkan sebuah istana untuk Sona,saya sangat mencintai Sona.
ya meskipun bapak sama ibu sudah tau kalau saya mempunyai tiga orang anak,tapi anak anak saya sudah tidak tinggal bersama saya.mereka sudah mempunyai usaha sendiri sendiri " Kata Damos panjang lebar sambil memandang Brata calon ayah mertuanya.
"Iya nak Damor sudah kewajiban seorang istri harus patuh terhadap suaminya" jawab Brata atas pertanyaan Damor.tapi matanya melirik Sona anak semata wayangnya.
Ibu yang dari tadi memeluk Sona kembali duduk di kursi yang berada di sebelah Sona .
"oh iya nak Damor kalau boleh saya tau,siapa nama anak anak kamu,dan di mana mereka tinggal? Tanya laila yang penasaran dari tadi,dia berfikir mungkin Sona juga penasaran akan hal itu.
bagaimana tidak penasaran setelah menikah nanti anak anak Damor juga akan menjadi anaknya juga.
meskipun nanti Sona bisa tanya langsung kepada Damor tapi untuk saat ini dia sudah sangat penasaran.
Sona
Punggungnya yang dari tadi menunduk kini sedikit menegang.sambil melirik ibunya dia berkata dalam hati.
Apa ibu tau ya yang ada dalam fikiran ku?
Laila
Ibu tau nak,pasti kamu juga penasaran akan pertanyaan ibu ini,tapi kamu tidak berani bertanya.sambil Laila melirik Sona hingga tatapan mereka bertemu
__ADS_1
"Anak pertama saya bernama Ika bu,dia berusia 21 tahun dan sodara kembarnya bernama Key.mereka kembar tapi yang satu pria dan yang satunya lagi wanita.
sedangkan Anak terakhir saya bernama Reno dia berusia 19 tahun.Dulu saya menikah masih begitu muda yaitu umur 18 tahun.karna semua itu keinginan orang tua saya yang ingin segera menimang cucu,sebenarnya saya punya kakak perempuan tapi dia meninggal pada usia 16 tahun karena sakit jantung.jadi harapan orang tua saya hanya kepada saya.hingga akhirnya saya menerima perjodohan muda yang orang tua saya rencanakan." jawab Damor sambil mengingat ingat kejadian masa mudanya yang terlewat karena pernikahan mudanya dulu.
mendengar perkataan panjang lebar Damor Brata dan Laila hanya mengangguk angguk mendengar ceritanya.
begitu pula dengan Sona dia sangat penasaran dan ingin tau lebih dari itu,dia ingin tahu tentang ibu dari anak anak mereka.iya,dia ingin tahu tentang mantan istrinya.
"Anak saya yang bernama Ika dia juga tinggal di kota,tapi dia sudah mempunyai suami.dan mereka tinggal di rumah nya sendiri,rumah pemberian suaminya.meskipun rumah ika tidak begitu jauh jaraknya dari rumah saya.sedangkan Key dia juga sudah menikah tapi dia lebih memilih menetap di negara istrinya,dia membeli rumah di sana,karena istrinya tidak bisa tinggal jauh dengan orang tuanya.yaa bagaimana Key mau menolaknya,dia sangat mencintai istrinya.
sedangkan Reno dia masih kuliah di salah satu universitas di jerman.meskipun dia masih berkuliah dia sudah menjalankan bisnisnya di bidang kuliner.iya,dia sangat mirip dengan ibu nya yang gemar dengan masakan.dia mempunyai Restoran sendiri dari usahanya yang kecil hingga sekarang dia mempunyai Restoran yang cukup mewah dan berbagai cabang di indonesia dan di jerman."
Jelas damor panjang lebar,tanpa ada yang menyela kata katanya,bagaimanapun juga Laila Brata dan Sona juga sangat penasaran akan cerita Damor.
Tapi masih ada yang mengganjal hati Sona,dia masih penasaran bagaimana dengan mantan istrinya,dan bagaimana dia bisa berpisah dengan istrinya dulu.
Laila merasa ada yang mengganjal di hati Sona dari tadi,di melihat raut wajah Sona yang nampak linglung dan bingung.
Laila sedikit mengerutkan alisnya,dia tau betul apa yang ada digikiran Sona dari tadi.
"lalu,bagaimana dengan ibu dari anak anak kamu Nak Damor,maksud saya mantan istri kamu Nak?maaf kalau ibu bertanya lancang ya?" pertanyaan Laila yang sontak membuat Sona kaget.tapi laila bertanya sangat hati hati supaya tidak menyinggung perasaan Damor.
"Tidak apa apa bu,wajar kalau ibu ingin tahu tentang mantan istri saya" jawab Damor dengan senyumannya yang sangat mempesona.
"Istri saya meninggal saat melahirkan Reno anak bungsu kami,dia mengalami pendarahan yang sangat hebat hingga nyawanya tidak bisa terselamatkan" jawab damor sambil menunduk kebawah.
"Pasti kamu sangat mencintai istrimu itu ya,hingga selama ini kamu menduda begitu lama" celetuk Sona yang sontak mengalihkan pandangan orang tua Sona dan juga Damor.
Sona
Damor menatap Sona dengan bibir sedikit terangkat ke atas.
Damor
kenapa Sona bertanya seperti itu,apa dia cemburu?apa dia sudah memiliki perasaan sama denganku?kalau memang iya dia memiliki perasaan yang sama denganku,aku sangat bahagia,aku juga mengharapkan itu.
"Eh maaf,maaf udah tanya sembarangan"
kata Sona yang lagi lagi menunduk ke bawah.dengan pipi memerah Sona menyesali setiap kata kata yang dia tanyakan tadi.
"Tidak apa apa Sona,kamu berhak bertanya apapun kepadaku,karena bagaimanapun kamu nanti akan menjadi istriku pendamping hidupku,kamu berhak mengetahui semuanya"
Jawab damor yang dengan reflek memegang tangan sona.
Sona merasa tubuhnya menjadi sedingin es karena sentuhan Damor dengan reflek itu,pipinya berubah menjadi merah dan matanya sedikit melotot sambil agak menahan nafas.
Damor
__ADS_1
kenapa tangannya dingin sekali,apa dia takut saat aku menyentuhnya,apa aku salah mengira Lalau dia sudah ada rasa padaku.
ahhh entahlah,tapi aku berharap dia juga suka padaku
"iya dulu saya sangat mencintai mendiang istri saya,meskipun kami dijodohkan tapi kami saling mencintai,meskipun kita hidup bersama hanya dalam waktu tiga tahun.
Saya tidak berencana menikah lagi karena prioritas hidup saya hanyalah anak anak saya,saya merintis usaha saya hingga sebesar ini,tentu saja dengan dukungan amak anak saya.saya sudah merasa bahagia melihat anak anak saya bahagia,hingga setelah anak saya sudah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri sendiri.Dan tidak sengaja ketika saya terjun langsung ke kebun sayur yang biasa disetorkan ke supermarket saya,saya melihat Sona yang sedang asik dengan laptop nya.
saya terus mengikuti gerak geriknya dari kejauhan,bagaimana dia membantu pekerja,senyumnya,membuat hati saya langsung terpana"
kata damor panjang lebar sambil menatap Brata dan Laila,dan tentu saja tangannya masih memegang tangan Sona.
Sona
oh jadi gitu ceritanya,dia memang Ayah yang hebat,dan tipe suami yang setia,tidak salah ayah dan ibu menginginkan aku menikah dengannya walaupun dia seorang duda,tapi wajahnya masih terlihat begitu muda dan keren.
"Eh iya ibu lupa,mari Nak Damor di minum tehnya,ini juga ada kue pukis,kue ini kue kesukaan Sona loh nak."
kata Laila yang membuyarkan ketegangan situasi saat ini.
"Iya bu terima kasih,benarkah Sona sangat menyukai kue pukis??" tanya Damor sambil mengambil satu kue pukis yang ada di piring diatas meja.
"Iya" jawab Sona singkat sambil tersenyum malu mslu.
"Saya yakin kamu pasti cocok dengan Reno anak bungsu saya,Dia mempunyai sebuah restoran yang menyediakan berbagai makanan tradisional di kota ini.dan makanan yang paling favorit di sana adalah kue pukis dengan berbagai rasa." tukas Damor dengan antusias sambil menatap Sona.
"Benarkah?" tanya Sona dengan mata yang berbinar,bagaimana tidak?dia sangat suka dengan yang namanya kue pukis,tentu dia tertarik.
"Tentu saja Sona,saya tidak berbohong."
jawab Damor sambil tersenyum.
Author
Setelah mereka lama berbincang bincang dan menghabiskan teh nya.Damor dan Brata langsung membicarakan hari dan tanggal pernikahannya dengan Sona.
dan hari itu juga tanggal dan hari sudah di tetapkan,terhitung 2 minggu dari sekarang.
iya,pernikahan mereka memang dilaksanakan begitu cepat karna dalam istilah jawa hanya hari itu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan
mereka langsung menikah dan tidak ada acara lamaran,karna saat itu juga Damor sudah membawa cincin berlian untuk melamar Sona,cincin berlian yang harganya sangat mahal tentunya.
Hai hai hai...
jangan lupa like,comen,dan tambah ke vaforit ya,cerita aku😘
ada yang mau tau nggak bagaimana gambar cincin berlian mahal pemberian Damor??
__ADS_1
tunggu part selanjutnya yaaaa.....
daaa daaaaa👋👋👋