
Sona berada di dalam mobil tetap diam saja.dia mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil Damor.
Meskipun sesekali Damor terus melirik ke arah sona,tapi dia juga bingung harus memulai berbicara dari mana,hingga tak terasa mobil yang mereka kendarai sudah masuk di area perkotaan.
Setelah berhenti di lampu merah
"oh iya Sona,apakah tadi kamu sudah sarapan?"
kata Damor untuk memecah ketenangan diantara keduanya.
"emmm,belum.memangnya kenapa?kamu juga belum sarapan ya?udah lapar?"
tanya Sona yang memalingkan pandangannya dari kaca jendela ke arah Damor yang dari tadi sudah memandangnya.
"Gimana kalau kita mampir sarapan dulu di restoran tradisional dekat hotel di sebelah sana.Sebenarnya aku juga belum sarapan nih,lapar"
Ucap Damor seraya mengelus perut sispack nya.tentu karena dia dapatkan dari kebiasaan ber olahraga gym.Serta senyum nya yang membuat hati Sona jadi meleleh.
Melihat rintihan Damor yang kelaparan sambil mengelus perut nya Sona tertawa,sambil menutup mulutnya.
" Oke baiklah,aku juga sedikit lapar sih,karena tadi juga nggak sempet sarapan"
Author
Setelah lampu hijau menyala,Damor langsung melakukan mobilnya menuju restoran tradisional itu.Restoran yang sudah terkenal dengan hidangan tradisional seperti nasi pecel,nasi gudeg,soto,dan tentu masih banyak lagi menu lainnya.
sampailah mobil Damor di restoran itu,ketika Sona hendak turun dari mobil.Damor menghentikan gerakan Sona.
"Tunggu,biar aku saja yang membukakan pintunya,kamu tunggu dulu"
ucap Damor sambil keluar dari mobil dan berlari menuju pintu mobil sebelahnya,untuk membantu Sona turun dari mobil.seperti pasangan romantis gitu.
"Ah mas Damor nggak usah seperti ini juga ga apa apa kok.kan aku bisa turun sendiri"
kata Sona sambil tersenyum ke arah Damor.
"Tidak apa apa Sona sudah sepantasnya gadis cantik dan se istimewa kamu harus di perlakukan juga dengan istimewa"
ucap Damor sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ayo masuk,panas"
Ajak Damor seraya menggandeng tangan sona.tentu Sona langsung mengikuti langkah Damor.karena Damor tinggi jadi langkah kalinya agak lebar,jadi untuk mengimbangi Sona sedikit mempercepat langkahnya.
Mereka duduk di pondok paling pinggir yang menghadap kolam ikan.
karena desain restoran itu,di desain seperti pondok pondok kecil yang mengelilingi kolam ikan,jadi suasananya begitu tenang dan romantis.
selang beberapa saat pelayan datang menghampiri mereka.
"permisi tuan,nyonya.mau pesan apa?ini silahkan menunya bisa di pilih dulu."
seorang pelayan menyodorkan buku menu kepada Damor,dan ia langsung menerima dan memperlihatkan kepada Sona.
"kamu mau sarapan apa sayang"
pertanyaan Damor langsung dibalas dengan tatapan tajam Sona,bukan tatapan marah tapi lebih menuju tatapan kaget.
"kenapa?tidak bolehkah aku memanggil calon istriku dengan sebutan sayang?"
Tanya Damor sambil mengelus belakang kepala Sona.
pelayan yang melihat gerak gerik meraka pun jadi tersenyum dan tertunduk malu sendiri melihat sepasang pria dan wanita yang bertingkah romantis dan lucu itu.
Di dalam hatinya dia berkata"sungguh pasangan yang cocok,yang satu tampan dan yang satu cantik dan sangat imut.
"Bo boleh kok"
Jawab Sona dengan nada gugup,sambil terbatas bata.
"Mbak saya pesan nasi gandul satu sama minumnya teh anget saja ya,dan ini istri saya mau pesan?"
Damor bertanya pada Sona sambil melihat kearah Sona
"*Apa sayang?"
"Saya nasi pecel aja mbak,sama telur dadar ya,minumnya jeruk anget aja*"
lanjut Sona memesan sarapan nya.
"Baik tuan,nyonya.ada lagi yang mau di pesan?"
Tanya pelayan itu tadi.
"oh iya,apa di sini ada kue pukis?"
__ADS_1
Tanya Damor karena dia tau kalau kue pukis adalah kue kesukaan calon istrinya.
"Ada tuan,kebetulan itu adalah kue yang menjadi kesukaan pelanggan kami"
jawab pelayan itu,sambil menulis pesanan mereka.
"Yang rasa coklat sama nanas ya mbak"
lanjut Sona menambahkan rasa kue pukis kesukaan ya yang sudah dipesankan Damor calon suaminya.
"Baik nyonya,silahkan ditunggu dulu pesanannya akan segera tiba"
kata pelayan restoran lalu berjalan menuju dapur di restoran tersebut.
Damor tiba tiba menggenggam tangan Sona dan itu membuat Sona tegang dan menahan nafasnya.
"Kenapa sayang apa kamu takut denganku hingga tangan kamu begitu dingin seperti ini?"
Tanya Damor kepada Sona,ya karena tangan Sona sangat dingin.
tentu saja dingin karena saat ini dia sedang gugup.
"Eng nggak kok,aku cuma grogi aja.sebenarnya selama ini aku belum pernah pacaran,dan baru kali ini seorang pria memegang tanganku."
jawab Sona dengan pipi yang memerah seperti tomat.
"Benarkah?"
pertanyaan Damor yang dijawab Sona hanya dengan anggukan kepala saja.
"Beruntungnya aku.Terima kasih Tuhan karena kau telah memberikan aku seorang gadis yang cantik,imut,dan lucu seperti ini kepadaku"
kata Damor yang mengucap syukur dan dengan nafa yang agak keras itu,sehingga pelanggan restauran yang lain mendengar perkataan Damor dan mulai tersenyum ke arah mereka.
mendengar ucapan Damor,Sona langsung mempererat genggaman tangan Damor sambil melotot ke arah Damor
"Apaan sih,jangan teriak teriak dong,kan jadi malu dilihatin banyak orang"
kata Sona dengan nada berbisik.
"Biar,biarlah mereka tahu kalau aku sangat bersyukur bisa mendapatkan kamu sayang,tidak pernah aku merasa se bahagia ini sebelumnya."
kata Damor sambil menatap kedua manik mata Sona,seraya jempol tangan kanannya mengelus pipi Sona.
Belum sempat Damor menyelesaikan ucapannya pelayan datang membawakan pesanan kami.
"Silahkan tuan ,nyonya.ini pesanannya"
kata pelayan itu tang tidak langsung menggagalkan niat Damor ingin mengungkapkan perasaan nya terhadap Sona secara langsung,karena pas dulu pertama mereka bertemu itu Damor hanya mengungkapkan nya kepada Brata,ayah sona untuk melamar Sona.
"Ah iya.terima kasih"
Jawab Damor dengan sedikit kecewa,karena rencananya untuk mengungkapkan perasaan ya itu gagal.
Damor
tak apa lah nanti kalau sampai di rumah aku akan mencobanya lagi.
dasar pelayan datang nggak tepat waktu.
melihat raut wajah Damor tang sedikit kecewa Sona terkekeh sendiri melihatnya.
"ayo makam,kalau kelamaan kapan nanti sampainya ke rumah kamu"
sahut Sona membuyarkan kekecewaan Damor.
"Itu rumah kita sayang"
sela Damor yang menyebutkan kalau rumah yang akan mereka tuju adalah rumah Damor.
padahal Damor membelinya untuk hadiah pernikahan mereka nanti.
Hanya dentingan garpu dan cendok yang mengiringi sarapan mereka saat ini.dan di sela sarapan mereka pesanan kue pukis yang Sona inginkan datang.
"ini kue pukis nya nyonya,pesanan anda"
kata pelayan itu sambil meletakkan kue pukis di meja.
"terima kasih"
jawab Sona sambil tersenyum manis ke arah pelayan.
"bolehkah aku minta satu permintaan buat kamu sayang"
tanya Damor seraya memandang wajah Sona sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
__ADS_1
"tentu"
jawab singkat Sona.
"Bolehkah kalau senyuman mu yang begitu manis itu hanya untukku,rasanya aku nggak rela kamu tersenyum dengan orang lain selain aku"
kata Damor seraya memasang raut muka sedikit memelas.
"Dasar gombal,buaya.udah sering ya kamu seperti ini mas?pinter banget"
jawab sona seraya menepuk pelan pipi Damor sebelah kanan.
"Tentu saja tidak sayang,aku mengucapkan ini baru pertama kalinya,hanya kepada kamu,bahkan dulu dengan ibunya anak anak pun aku tidak pernah berkata seperti ini,aku jujur sama kamu sayang"
jawab jujur Damor seraya menggenggam tangan Sona dan raut muka yang nampak serius.
Sona tidak membalas perkataan Damor dia hanya tersenyum senyum saja.mengiyakan kepercayaannya kepada Damor dan juga tidak meragukan perkataannya.
karena saat ini di dalam hatinya sudah sangat bahagia.karena baru pertama dia merasa jatuh cinta.
meskipun jatuh cinta dengan seorang duda.
"Mas,boleh tidak kalau kue pukis nya dibungkus aja?aku udah kenyang nih"
Kata Sona sambil mengelus perut rsmpingnya.
"tentu saja boleh dong sayang"
balas Damor untuk pertanyaan Sona.
sambil dia mengangkat tangannya sambil memanggil seorang pelayan
"mbak,tolong ini kue pukis nya dibungkus aja ya,istri saya sudah kenyang"
"baik tuan"
jawab pelayan itu.sambil Membawa kue pukis itu untuk di kemas dalam box makanan.
Sona dan Damor berjalan menuju mobil nya setelah mereka membayar makanan ya tadi di kasir dengan membawa kue pukis tadi tentunya.
sebelum dia sampai di mobil dia tidak sengaja berpapasan dengan seorang Arsitek yang dulu pernah mendesain dan mendekorasi rumahnya yang akan dia tempati dengan Sona nanti setelah mereka menikah.
"Hey,tuan Garra,tidak disangka kita bertemu disini"
Sapa Damor,sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"oh,tuan Damor,saya juga tidak menyangka bertemu anda disini"
Jawab Garra sambil menjabat tangan Damor.
"Oh iya perkenalkan ini calon istri saya Sona,yang sering saya ceritakan kepada anda"
kata Damor dengan senyumnya yang mengembang.
Garra lalu mengulurkan tangannya kepada sona,tentu Sona langsung membalas uluran tangan Garra dan mereka berjabat tangan.
"Perkenalkan saya Sona"
kata Sona dengan senyum manisnya tentunya.
"Saya Garra,tuan sering menceritakan tentang anda nona,beliau Sangat mencintai anda,hingga mencari saya untuk mendesain dan mendekor rumah anda nanti dan juga tuan Damor"
Ucap Garra sambil tercengang melihat kecantikan Sona.
tanpa disadari tatapan itu mengganggu pikiran Damor.
"oh iya kalau begitu saya dan calon istri saya pamit dulu ya tuan Garra,saya ingin mengajak calon istri saya kerumah baru kami."
kata Damor sambil merangkul pundak Sona memasuki mobilnya.
Garra
beruntung sekali Tuan Damor mendapatkan gadis secantik Sona,mana masih muda lagi,ahhh...udahlah,namanya juga jodoh.
tanpa Garra sadari dia sudah mengagumi Sona secara diam diam,tapi pikirannya ia enyah kan karena itu adalah rasa yang salah.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Haloo ...
penasaran sama sosok Garra Riley gamara ini
saksikan part selanjutnya yaa.....
daaa daaaaπππ
__ADS_1