Karmaku Atau Takdirku

Karmaku Atau Takdirku
part 2


__ADS_3

Bibi Ranti berjalan membawa nampan kearah kamar Sona, sebelum masuk ke kamar milik majikannya itu, bibi Ranti mengetuk pintu dulu.


tok tok tok


"Non Sona ini bibi non" kata bibi ranti di depan pintu kamar Sona.


"masuk bibi,pintunya nggak di kunci kok"jawab Sona dari dalam kamar.


Bibi Ranti langsung masuk ke dalam kamar dan meletakkan makanan yang ada di nampan itu di atas meja samping ranjang tidur Sona.


bibi Ranti duduk di samping Sona yang sedang tiduran menghadap jendela,bibi Ranti memegang pundak Sona dan berkata


"*Non,makan dulu ya non,bibi tau non Sona pasti lapar,iya kan?"


"Sona belum lapar bibi,taruh saja disitu makanannya,nanti pasti Sona makan kok*"


jawab Sona tanpa menoleh ke arah bibi Ranti.


"non,bibi tau non saat ini pasti lagi sedih" kata bibi ranti lagi,seraya mengelus pundak Sona,tapi tidak ada jawaban dari Sona.


author


Sona,tetap diam saja menghadap jendela kamarnya,dengan air mata yang terus berderai,bagaimana dia tidak sedih,dia akan dijodohkan dengan lelaki yang tidak tau siapa.


terlebih lagi dia harus tinggal jauh dari kedua orang tuanya.


"Non,bapak sama ibu melakukan ini semua itu untuk non,untuk kebaikan non,bapak sama ibu ingin non bahagia,membangun keluarga non dan memiliki anak,bapak sama ibu pasti sudah ingin menimang cucu" ucap bibi Ranti.


Sona bangun dari tidurnya dan duduk menghadap bibi Ranti.


"iya bibi,Sona tau.Tapi Sona belum siap bila harus berpisah dan tinggal jauh dengan ayah dan ibu bibi" jawab Sona,dengan air mata yang menetes di pipinya.


"non,nona tidak perlu khawatir dengan ibu sama bapak,kan non bisa menjenguk mereka bila non kangen,lagi pula disini kan ada bibi,ada Adnan anak bibi dan juga ada Lastri yang bisa bantu bantu orang tua non" kata bibi Ranti melanjutkan omongannya.


"Iya bibi,Sona akan menuruti apapun yang ayah bilang,yang penting mereka bahagia,siapapun pilihan mereka,pasti itu yang terbaik buat Sona"jawab Sona.


"*ya sudah sekarang non makan ya,bibi nggak mau kalau sampai non sakit" ucap bibi Ranti sembari mengangkat nampan yang ada di atas meja dan memberikannya kepada Sona anak dari majikannya.


"iya bibi*" jawab sona sambil tersenyum dan menerima nampan yang berisi makanan itu.


Sona memakan makanan kesukaannya itu,ayam kecap tentunya.dia memakan nasi dan ayam sampai habis.jelas saja dari tadi pagi dia hanya sarapan kue pukis 3 biji dan minum teh hangat saja.tentu dia sangat lapar,hingga karena perjodohan itu membuatnya lupa akan rasa laparnya.


+++++++++++++++++++++++++++++++++++


 


Malam harinya,seperti biasa Sona duduk di depan TV,dengan kaos oblong bergambar mickey mouse dan celana hitam pendeknya, sambil menonton acara musik kesukaannya yang tayang setiap hari.


 

__ADS_1


Tiba tiba ayah Sona datang dari belakang dan memegang bahu Sona,sontak membuat Sona terperanjak kaget.


"ih ayah,ngagetin Sona aja deh" gerutu Sona,dengan mulut cemberut.


"gitu aja kaget ,dasar kamu Sona" jawab Brata sambil tertawa dan mengusap pucuk kepala Sona.


"ya kaget lah ayah,Sona kan lagi asik nonton acara musik" jawab sona kesal.


ibu berjalan dari arah dapur sambil membawa gorengan dan kopi.


"ada apa sih kok kelihatannya seru banget ibu dengar dari dapur" tanya ibu Laila kepada Brata dan Sona.


"ini nih bu,ayah.sukanya ngagetin Sona aja deh" jawab Sona.


"kalian itu,selalu saja sukanya saling mengusili" jawab laila sembari duduk dan meletakkan gorengan dan kopi di atas meja ruang TV itu.


"ini ibu udah bikin gorengan kesukaan ayah dan Sona,ibu juga bikinin kopi buat kalian,oh iya,buat sona yang ini ya,kan Sona nggak suka kan,kalau terlalu manis" kata lali tersenyum ke arah Sona.


"ibu memang yang terbaik" jawab Sona sambil mencium pipi ibunya.


"Sona,ayah mau bicara nak" sela Brata di sela kemesraan ibu dan anak itu.


Brata berbicara dengan nada serius kali ini.


"iya ayah ada apa?" tanya Sona kepada ayahnya.


"ini mengenai perjodohan itu sayang" dengan hati hati brata berkata kepada Sona,karena Brata tidak mau melihat Sona sedih seperti tadi siang. "ayah ingin menjodohkan kamu dengan pak Damor,dia adalah pemilik supermarket yang biasa menampung sayuran kita nak" tukas brata lagi sambil memegang tangan Sona.


"iya sayang,ayah tau.tapi pak Damor itu sangat baik sayang,memang dia sudah punya tiga anak,tapi anak anaknya sudah punya keluarga sendiri sendiri sayang,anaknya sudah sukses semua dan ada yang tinggal diluar negeri juga" ucap brata panjang lebar.


"jadi sayang,kamu nggak usah takut ya,meskipun pak Damor seorang duda tapi dia masih terlihat muda kog,dia tampan,badannya tegap,sangat cocok sama kamu sayang,kamu akan diperlakukan dengan baik olehnya nanti" sambung laila,sembari memeluk pundak Sona.


Sona menghela nafas berat,dengan mata yang berkaca kaca dan menjawab dengan kepala menunduk ke bawah "iya ayah,ibu.Sona percaya sama kalian,Sona akan menuruti semua yang ayah sama ibu inginkan,dan Sona tau mungkin itu yang terbaik buat Sona"


"Terima kasih sayang*" jawab Laila dan Brata bersamaan.


"Besok pak Damor akan kesini,besok kamu dandan yang cantik ya sayang."


kata Brata sambil mengusap pucuk kepala Sona.


"iya ayah" jawab Sona.


++++++++++++++++++++++++++++++++++++


 


ke esokan harinya,Sona sedang merias diri di depan meja rias yang ada di dalam kamarnya.sebenarnya Sona sudah dari tadi selesai tapi dia masih melamun di depan kaca,hingga tak terasa air mata jatuh di pipinya.


 

__ADS_1


"non Sona,apa sudah siap?" kehadiran bibi ranti membuyarkan lamunan sona.


"eh iya bi,sudah" jawab Sona singkat.


Sona berjalan ke arah ruang tamu yang sudah ada Brata,Laila,dan tentu saja Damor.



Sona memakai dres berwarna jingga selutut,dengan riasan tipis,dan rambut yang di kerly bawah membuat penampilan sona terlihat cantik dan mempesona.


Damor yang melihat kehadiran Sona dari dalam langsung terpana melihat kecantikan Sona yang sangat mengagumkan.


hingga tanpa sadar Damor sudah menyunggingkan mulutnya keatas,dia merasa jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap sona.iya Sona gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.



Damor Sadewa,dia adalah duda keren tiga anak yang tergolong pria sukses yang berasal dari kota,bagaimana tidak.Dia memiliki supermarket dengan beberapa cabang di seluruh penjuru kota,dan tentu saja supermarket terbesar di kota itu.


Damor langsung berdiri menyambut kedatangan Sona,dia mengulurkan tangan terhadap Sona,dan langsung diterima uluran tangannya terhadap Sona.


"perkenalkan nama saya Damor,senang bertemu dengan anda". ucap Damor terhadap Sona,sambil tersenyum dan terpana.


"Nama saya Sona " jawab Sona singkat dengan wajah datar dan tertunduk ke bawah.


"Silahkan duduk Nak Damor dan Sona sayang ayo duduk di samping Nak Damor" kata brata sambil tersenyum mempersilahkan calon menantu dan anaknya.


"Baik ayah" ucap damor dan Sona serentak yang membuat mereka saling memandang.


"Begini bapak ibu,kedatangan saya kesini,saya ingin melamar putri bapak yang bernama Sona untuk menjadi istri saya,teman hidup saya.saya telah terpana sejak pertama kali melihat nya di gudang kebun sayur bapak.saya takjub dengan kelembutannya, keramahannya terhadap para pegawai,saya yakin,pasti saya tidak akan pernah salah memilihnya" ucap Damor panjang lebar,sambil menatap Brata dan Laila.


Tanpa disadari,dari samping Sona sudah memandang Damor dari tadi,dia merasakan ada getaran yang berbeda di dalam hatinya.jantungnya tiba tiba berdetak begitu cepat.dan bibirnya sedikit terangkat ke atas.


saat Damor menoleh ke arah Sona ,Sona jadi salah tingkah dan mengedarkan pandangannya kearah lain.


Sona


Aduh ... kenapa sih ini mata nggak bisa di kontrol,ini mulut juga malah senyam senyum sendiri,jadi malu kan ketahuan.


Damor


Kenapa Sona menatapku sambil tersenyum tadi,apa dia juga merasakan apa yang aku rasakan,apa dia juga jatuh cinta kepadaku seperti aku mencintainya?


semoga saja itu benar.


"Saya sangat tersanjung dengan pujian anda Nak Damor terhadap putri saya,saya harap anda bisa menjaga dan membahagiakan anak saya.dia adalah anak saya satu satunya,kami sangat menyayangi Sona". ucap brata dengan mata yang berkaca kaca.


"iya pak,saya janji saya akan membahagiakan Sona,dan akan mencintainya sepenuh hati saya,saya akan menjaganya." jawab Damor sambil memegang tangan Brata.


"lalu Sona?apa kamu bersedia menerima lamaran Nak Damor? tanya Laila terhadap Sona .

__ADS_1


Hai hai hai tunggu kelanjutan ceritanya yaaa,kira kira Sona mau nerima Damor nggak yaa?


jangan lupa kasih like dan tambahkan ke favorit kamu ya😘😘


__ADS_2