Karmaku Atau Takdirku

Karmaku Atau Takdirku
Part 10


__ADS_3

Setelah Ika dan Key pergi Reno mengajak Sona untuk berkeliling melihat rumah Damor.Itu adalah rumah Damor dengan mendiang istrinya dulu.


itu adalah rumah yang cukup mewah tapi tidak sebesar mansion yang di berikan Damor untuk Sona.


sementara Reno dan Sona berkeliling,Damor sibuk dengan lap topnya.dia mengerjakan pekerjaannya dari rumah.Karena baru baru ini dia ingin membuka cabang supermarket nya di luar kota.


Saat Reno dan Sona berada di lantai dua rumah itu.Sona tertarik memandang sebuah foto yang cukup besar di dinding ruang santai yang menghadap ke balkon.


"Kenapa calon mama kok berhenti?"


Reno melihat Sona yang bengong ternyata dia sedang memandang sebuah foto.


"Iya,itu foto mama"


"Cantik,boleh aku melihatnya"


"Tentu"


Reno berjalan mendekati foto di dinding itu,sambil membelai kaca bingkai foto.


"Meskipun Reno nggak pernah melihat mama,tapi Reno tahu mama adalah orang yang baik,meskipun dia sakit dan dokter melarang untuk dia hamil lagi,tapi dia tidak menghiraukan itu,hingga setelah kelahiranku mama...."


belum sempat Reno menjelaskan Sona menyela kata kata Reno.


"Udah Reno,semua itu bukan salah kamu kok,mungkin Tuhan lebih sayang sama mama kamu"


kata Sona menenangkan hati Reno,yang merasa bersalah.


"Makasih ya,calon mama"


"ayo kita ke taman belakang"


Reno mulai bersemangat lagi mengajak Sona berkeliling rumah itu.


Sesampainya mereka di taman belakang,Reno mengajak Sona duduk Kursi bawah pohon.


"Calon mama,kamu nggak usah pikirin kata kata ika ya.dia memang orangnya seperti itu,keras kepala.Tapi sebenernya dia baik kok,mungkin dia belum kenal aja sama calon mama"


"Nggak apa apa Reno,wajar kalau Ika bersikap seperti itu.Dulu pas aku tau mau dijodohkan sama papa kamu,aku marah,bahkan sampai seharian aku nangis di kamar.Tapi setelah aku kenal sama papa kamu,aku mulai tahu sifatnya,dan sedikit aku juga mulai sayang sama papa kamu"


Kata Sona dengan pipi memerah karena dia merasa sedikit malu.


"kalau boleh tau berapa sih umur calon mama?"


"25 tahun"


"waw papa emang pintar ya,sukanya sama daun muda"


kata Reno sambil tertawa terbahak bahak.


"ehheeem,apa yang kalian bicarakan,ngomongin saya ya?"


Damor datang secara tiba tiba,dan membuat Reno kaget karena tadi dia sedang membicarakan papanya.


"Enggak ko pa,papa aja yang ke GR an"


"Ayo,katanya tadi mau ke restoran kamu Reno"


"Ayo,aku juga nggak sabar pengen ke sana"


kata Sona sambil berdiri dari duduknya.


mereka bertiga langsung berjalan menuju mobil Damor di garasi.


Reno berada di kursi mengemudi dan ayahnya berada di sampingnya,sedangkan Sona berada di kursi belakang.


tidak lama hanya butuh waktu 30 menit mereka sampai di restoran Reno.


karena saat itu jam menunjukkan jam makan siang, restoran itu penuh sesak oleh pengunjung.

__ADS_1


"Pak bos,silahkan masuk pak bos.kapan Pak bos sampai di Indonesia?Siang Pak Damor,dan nona"


sambut manager di restoran itu,yang merupakan orang kepercayaan Reno,dia mengira kalau Reno bersama papanya dan kekasihnya.bagaimana tidak Sona memang masih muda dan cantik.


"Tadi malam,aku yakin kamu berhasil mengembangkan restoran ini Pak?"


"Restoran ini sangat ramai,tidak salah aku mempercayakan kepada mu"


Puji Reno kepada sang manager restoran.


"Semua ini berkat masukan dari Pak bos,saya hanya menjalankan perintah"


manager restoran agak merendah,karena memang semua ini berkat Reno sendiri yang giat mempromosikan restorannya,karena gaya arsiteknya yang sangat tradisional dan nyaman.


Restoran tradisional Reno,menggambarkan tema Jawa,dengan ornamen ornamen gamelan dan tokoh pewayangan.restoran ini di dominasi dengan Kayu yang di cat mengkilap warna coklat tua.


dengan diiringi suara musik gamelan yang terdengar,dengan suara air gemericik dari kolam ikan yang juga air mancur nya.


Setiap set meja di halangi sket sket kayu,supaya lebih terkesan pribadi.di restoran itu juga tersedia sebuah tempat makan khusus untuk tamu tamu yang ingin mengadakan pertemuan penting.


tidak hanya itu,di sana juga terdapat aula besar yang bisa digunakan untuk mengadakan acara seperti ulang tahun dll.


"Maaf pak,kursi restoran sudah penuh,silahkan bapak ke ruangan bapak dulu nanti saya siapkan sebuah ruang makan privat di restoran ini,kebetulan baru dibereskan oleh pelayan"


Manager langsung mengantarkan mereka ke ruangan Reno,ruangan yang cukup besar dengan hiasan lukisan unik,dan benda benda bernuansa jawa.


"wahh,restoran kamu luar biasa Reno,aku kagum melihatnya"


Kata Sona takjub melihat keindahan restoran Reno yang sangat luas dan elegan.


"Kamu suka sayang?Reno memang luar biasa kayak papanya"


sombong Damor kepada Sona,yang dari tadi melihat lihat isi ruangan Reno.


"apa sih mas."


kata Sona sambil mencubit perut Damor yang telah menggodanya.


hingga beberapa saat manager yang menyiapkan ruang makan privat itu datang.


"Permisi pak bos,ruangannya sudah siap"


Sebelum manager itu berbalik keluar,dia melihat Damor sedang bercanda dengan mesra kepada Sona,dengan posisi tangan Damor menggenggam tangan Sona yang ada di pangkuan Sona.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu pak?


kata Damor mengagetkan pandangan sang manager.


"Ah tidak,maaf pak,saya.....


saya kira...."


sebelum manager melanjutkan kata katanya Reno langsung menyela ucapan sang manager.


"Oh iya,kenalkan pak,itu Sona calon mama Reno,Bapak kira dia siapa?"


"maaf pak bos,saya kira dia pacar pak bos?"


Reno langsung tertawa sambil memandang ayahnya yang sedikit geram dengan kata kata manager restoran.


"Sudah lah pa,jangan ngambek.tuh lihat tuh calon mama jadi merah kan pipinya"


"Iya mas,kan manager itu tidak tahu,yang penting sekarang dia sudah tau."


kata Sona mempererat genggaman tangannya kepada damor.


"Maaf Tuan Damor.Mari saya antar ke ruang privat."


mereka berjalan mengikuti manager itu menuju ke sebuah ruangan tertutup.

__ADS_1


Ruangan itu begitu banyak dihiasi oleh lukisan tokoh pewayangan,dengan jendela bening yang langsung menghadap ke taman.meja panjang dengan duduk di bawah beralaskan karpet empuk untuk mereka duduk lesehan.


lantai terbuat dari kayu yang tertata rapi.


"Aku kagum dengan restoran kamu Reno"


Kata Sona,tak henti hentinya mengagumi restoran reno.padahal ini hanya satu dari beberapa restoran mewah Reno.


"Tentu dong calon mama,Restoran ini di desain oleh sahabat aku Garra .dia orang yang sama dengan yang mendesain rumah calon mama nanti.


"oh,tuan Garra yang ketemu di restoran kemaren itu ya mas?


Kata Sona memandang Damor.


"Ya,arsitek tampan itu"


ucap Damor singkat,dia merasa cemburu karena kemaren Sona terus memandang Garra.


"ciye,kayaknya ada yang cemburu nih"


goda Reno.sambil tertawa riang


"Aku pesan makanan dulu mas,kamu mau makan apa?"


Tanya Sona sambil menyodorkan buku menunya.


"terserah kamu saja"


"Bawakan semua menu spesial di restoran ini,oh iya,juga bawakan kue pukis dengan semua rasa"


kata Reno menyuruh pelayannya.


Sela beberapa menit hidangan datang satu persatu.Sona terlihat kagum melihat semua hidangan tang ada di restoran ini,begitu menggugah selera.


tapi Sona juga heran.


"Astaga,mau diapakan makanan sebanyak ini Reno,kan sayang nanti kalau nggak ke makan"


kata Sona sambil menggeleng geleng kan kepalanya.


"Kan nanti bisa dibungkus sayang,kamu bisa membawanya pulang.


kata Damor


"Iya calon mami nanti habis ini sekalian aku antar kamu pulang sama papa,boleh kan pa?"


"Tentu boleh Reno,di sana pemandangannya sangat indah dan udaranya sangat sejuk"


Reno sangat senang ayahnya mengizinkannya melihat kampung tempat tinggal calon mamanya.


"Ayo ma,di coba satu satu.biar cepat selesai makannya,udah nggak sabar pengen lihat kampung calon mama."


Sona menuruti mencoba makanan satu persatu,dia begitu takjub dengan kenikmatan masakan itu,bahkan daging ayam kampung,bisa lembut dan bumbunya meresap hingga ke daging,rasa tumis kangkung yang terasa sangat fress,semua dia coba.


terakhir dia mencoba kue pukis rasa Durian,kue kesukaannya.


bahkan Sona mencoba semua macam rasa kue pukis,hingga menghabiskan 7 buah kue,tak terasa karena saking enaknya.


"Sona sayang,apakah kue itu begitu nikmat?hingga kamu lupa menawari calon suamimu ini?"


sela Damor di balik keadilan Sona memakan kue pukis.


Sona Reno dan Damor lantas tertawa bersama.


"Maaf mas,ini enak sekali.Rasanya begitu lembut,gurih.tidak pernah aku memakan kue pukis se enak ini."


"Tenang calon mama,mulai sekarang kamu bebas menikmatinya setiap saat."kata Reno


Sona lalu tersenyum ke arah seno dan memasukkan satu kue lagi ke dalam mulutnya.itu membuat Damor gemas dengan tingkah laku calon istrinya.lalu mencubit pipi Sona.

__ADS_1


Setelah mereka merasa kenyang,Reno menyuruh pelayan membungkus makanan yang masih belum disentuh itu,hanya sedikit dicicipi sona.


Reno membawa 5 buah bag besar berisi makanan makanan tadi dan memasukkannya ke dalam mobil.hendak menuju ke rumah Sona di kampung.


__ADS_2