
Setelah mereka duduk di kursi samping rumah,ternyata dari tadi Reno mengamati tingkah laku mamanya.
"Mama kenapa pa?"
"Sakit"
jawab singkat Damor
"Hahaha,makanya pa,papa sih nggak sabaran,kasihan mama kan"
kata Reno mengejek mama dan papanya yang sudah melakukan malam pertama.
"Reno,tadi mama kepleset di kamar mandi"
kata Sona karena merasa malu dan mukanya kini memerah seperti udang rebus.
"Nggak apa apa ma,udah sah jadi suami istri ini"
"Reno"
Damor menyela perkataan Reno,karena ia tau istrinya tengah malu.
"Sana bikin teh dan bawa makanan ringan"
"Iya iya pa,bentar ya Reno ambilin"
"Apa masih sakit sayang?"
kata Damor sambil berbisik ke arah telinga Sona.itu membuat Sona kaget dan sekejap tubuhnya menjadi kaku karena merinding.
"Apa sih mas,nggak kok.udah ah jangan di bahas,malu tau."
kata Sona menggerutu sambil mencubit perut Damor.
"Iya iya."
Tak lama kemudian Reno datang dari dapur membawa tiga cangkir teh dak kue kering di toples kaca.
"Ini pa ma,teh nya.ini juga ada kue kering,katanya sih buatan bibi ranti sendiri."
"Emang bibi Ranti kemana Reno.kan kamu bisa minta langsung sama bibi Ranti,jadi kamu nggak perlu repot repot bikin teh."
kata Sona,sambil mengaduk teh yang tadi di bawa Reno.
"Bibi Ranti masih beres beres ma,kasihan dia kerjaannya banyak sisa acara kemaren.tadi juga ada yang bantu bantu,kata oma sih juga warga sini.kalau oma sedang masak buat sarapan"
"Oh seperti itu,ya udah abis ini aku mau bantuin ibu masak ya mas?"
kata Sona sambil memegang lengan Damor yang duduk di sebelahnya.
"Emang kamu nggak apa apa?mau aku anterin?"
__ADS_1
"Mas,kenapa sih,aku nggak apa apa kok"
kata Sona sambil melirik ke arah Damor sambil memberi isyarat untuk diam,karena Sona malu di dengar Reno.
Reno yang duduk di kursi samping menahan senyumnya melihat pasangan pengantin baru yang udah nggak muda ini,Reno merasa papa dan mama barunya ini begitu lucu.
Sona mengecap teh yang di bawa Reno tadi,belum habis tehnya,dia meletakkan di meja lagi dan menutupnya dengan lepek yang tadi di buat alas cangkir.
"Aku masuk dulu ya mas,kamu ngobrol aja dulu sama Reno."
kata Sona sambil berdiri dan berjalan tapi tidak terlalu cepat.setelah sampai di dapur bu Laila melihat Sona.
"Kenapa Sona sayang,kamu sakit?"
kata Laila karena melihat cara jalan Sona yang sedikit lesu.
"Nggak bu,tadi cuma kepleset di kamar mandi"
Alasan Sona,untuk menutupi rasa malunya.
"Oh,tapi nggak apa apa kan nak?apa perlu ibu panggil tukang urut,takutnya nanti ada yang keseleo"
kata Laila cemas terhadap anak semata wayang nya.
"Nggak apa apa bu,ini sudah mendingan kok.oh iya,ibu mau masak apa sini dona bantu."
kata Sona sambil matanya berkeliling melihat apa yang belum Selesai dikerjakan.
"Sona,nggak usah.ini udah selesai kok,tuh lihat.tinggal nunggu sayur nya matang aja kok.sana kamu temenin suami kamu saja"
kata Sona sambil memeluk Laila,karena dia tau sebentar lagi akan tinggal jauh dari ibunya,karena dia harus ikut dengan Damor suaminya ke mansion baru.
tak terasa air mata Sona menetes membayangkannya.
"Sona,kamu kenapa?kamu nangis?"Laila melerai pelukan mereka lalu mengusap air mata di pipi Sona.
"Sayang ,kamu nggak usah sedih.kan ada hp kalau kamu kangen sama ayah atau ibu,lagi pula kan kamu bisa main main kesini.oh iya ,jangan lupa cucu buat ibu ya"
kata Laila sedikit menghibur Sona yang kini merasa sedih.
"Oh iya,kapan kamu mau pindah sayang?"
"Nggak tau bu,Sona nurut sama mas Damor"
"Iya Sona,kamu harus patuh terhadap suami kamu dan sayangi anak anak mu,meskipun mereka bukan anak kandungmu,tapi sayangi mereka seperti kamu menyayangi adnan dan lastri ya,mereka bisa jadi anak,adik,atau sahabat kamu."
"Iya ma,Sona janji"
"Eh bentar sayang,sayur nya matang.sana kamu panggil suamimu dan Reno,ibu mau panggil ayah dulu di depan"
"Iya bu"
__ADS_1
setelah itu Sona memanggil Damor dan Reno,sedangkan ibu Laila memanggil pak Brata di depan yang mengumpulkan sampah sisa sisa acara pernikahan kemarin.
mereka sudah berkumpul di meja makan.Sona mengambilkan nasi untuk Brata dahulu kemudian untuk Damor.ibu Laila mau mengambil sendiri dan Sona pun mengisi piring nya sendiri.
mereka makan dengan hikmat sambil sesekali berbicara dan bergurau.
"Oh iya nak Damor,rencana kalian mau kembali ke kota kapan?biar nanti ayah sama ibu bantuin membawa barang barang Sona."
"iya ayah rencana nanti sore kita mau pindah ke rumah baru,itu kalau Sona setuju.saya nurut Sona saja."kata Damor sambil melihat dan tersenyum manis ke arah Sona yang makan di sampingnya.
"Sona,nurut mas aja.kalau nanti sore juga nggak apa apa"
kata Sona menjawab sambil membalas senyuman Damor.
"Nanti ayah sama ibu bawa mobil pick up aja ya,buat bawa barang barang kamu."
"Barang barang apa ayah ibu,nggak usah bawa banyak banyak,lagian saya sudah menyiapkan segala keperluan Sona kok.ayah sama ibu tinggal ke sana saja naik mobil bareng kita"
kata Damor sambil mengelap mulutnya menggunakan tisu.
"Tapi nanti pulangnya gimana nak Damor?"
tanya brata.
"Kan ada Reno opa,opa lupa ya?"
"iya,nanti ibu sama ayah bisa menginap di sana dulu,baru besoknya di antar Reno ,tahu sendiri kan ayah Reno sedang mengincar gadis sini makanya dia ngebet banget pengen disini terus.oh iya Reno,nanti kalau kamu nganterin oma sama opa kamu jangan lama lama di sini,ingat ada bisnis yang mesti kamu jalankan.kamu jangan mengandalkan orang terus ya"
"Iya iya pa,Reno juga tahu kok.coba aja Sekar mau di ajak ke kota ya,pasti asik."
tiba tiba bi Ranti datang dari depan dan mendengar perkataan Reno.
"ajak aja lastri sama adnan Reno,pasti Sekar mau."
"Wah,bibi Ranti memang the best.bibi juga ikut ya,biar rame nanti kita Bawa 2 mobil aja."
"Apa nggak ngerepotin nanti?"
"Nggak bi,lagian di sana banyak kamar kok,biar bibi juga tau tempat tinggal Sona yang baru"
kata Damor senang karena dia melihat istrinya menunjukan raut Wajah yang bahagia banyak orang yang mau mengantarkan ia pindah.
Setelah sore tiba.Sona hanya membawa beberapa bajunya saja.karena Damor melarang sona untuk membawa banyak barang.Sekar,Adnan,Lastri,Bibi Ranti,Ayah Brata dan Ibu Laila juga sudah bersiap.
Reno menyetir mobil Ayah Brata satu mobil dengan Sekar,Adnan,Lastri,dan Bi Ranti.
sedangkan Damor,Sona,dan ayah ibunya berada satu mobil.mereka beriringan untuk berangkat ke kota.
Di dalam mobil Reno selalu mencuri curi pandang ke arah Sekar dari kaca spion.karena Sekar duduk di belakang bersama bibi Ranti dan Lastri,sedangkan Adnan di sebelah Reno.
Selang 3 jam perjalanan,sampailah mereka di mansion baru Sona.ketika pintu gerbang di bukakan oleh penjaga rumah,mereka semua merasa kagum dengan mansion itu.setelah masuk gerbang terdapat taman yang begitu besar dan indah.Laila dan Brata merasa sangat terkejut dan bahagia karena anak semata wayangnya akan tinggal di rumah sebesar ini.setelah mobil terparkir di garasi,mereka akhirnya turun dan masuk ke dalam rumah.kedatangan mereka di sambut oleh ketiga asisten rumah tangga dengan bahagia karena majikannya mulai sekarang akan tinggal di rumah barunya.
__ADS_1
dan setelah masuk Damor dan sona mempersilahkan mereka duduk dan bersantai.karena pasti merasa capek setelah lama dalam perjalanan.
Sona juga menyuruh salah satu asisten rumah tangganya.untuk menyiapkan 2 kamar tamu untuk mereka menginap nanti.