
Lea dan Leo pergi ke bundanya Leo.
"Lea, kamu yakin mau ikut ngindap di sana?" Tanya Leo.
"Yakin dong bang, abang Leo juga kan ngindep waktu itu di rumah bapak." Jawab Lea yakin.
"Hmm. Baiklah!"
Setelah sampai Anggi Marito bunda Leo menyambut kedatangan anak semata wayangnya. Surya William ayah tirinya Leo yang baru pulang. Ikut senang dengan hadirnya Leo.
"Wih bujang bunda udah dateng?" Tanya Surya.
"Hai om." Jawab Leo.
"Siapa tuh, pacar?" Tanya Surya yang baru bertemu Lea.
"Hahaha iya om." Jawab Leo dengan entengnya.
"Eh bukan om, kenalian Lea adik tiri bang Leo." Jelas Lea bersalaman kenalan dengan ayah tiri Leo.
"Oh halo Lea. Kalian emang kaya kembar, mukanya aja sama." Jawab Surya.
"Om bener banget!" Ucap Leo
"Om bisa aja!" Ucap Lea
Jawab mereka kompak.
"Stive! Sini!" Ajak Surya.
"Kenalin ini Stive anak om, dia baru pulang dari Inggris." Jelas Surya setelah Stive ada dihadapannya.
Leo memang tahu siapa Stive kakak tirinya yang berbeda 3 tahun dengannya. Namun, ini kali pertamanya mereka bertemu karena Stive tinggal di Inggris.
"Hallo gue Stive. Salam kenal." Ucapnya pada Lea dan Leo.
"Hai gue Leo, dan ini adik gue Lea." Jawabnya.
"Oh kalian kembar?" Tanya Stive.
"Gak, kita beda ayah dan ibu. Karena orang tua kita menikah, kita jadi sodara. Ya sama lah kayak hubungan gue dan abang!" Jelas Leo.
"Oh oke. Halo Lea ? Lo cantik benget btw." Ucapnya menggoda Lea.
Seketika Leo mengepalkan tangannya kesal.
"Ayo kita masuk!" Ajak Anggi.
Setelah masuk mereka pun ngobrol dan makan bersama. Kebetulan sudah siang.
"Lea Lo berapa tahun si?" Tanya Stive.
"Em 19 jalan 20." Jawabnya.
"Kakak 23 tahun." Jawab Stive.
"Nama panjang kamu?" Tanya Stive lagi.
"Lea Aditya Karang." Jawab Lea tersenyum sungkan.
"Gue Stive Chiko William!" Ujarnya.
"Oh iya kak."
"Kok panggil kakak, Lo ke Leo panggil abang? Leo juga panggil abang ke gue?" Tanyanya.
"Em gapapa. Lea takut ke tuker aja." Jelas Lea cengengesan.
"Ohh yaudah gak apa-apa Lea."
"Khemmm...." Leo berdehem cemburu.
"Kenapa bang?"
"Apa si bro?" Tanya Stive.
__ADS_1
"Kita jalan-jalan yuk! Gue sumpek." Ajak Leo.
"Ayo!"
"Gue ada kerjaan kalian aja. Tar malem gue ajak kalian ke caffe, caffe milik gue btw." Jelas Stive.
"Oh iya kak." Jawab Lea
***
"Lea! Kamu suka sama abang Stive?" Tanya Leo yang sudah duduk memakan es krim.
"Suka sebagai apa?" Tanya Lea yang memakan toppoki.
"Cewek ke cowok." Jawab Leo.
"Gak. Kalo adik ke kakak Lea lumayan suka." Jelas Lea.
"Kayaknya dia suka deh sama kamu." Ucap Leo mampu menebak tatapan Stive pada Lea.
"Ya, wajar aja sih. Lea kan cantik." Bangga Lea.
"Hussshhh dasar!" Ucap Leo mengacak-acak rambut Lea.
"Ihh abang, berantakan nih rambutnya." Keluh Lea.
"Gak apa-apa, masih cantik." Godanya.
Malam harinya.
"Caffe kincana milik kak Stive?" Tanya Lea.
"Iya, kenapa Lea?" Tanya Stive.
Mereka bertiga sudah di caffe kincana.
"Lea sama sahabat Lea kerja di sini kak!" Ujar Lea.
"Oh iya kah? Kayaknya kita emang jodoh deh." Ucap Stive tiba-tiba.
"Kakak kan di Inggris. Jadi, yang kelola pegawai kakak. Baru hari ini kakak ke sini, dari semenjak awal pembangunan ini. Ini kali pertama kakak ke sini, itupun bareng kalian." Jelas Stive.
"Wah. Kakak keren, kakak kuliah dimana?" Tanya Lea.
"Universitas Bee Jakarta."
"Kita juga di sana kak." Ujar Lea antusias.
"Wah iya kah?"
"Abang jurusan apa?" Tanya Leo.
"Pengusaha. Kalian?"
"Lea kepenulisan."
"Leo matematika."
***
Sudah hampir 2 bulan setelah kejadian itu.
Dimana Lea dan Leo melepas keperawanan dan keperjakaan nya.
"Lea mohon! Jangan!" Ucap Lea di dalam toilet.
"Positif?" Tanya Lea terus menangisi nasibnya. Lea masih ingin berkuliah dan bekerja.
Setelah beberapa menit. Lea pun keluar dari kamarnya.
"Lea! Ayo sarapan! Ayah sama abang udah nunggu di bawah!" Ucap Tya membuka pintu kamarnya.
"Iya Bu. Lea baru selesai mandi." Jawabnya.
Mereka pun sarapan dengan nikmat.
__ADS_1
"Lea sama Leo, ayah baru dengar dari ibu. Kalian berdua bekerja di SMA Butterfly?" Tanya Wijaya.
"Iya ayah. Kalo Leo menjelang 2 tahun, Lea baru beberapa hari." Jawabnya.
"Kerja sebagai apa?" Tanya Wijaya.
"Leo pembina OSIS, guru renang, dan guru olimpiade." Jawab Leo.
"Lea?"
Lea hanya melamun dan tak mendengarkan obrolan mereka. "Lea?" Tanya Tya kali ini.
"Hmm?" Lea pun melirik ibunya.
"Kamu kenapa?" Tanya Leo.
"Kamu kerja sebagai apa di SMA Butterfly?" Ulang Wijaya.
"Guru lomba yah." Jawab Lea.
"Lomba apa?"
"Olimpiade, music, tari, nulis." Jawab Lea.
"Wah banyak juga ya?" Tanya Wijaya.
"Kalo olimpiade kan diadakan setahun sekali. Kalo ketiga lainnya, beda hari. Jadi Lea juga gak kewalahan walaupun sambil kuliah yah." Jawab Lea.
"Baguslah! Kalian memang mandiri, pantas saja ayah sering lihat Leo jemput kamu sekolah. Ternyata setelah lulus Leo jadi pembina OSIS."
"Iya ayah." Jawab Leo.
"Besok ibu sama ayah mau ke Amerika. Selama sebulan kita di sana. Kalian ditinggal berdua gak apa-apa kan?" Tanya Tya.
"Gak apa-apa Bu." Jawab Leo.
"Ngapain Bu?" Tanya Lea.
"Perusahaan ayah sedang membuka cabang di sana." Jawab Wijaya.
"Oh baiklah."
"Atau kalian mau ikut?" Tanya Tya.
"Kita kuliah." Jawab keduanya.
"Siapa tahu mau izin dan kuliah online?" Tanya Wijaya.
"Ada teater yang gak bisa ditinggal yah." Jawab Leo.
"Yaudah. Kalian hati-hati ya di sini."
***
Pulang dari kampus dan tempat kerja Lea dan Leo sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mereka esok harinya, memilih berlibur kerja. Karena ingin istirahat.
"Lea!" Panggil Leo.
"Hmm?"
"Lo sakit?" Tanya Leo.
"Lo?"
"Ya gue mau lebih santai aja? Boleh gak?" Tanya Leo.
"Hmm. Terserah." Lea pun masuk ke kamar.
Malam hari. Leo ingin mengajak Lea makan malam. Dia pun mengetuk pintu kamarnya yang sedari tadi di tutup, dan tak keluar kamar.
***
Visual🍇🍇🍇
__ADS_1