Kastil Terkutuk

Kastil Terkutuk
bab 13 - Seni Teater


__ADS_3

Lea dan Leo juga semua yang berpartisipasi sudah siap untuk menampilkan seni teater.


Lea dan para kurcaci itu sedang berbincang-bincang.


Tak lama kemudian nenek sihir datang, memberikan apel pada Lea.


Setelah Lea memakan apel tersebut, Lea tergeletak ke lantai dan pingsan. Lea dibaringkan di atas ranjang istana.


"Hanya ciuman pria sejati yang dapat membangunkannya!" Ucap salah satu kurcaci.


Leo pun datang, dan mencium bibir Lea lembut. Momen tersebut lah yang para mahasiswa dan mahasiswi tunggu.


Lea bangun dan cerita pun happy ending.


***


"Aya! Jadi kamu yang menulis buku ini?" Tanya Lea di belakang kampus.


"Lea?"


"Mengapa kamu melakukan itu?" Tanya Lea.


"Aku aku hanya, aku..."


"Kenapa?"


"Lea maafkan aku, Jasmine yang menyuruhku!" Ujar Aya kemudian.


"Jadi, keanehannya yang terjadi di sana itu ulah kamu?" Tanya Lea.


"Keanehan apa?" Tanya Aya tak mengerti.


Lea pun menceritakan semuanya.


"Lea percayalah, aku hanya disuruh dan diancam membuat buku ini. Itu saja, yang lainnya aku tidak tahu." Jawab Aya kemudian.


"Lalu, apa semua yang terjadi itu nyata?" Tanya Lea.


"Maafkan aku Lea. Aku bersalah, tak seharusnya aku mengikuti maunya Jasmine." Jelas Aya.


"Baiklah, kali ini aku maafkan. Jangan kau ulangi lagi, tapi mengapa Jasmine melakukan itu?"


"Kamu tahu bukan, Jasmine masih sangat mencintai kak Leo." Jawab Aya.


"Ahh itu. Tapi, aku dan abang Leo sudah resmi menikah. Mengapa dia mengusik rumah tangga kami?"


"Cinta itu memang menghilangkan akal sehat Lea. Dan yeah apa yang harus ku lakukan untuk menebus kesalahan ku?" Tanya Aya.


"Tak apa. Yang terpenting jangan diulang."


Mereka pun pulang dengan arah yang berbeda.


***


"Benarkah begitu?" Tanya Leo yang mengendarai mobilnya.

__ADS_1


Lea menceritakan semuanya pada Leo. Tentang buku itu, yang ditulis oleh Aya atas perintah Jasmine.


"Maafkan aku Lea. Seharusnya memang, aku tidak dekat dengan Jasmine dulu."


"Itu bukan salah abang. Jasmine yang salah."


"Lalu keanehan itu? Jika bukan buku itu sebabnya lalu apa? Dan darimana Jasmine tahu perihal keanehan di kastil ini?" Tanya Lea.


"Benar-benar menguras otak jika terus memikirkannya. Sudahlah, jalani saja apa adanya." Jawab Leo.


"Tidak bisa bang, kita ini udah hidup di zaman modern. Lalu, hal seperti itu mustahil terjadi. Mungkin kah kita memang ada di cerita dongeng. Dan cerita kita ini bisa menjadi dongeng di masa depan nanti?"


"Jangan ngawur kamu ah!"


"Loh emang bener kan?"


***


Pagi hari di kampus.


Lea duduk seorang diri. Dia memulai menulis di bukunya, berbeda dengan biasanya yang selalu menulis di laptop atau paling tidak di handphone.


Justru saat ini, dia sedang ingin menumpahkan semuanya ke buku keramatnya. Yang entah buku ke berapa. Saking seringnya menulis.


"Hai. Kamu Lea ya?" Tanya seorang pria asing.


"Kamu siapa?"


"Aku Zee."


"Iya, kenapa kamu di sini sendirian?" Tanya Zee.


"Oh sedang menulis. Kamu murid baru apa dosen baru?" Tanya Lea.


"Aku dosen baru."


"Tunggu. Kamu putra dari pemilik yayasan universitas ini ya?" Tanya Lea teringat.


"Hmmm." Zee hanya tersenyum.


"Bukannya kamu sedang di Spanyol?" Tanya Lea.


"Aku sudah lulus S3. Dan baru mendarat ke Indonesia kemarin." Jelasnya.


"Wah, tapi kok kamu bisa tahu nama ku?"


"Aku melihat data mahasiswa/i yang nilainya teratas. Dan ada nama kamu, juga nama Leo. Kalian kembar?"


"Owalah. Terus kok tahu aku di sini?" Tanya Lea.


"Emm sedang lewat. Dan aku sudah lihat foto kamu dan Leo."


"Emm begitu, bang Leo bukan kembaran aku. Kalo pak Zee lihat tanggal lahir kami, beda setahun loh. Justru bang Leo suami Lea." Jawab Lea.


Gleg...

__ADS_1


Zee mendadak sesak nafas. Ternyata wanita yang dikaguminya ini, sudah menikah.


"Oh begitu." Jawabnya tenang.


"Pak Zee mengajar pelajaran apa?" Tanya Lea.


"Kepenulisan."


"Wah berarti kita akan sering bertemu." Jawab Lea.


Zee pun tersenyum manis.


Zee pria tampan yang tingginya 190cm dan berat badannya 70kilo. Membuatnya bertubuh tinggi dan berisi. Sosok yang ideal dan gagah ini, banyak dikagumi.


Zee berusia 27 tahun. Namun, wajahnya yang maskulin dan sedikit imut. Membuatnya seperti anak SMA.


"Lea!" Panggil Leo.


"Iya?" Jawab Lea.


"Sedang apa dan bersama siapa?" Tanya Leo yang belum mendekat.


"Pak Zee?" Tanya Leo yang sudah mengetahui Zee.


"Emm apakah kamu Leo?" Tanya Zee.


"Iya."


"Salam kenal Leo. Mulai hari ini, saya akan mengajar sebagai dosen." Jelas Zee.


"Oh benarkah? Jurusan apa pak?" Jawab Leo menerima tangan Zee.


"Kepenulisan."


"Wah... kebetulan istri saya, Lea juga jurusan itu."


"Pak Zee sedang membahas apa bersama Lea?" Tanya Leo.


"Aku tak sengaja lewat, jadi aku gabung." Jawab Zee.


"Oh begitu. Saya akan mengajak Lea makan siang ke kantin. Tidak apa-apa kan pak?" Tanya Leo.


"Atau pak Zee mau gabung?" Tanya Lea.


"Tidak terima kasih. Kalo begitu, aku juga pamit mau ke ruangan pribadi." Jawab Zee.


***


Visual🍰🍰🍰




__ADS_1


__ADS_2