
"Semuanya sudah naik bis?" Tanya Tomo.
"Sudah!" Jawab semua serempak.
"Okei, bapak di bis sebelah. Kita camping ke gunung dekat pantai, jadi yang suka gunung atau pantai, pasti menyukainya!" Jelas Tomo.
"Siap pak!"
"Wah!"
"Hore!!!"
Setibanya di tempat. Semuanya turun, dan kembali diabsen. Kampus memang mengundang semua mahasiswa/i seuniversitas, meskipun berbeda jurusan dan angkatan.
Tetapi, total yang ikut hanya 10 bis. Dengan setiap bis 60 orang, dua lantai. Sekitar 600 mahasiswa/i ikut. Dan hampir semua guru ikut. Ini memang camping besar-besaran.
Bahkan universitas, menyewa tempat itu untuk semua mahasiswa/i nya. Tak heran, karena terbilang universitas elit.
"Pak Zee?" Tanya Lea yang sedang membuat tenda dengan teman-teman perempuannya.
"Kamu kesulitan ya bikin tenda?" Tanya Zee.
"Hehe iya pak, tapi gak apa-apa. Ini aja bentar lagi jadi!" Jelas Lea.
"Emm." Zee tersenyum tipis sambil mengangguk.
"Kalo begitu aku ke sana dulu ya!" Ucapnya.
"Oke pak Zee."
Leo berjalan mendekati tenda Lea.
"Pak Zee barusan dari sini?" Tanya Leo.
"Iya, katanya kalo butuh bantuan dia bisa bantu. Tapi, Lea nolak. Jadi, dia pergi." Jelas Lea.
"Ohh.. gimana belum jadi?" Tanya Leo.
"Iya nih, bantu dong kak Leo!" Ujar Sindi menjawab.
"Tau nih, ngapa kita gak bisa ya?" Tambah Cebi.
"Mau kita bantu gak?" Tanya Afgan yang baru datang.
"Loh tenda kalian deket kita?" Tanya Lea.
"Iya nih, suka kan kalian!" Jawab Boy.
__ADS_1
"Jangan sok iyeh deh lo!" Ujar Sindi.
"Dah dah, gak usah ribut. Ayo cepet selesein ini tendanya, bentar lagi ada pengumuman tuh!" Ucap Lea.
***
"Begini anak-anak. Kalian pasti heran, kenapa bis yang datang hanya dua. Itu karena, ketua yayasan memberikan instruksi."
"Untuk membagi camping menjadi lima bagian. Setiap tim nya dua bis, atau 120 orang. Dan dosen pun dibagi rata." Jelas Tomo.
"Oh pantesan pak, orang kita liat dari tadi cuma beberapa orang. Ya, walaupun banyak sih." Timbal Erik.
"Kenapa dibagi pak?" Tanya Yuda.
"Karena jika 600 orang sekaligus, belum ditambah dosen. Itu pasti akan sangat merepotkan, dan tenda juga akan sangat banyak. Kita tidak bisa memantau dengan baik." Jawab Tirta ketua pelaksana.
Tomo hanya menjadi pemandu saja. Karena, dia sangat banyak tugas belakang ini.
"Baiklah. Sampai sini ada pertanyaan?" Tanya Santika.
"Bu, apa saja kegiatan hari ini?" Tanya Nino setelah mengacungkan tangan.
"Oh itu akan dijelaskan oleh Bu Joya." Jawab Santika.
"Untuk sekarang, kita istirahat dan makan siang dulu!" Jawab Joya.
***
"Saya pak!" Ujar Boy.
"Kenapa Boy? Setahu bapak, kamu gak ada penyakit bawaan yang parah." Jawab Tomo.
"Saya sakit hati, karena cinta yang sangat dalam. Tak terbalas pak!" Celetuk Boy.
"Huuuu uuuu uhhh..."
"Hahahaaa hahaaa..."
Sorak dan tawa mahasiswa/i pun riuh.
"Dasar Boy anak jalanan!" Ujar Tomo geleng-geleng kepala.
"Saya memang cinta sejatinya Refa pak!" Jawab Boy.
"Hahaha..." Tawa semua.
"Di sini ada yang bernama Refa?" Tanya Tomo.
__ADS_1
Dan satu gadis pun mengacungkan tangannya.
"Wah... Kamu mahasiswi yang baru masuk ya?" Tanya Tomo.
"Iya pak." Jawab Refa canggung.
"Jadian aja tuh!"
"Wah, pucuk dicinta ulam pun tiba!"
"Menang banyak, tuh si Boy!"
"Cantik tuh dia, Boy!"
"Atau jangan-jangan mereka udah pacaran?"
"Udah-udah. Kembali ke laptop!" Ujar Tomo.
"Dosen yang lainnya, sedang menyiapkan kegiatan untuk hari ini. Sekarang, kalian boleh mandi ke kali, ingat yang cowok jangan ngintip!" Ujar Tomo.
Setelah Tomo pergi, semua mahasiswa/i pun berhampuran, ada yang mandi. Ada yang sarapan, dan kegiatan lainnya. Sebelum acara dimulai.
Setelah beberapa saat.
"Oke semuanya udah siap? Sekarang kita menjelajahi hutan dan gunung ini. Dibagi regu. Menjadi 12 regu. Dan yeah, kalian bisa polling orang yang akan menjadi leadernya!" Jelas Joya.
"Regu diberi nama yang unik ya. Misalnya 1 money, 2 monkey, 3..." Jelas Tirta terhenti.
"Pak... Pak... bapak, masa iya dari uang ke monyet sih?!" Tanya Nino.
"Ya itu kan contoh Nino!" Jawab Tirta.
"Oh iya, dosen yang ikut dan menjadi pemandu adalah. Saya, Santika, Joya, Tirta, Putri, Angel, Sandi dan..." Jelas Tomo terhenti.
"Dan siapa pak?" Tanya Erik tak sabar.
"Kejutan di hari ini, Msr. Zee pemilik yayasan sekaligus dosen baru kita ikut membimbing." Jelasnya kemudian.
Zee pun datang dengan gagahnya. Sangat berkharisma, tubuh tinggi berisi, wajah tampan dan tegas. Maskulin bak sugar Daddy.
***
Visual🔥🔥
Zee😵💫
__ADS_1