Kastil Terkutuk

Kastil Terkutuk
bab 6 - Dongeng


__ADS_3

"Oh pantesan kalo sore atau pagi abang gak ada. Dikira ngapel, ternyata ngajar."


"Hmm. Dasar kamu!"


***


"Lea! Tahu gak, dulu di hutan ini ada cerita kek dongeng?" Tanya Leo.


"Dongeng?"


"Iya, dulu ada seorang gadis tinggal di hutan seorang diri." Ucap Leo mulai menjelaskan.


"Lalu?"


"Dia, tinggal di pohon besar. Yang ternyata, memiliki pintu. Dia memakan apa saja, yang dia bisa makan di hutan ini. Dia ditemani kelinci kesayangannya." Jelasnya.


"Lalu, dia menemukan kastil terkutuk ini. Dan masuk ke dalam, dia mendapatkan beberapa telor setelah tidur di sini tanpa izin." Jelasnya.


"Terus bang gimana?"


"Dia berusaha keluar. Tapi, tiba-tiba pintunya terkunci."


"Di kastil ini bang?" Tanya Lea.


"Iya. Sekitar 10 tahun yang lalu." Jawabnya.


"Itu cuma dongeng, apa beneran si bang?" Tanya Lea.


"Konon si katanya beneran. Soalnya, penjaga kastil juga cerita." Jawab Leo.


"Terus nasibnya gimana?"


"Kan abang udah bilang, kastil ini terkutuk semenjak pertengkaran bunda sama ayah. Abang juga ngalamin, cuman abang bisa keluar." Jelas Leo.


"Sebenarnya masalah ini di luar nalar manusia ya bang?" Tanya Lea.


"Iya, tapi nyata. Gadis itu bisa keluar setelah penjaga kastil datang." Jelas Leo.


"Terus dia kemana lagi?"


"Masuk lagi ke dalam hutan. Ke pohon besar yang memiliki pintu." Jawab Leo.


"Abang cocok tahu jadi penulis dongeng." Ucap Lea kemudian.


"Abang serius!" Kesal Leo karena Lea tidak mempercayainya.


"Tapi, selama kita di sini gak ada tuh yang aneh-aneh bang!" Ujarnya.


"Kamu jangan bilang gitu! Itu sama aja nantangin tahu!"


"Gak, Lea gak nantangin. Lea cuman bilang, kalo yang abang ceritain itu sebenarnya benar apa gak?" Bela Lea.


"Ya udah kita berangkat kuliah aja!" Ajaknya kemudian.


***


Sesampainya di kampus. Lea sudah masuk di kelas, dan hari ini kelasnya sama dengan Leo. Kelas sastra. Dan kelas teater. Meskipun Leo mengambil jurusan matematika, dia juga memilih beberapa kelas seni.


"Bang, kita cek yuk pohon besarnya?"


"Hah?"


"Iya, pohon besar di hutan. Dekat kastil!"


"Oh, ngapain diperiksa?"


"Cek aja bang, siapa tahu bener. Kalo iya, ajak aja perempuan itu tinggal di kastil. Jadi, pengurus kastil kek bang!"


"Buat apa Lea?"


"Kasian tahu bang!"


"Heii jangan berisik, dosen dateng!" Ucap teman Lea dan Leo.


"Pekan depan sekolah kita mengadakan penampilan teater. Ini bapak udah kasih pembagian peran." Jelas Pak Tomo selaku dosen teater.

__ADS_1


"Lea jadi pemeran utama?" Tanya Sindi teman sejurusannya.


"Iya. Lea jadi Juliet. Tapi, gak tahu siapa Romeo nya." Jawab Lea.


"Tuh di belakang lo!" Ujar Sindi.


"Abang Leo?" Tanya Lea.


"Kamu jadi Juliet?" Tanya Leo.


"Iya bang, abang Romeo?" Tanya Lea.


"Iya."


"Hah? Kok bisa?" Heran Lea.


"Gak tahu, pak Tomo yang pilih!" Jawab Leo enteng.


"Pulang kamus, kita latihan. Sekaligus, tahu siapa peran masing-masing!" Ucap pak Tomo menutup kelas teater.


Jam istirahat.


"Lea, lo sama kak Leo beneran adik kakak?" Tanya Sindi.


"Hmm? Iya, Sin."


"Tapi, kalian kayak seumuran tahu?" Tanya Cebi.


"Iya Bi, soalnya kita beda setahun." Jawab Lea.


"Oh pantesan. Lihat foto kecil kalian sih, gue gak nyangka kalian adek kakak kayak pasangan. Karena gak mirip, tapi cocok."


"Eh pas lihat foto SMA sampe sekarang, ternyata kalian mirip banget." Jelas Cebi.


"Masa sih?" Tanya Lea tersenyum.


"Iya loh. Kita udah bikin editan." Ucap Afgan menunjukkan hp nya.


"Tahu gak, kalian tuh kayak 1 muka." Ucap Boy.


Tapi dilihat-lihat memang benar. Saking miripnya wajah mereka di satukan seperti 1 muka saja.


"Lea! Lo tahu gak sisi kanan punya siapa?" Tanya Boy.


"Emm gue?" Tebak Lea.


"Masa yang punya muka gak tahu?" Heran Afgan.


"Lo sisi kiri Le!" Ucap Sindi.


"Wahh jinja?" Tanya Lea kagum.


"Wah kalian emang kembaran sih!" Kagum Cebi.


"Udah ah. Gue mau ke kelas. Sekarang kelas Indonesia sama menulis kan?" Tanya Lea.


"Iya. Kita juga kan sejurusan bege!" Jawab Boy.


"Tahu nih, gak asyik lo!" Ucap Afgan.


"Dia malu kali." Ucap Cebi.


"Ihh nggak!" Jawab Lea kesal.


"Yudah yuk masuk, mau lo pada dihukum?" Ajak Sindi.


***


Pulang dari kampus semua orang yang masuk ke kelas teater, tidak langsung pulang. Karena pembagian dan pengumuman peran. Ada beberapa yang belum mendapatkan peran.


"Sudah kumpul semua?" Tanya Tomo.


"Sudah pak!"


"Tadi baru pembagian kisah Romeo dan Juliet. Cerita utama dalam seni peran ini. Yang lainnya menceritakan berbagai cerita Disney Princess." Jelas Tomo.

__ADS_1


"Cerita Beauty And The Beast, Rapunzel, Cinderella, Snow White And The Seven Dwarfs dan Romeo And Juliet." Jelasnya.


"Setelah semua mendapat peran! Tolong berdiri di masing-masing meja yang bertuliskan nama peran kalian!"


Semua pun berdiri di masing-masing nama peran.


"Boy, Afgan kalian jadi kurcaci?" Tanya Lea.


"Jangan bacot lo!" Ucap Boy.


"Iri?" Tanya Afgan.


"Sensi amat!"


"Erik, Nino, Yuda! Kalian dapet peran kurcaci?" Tanya Leo.


"Berisik lu!" Ucap Yuda.


"Ganjen ya jadi Romeo!" Ucap Nino.


"Dasar si Tomo Utomo Kosumo Sasimo!" Maki Erik.


"Suuuttttssss.... Tar kedengeran lo didepak loh!" Ucap Leo.


"Ndasmu!"


Sementara itu, Sindi menjadi Rapunzel. Dan Cebi menjadi Belle. Sedangkan Leo dan Lea pun berperan sebagai putri dan pengeran di Snow White And The Seven Dwarfs. Dan juga sebagai Cinderella.


"Pak, kok Lea sama Leo bisa dapet 3 peran?" Tanya Erik.


"Teater ini diadakan selama 7 hari. Senin sampai Minggu, di malam hari. 2 cerita lainnya, diperankan oleh dosen." Jelasnya.


"Cerita apa pak?"


"The Little Mermaid Ariel's Beginning dan Frozen." Jawab Tomo.


"Yang meranin siapa pak?" Tanya Boy.


"Bu Santika, Bu Putri, Bu Angel, Pak Jaya, Pak Sandi dan Pak Tirta." Jawab Tomo.


"Wah seru tuh pak!"


"Iya tayangnya hari Minggu sama Sabtu." Jawabnya.


"Kita juga mengajak dosen magang untuk berpartisipasi. Putri, Angel dan Santi kan masih magang." Jelasnya.


"Daebak!" Ujar geng Lea.


****


"Lea mau ke SMA Butterfly bang. Lea mau jadi guru lomba, dan malemnya Lea magang di caffe kincana sama Anggun." Ucap Lea pada Leo yang mengendarai mobilnya menuju rumah.


"Kamu yakin? Kamu fokus kuliah aja, jadwal padat kan?" Tanya Leo.


"Lea kan kuliah dari Senin sampai Kamis bang. Itupun kelas dari pagi sampe siang. Sore sama malem Lea bisa kerja." Jelasnya.


"Abang juga Senin sampai Jumat. Tapi, abang kan laki-laki yang wajib cari nafkah." Jelas Leo.


"Lea juga mau mandiri bang!"


"Yaudah izin dulu, sama ibu dan ayah!" Ucapnya kemudian.


"Iya. Emm bang Leo mau ikut gak, lusa Lea mau ke rumah bapak?" Tanya Lea.


"Boleh, nanti abang anter. Minggu depan abang juga disuruh bunda ngindep, kamu mau ikut?" Jawab Leo.


"Mau bang."


***


Visual🌈🌈🌈



__ADS_1


__ADS_2