
Hari ini Lea dan Leo sepulang ngampus, mereka ke SMA Butterfly. Untuk mengajar para muridnya di sana.
"Bulan depan ada lomba olimpiade. Perkenalan ini guru baru yang akan mengajar kalian, untuk fokus pada soal yang akan ada di olimpiade." Jelas kepala sekolah SMA Butterfly.
"Halo adik-adik semuanya. Nama saya Lea, saya akan mengajar selama sebulan ke depan." Jelas Lea.
"Halo kak!" Ucap semua siswi dan siswa yang mengikuti pemilihan olimpiade.
"Bapak pergi dulu ya Lea, kamu yang handle!" Ucapnya.
"Baik pak."
"Kalian isi soal ini. Dan nanti ada 3 orang terpilih, semua yang ikut ada 30 orang ya?"
"Iya kak."
"Kelas berapa aja ini?"
"10, 11, dan 12 kak. Campuran." Jawab salah satu siswa.
"Oh. Jurusan apa aja?"
"IPA sama IPS kak. Karena soalnya, matematika, fisika, kimia dan biologi." Jelas seorang siswi.
"Oh baiklah. Selamat mengerjakan!"
Di sisi lain, Leo sebagai pembina OSIS. Mengajar para murid untuk bisa fleksibel. Bisa diajak serius, bisa diajak bercanda.
"Kalian sudah besar. Jadi kalo ada yang gak masuk latihan. Kalian bukan hanya menegur, harus memberi hukuman juga. Selain itu, jangan malah ikut-ikutan gak kumpulan!" Jelas Leo tegas.
"Baik kak!"
"Kakak dulu ketua OSIS. Dan sekarang sudah hampir 2 tahun kakak jadi pembina." Jelasnya.
"Iya kak."
"Jadi, kakak paham sifat murid masing-masing."
"Sekarang kalian latihan PBB! Kakak mau lihat kekompakan kalian!"
Di sisi lain Lea mengecek soal satu persatu.
"Oke. Heru dan Wita kalian kerjakan soal ini. Nilai kalian sama." Ucap Lea.
"Dan untuk yang lainnya, selain Lalas dan Tias dimohon keluar. Terima kasih telah mengikuti pemilihan." Ucap Lea lagi.
"Makasih kak."
Beberapa menit kemudian.
"Mohon maaf Wita, Heru yang terpilih. Terima kasih ya." Ucapnya setelah mengecek kedua soal.
"Untuk kalian bertiga. Kakak punya buku pelatihan olimpiade, dulu kakak juga ikut. Ini, kalian bisa kerja kelompok di luar sekolah. Dan di dalam sekolah, kakak yang arahkan." Jelasnya.
"Makasih kak." Ucap ke 3 orang yang terpilih.
"Kalian, sekarang boleh pulang!"
"Kak, boleh tanya?"
"Iya?"
"Kita lihat, di dinding utama sekolah. Kakak sama kak Leo pembina OSIS, banyak memenangkan beberapa lomba dan juara 1 ya?" Tanya Tias.
"Hmm. Alhamdulillah, kalian juga bisa mengikuti jejak kami." Jawab Lea ramah.
"Tias suka menulis kak, Tias juga ikut kelas kakak di hari Rabu." Jelasnya.
"Emm gitu, semangat ya!"
"Laras juga ikut kelas kakak di hari Sabtu. Kelas Music." Jelas Laras.
"Wah kalian emang the best, gak cuma ikut 1 lomba ya?"
__ADS_1
"Kita ikut 1 lomba kak. Yang lainnya hobby."
"Oh bagus itu, lebih bagus lagi kalo bakat kalian disalurkan seperti mengikuti lomba." Jawab Lea.
"Iya kak. Kakak ngajar apa aja?"
"Olimpiade, itu ada setahun sekali. Tari, music, menulis." Jelas Lea.
"Kalo kak Leo? Kita dengar beliau abang kakak?"
"Emm pembina OSIS, guru renang, dan katanya mau bantu olimpiade." Jelas Lea.
"Wah seru dong! Guru olimpiade nya nambah."
"Hmm." Lea tersenyum.
****
Kini Lea diantar ke rumah bapaknya, di Bandung.
"Bapak mana?"
"Kerja." Jawab Tina yang masih berumur 7 tahun.
"Ibu tiri?"
"Mamah?" Tanya Tina.
"Hmm."
"Lagi arisan."
"Lo sendiri di sini?" Tanya Lea yang memang tidak menyukainya.
"Iya kakak mau nemenin?"
"Jangan panggil gue kakak. Gue bukan kakak Lo!"
"Lea!" Panggil Adit.
"Kamu jangan bilang gitu sama Tina!"
"Pak! Lea-"
"Ayo masuk!" Potong Adit.
"Ini siapa?" Tanya Adit yang tak mengenali Leo.
"Dia Leo pak."
"Oh kakak tiri kamu itu? Wah udah besar ya. Terakhir kali ketemu, waktu SD sebelum kamu pindah ke Jakarta kan?" Tanya Adit.
"Iya pak. Kami juga gak lama di sini." Jelas Lea.
"Loh jauh-jauh kok gak lama?" Tanya Adit.
"Kita udah kuliah dan kerja pak. Jadi gak bisa cuti dadakan." Jelas Lea.
"Padahal besok aja kamu pulang. Bapak mau ngajak kalian jalan-jalan!" Ujarnya.
"Gak bisa pak."
Adit menatap Leo. "Emm gak apa-apa Lea, kita semalam aja ngindap. Besok kita pulang. Biar abang yang izin!" Ucap Leo peka.
"Bang?"
Leo mengangguk sambil tersenyum. "Yaudah." Pasrah Lea.
***
Hanya tersisa 1 kamar. Dan kini Lea sekamar dengan Leo, Tina yang masih kecil malah ikut nimbrung.
"Kak! Tina tidur di sini juga ya?" Tanya Tina yang masuk ke dalam kamar tanpa ketuk pintu.
__ADS_1
Lea yang terpeleset abis dari kamar mandi, memakai handuk terduduk di pangkuan Leo. Lea dan Leo saling pandang. Dan terkejut ketika ada orang masuk, membuat Lea segera berdiri.
"Kenapa?"
"Tina mau tidur sama kakak!"
"Lo kan udah punya kamar sendiri."
"Lea. Jangan kasar gitu sama adik kamu!" Ucap Leo.
"Dia bukan adikku!"
"Ya udah kalo gak boleh."
"Tina, tidur di sini aja. Kita tidur bertiga ya?" Ajak Leo.
Tina memang menyukai Leo. Meskipun terkesan suka pada om-om, dia tidak peduli. Karena Leo sangat tampan dan baik.
"Bang!"
"Kita juga gak enak sama bapak, masa udah gede tidur berdua?"
"Hmm. Lea tidur di kamar dia aja."
"Lea!" Cegah Leo.
"Kamu tega sama abang?"
"Hehhh.... Ya udah deh."
Mereka pun tidur bertiga. Di kasur besar, tadinya mau di atas ranjang. Namun, karena biar lebih leluasa. Akhirnya mereka menurunkan kasurnya ke lantai. Dan tidur di bawah.
Keesokan harinya.
"Bapak mau ajak kalian ke Waterboom. Kalian mau kan?" Tanya Adit yang sedang sarapan bersama.
"Pah!" Panggil Sia ibu tiri Lea, tak terima.
"Hmm?"
"Serius mau ngajak anak kamu?"
"Iyaa, kenapa emangnya?" Tanya Adit.
"Kita gak bisa. Ada kelas, nanti sore." Jawab Lea cepat.
"Tuh kan pah, mereka sibuk." Ucap Sia mencari pembelaan.
"Emm kayaknya kita ikut deh pak, soalnya sebentar kan?" Tanya Lea memanfaatkan keadaan. Karena Sia selalu membencinya dari awal pernikahannya dengan ayahnya.
"Iya, mending kalian ikut aja!" Ucap Adit senang.
"Iya kak, jadi Tina ada temen." Jawab Tina.
"Emm pak biar pake mobil Lea aja ya. Masih baru nih, dibelikan ayah pas Lea lulus kemarin." Jelas Lea memanasi Sia.
"Maafin bapak ya, gak bisa ngasih apa-apa." Ucap Adit sendu.
"Ih gak apa-apa pak. Dulu kan bapak sering kasih Lea uang jajan!" Jawab Lea.
Akhirnya mereka pun berangkat ke Waterboom Bandung. Leo yang mengemudikan mobilnya Lea, Lea duduk di sampingnya. Sedangkan bapak, ibu tiri, dan Tina di belakang.
"Udah sampai pak!" Ucap Lea.
"Bang! Abang harus deket Lea ya!" Bisik Lea. Yang masih phobia air.
Leo tersenyum. "Iya." Jawabnya mengusak-ngusak kepala Lea.
***
Visual🪴🪴🪴
__ADS_1