Kastil Terkutuk

Kastil Terkutuk
bab 4 - Hancur


__ADS_3

2 bulan kemudian.


Wisuda Lea. Hanya ibu dan ayahnya Leo yang datang. Katanya Leo sibuk kuliah.


Mereka berfoto bersama. Meskipun ada rasa kecewa, namun Lea menikmatinya. Terlebih dia wisuda bersama Anggun. Tentu saja banyak sekali mereka berfoto berdua.


"Lea, nanti sore anter gue dong ke caffe Kencana. Gue mau interview." Ucap Anggun mereka makan di kantin setelah selesai acara wisuda.


Ibu dan ayahnya ikut makan, hanya saja beda kursi. Karena ingin lebih leluasa, dan tak canggung. "Gue main aja ke rumah om Lo. Dia kerja kan, pulang malem?" Tanya Lea.


"Ide bagus!"


"Ayah, ibu. Lea mau ke rumah om nya Anggun. Dan pulang nanti malem, gak apa-apa ya?" Izin Lea.


"Emm iya gak apa-apa." Jawab mereka.


"Ibu sama ayah pulang aja duluan. Kita naik taksi." Jelas Lea.


"Oke."


Lea bermain dengan Anggun di ayunan belakang rumah, om nya Anggun.


"Lo kenapa sih kusut banget?" Tanya Anggun.


"Abang gue gak dateng. Padahal, pas dulu dia wisuda. Gue nyempetin dateng bawa seiket bunga sama kado." Ujarnya kesal.


"Dia kan pembina OSIS, dan kuliah. Pasti sibuk lah." Ucap Anggun mencoba menenangkan.


"Tetap aja gak Balanced (seimbang)."


"Atau mungkin aja dia kasih kejutan sama Lo! Siapa yang tahu?"


"Hmm."


Sore hari Lea mengantar Anggun interview. Dia hanya duduk meminum kopi dan makan burger di caffe tersebut menunggu Anggun.


"Gue diterima." Akhirnya.


"Lo mau lanjut kuliah ya?" Tanya Anggun.


"Iya gue mau ambil jurusan kepenulisan. Gue kan udah bilang dari kecil mau jadi penulis." Ujarnya.


"Good luck (semoga berhasil) ya."


"Thanks (makasih)."


"Gue pasti sering mampir ke sini kok." Ucap Lea.


"Ya harus."


Merekapun minum dan makan bersama.


Tiba-tiba hp nya berbunyi. Lagu Dynamite. Lea dari kecil memang menyukai KPop. Hingga saat ini.


"Siapa?"


"Bang Leo."


"Tuh kan, pasti kejutan."


"Hmm."


"Halo?"


"Ini dengan adik dari pak Leo?" Tanya seorang pria.


"Iya."


"Tolong jemput di bar Blacktime." Ucapnya.


"Baik."


"Gue mau jemput abang gue dulu. Dia ada di bar. Bukan ngasih kejutan!" Jelasnya pada Anggun.


"Oh yaudah, mau gue anter?" Tanya Anggun.


"Gak usah."


Tibalah di bar. Leo sudah tidur di kamar bar tersebut. Masih mabuk dan berkicau seperti burung. Meracau tak tahu arah.


"Bang! Bangun! Yuk pulang!"


"Hmmm?"


"Abang ngapain mabok sih?"


"Lea? Kamu bukannya wisuda?"


"Udah dari tadi. Abang kenapa gak dateng?"


"Abang udah siapin kejutan. Dan abang dateng ke sana kamu udah gak ada." Ujarnya.


"Yaudah kita pulang!"


"Hmm? Kita di sini aja ya?"


"Gak."


"Ayolah. Temenin abang!"


"Abang, ini udah malem. Ayah sama ibu pasti khawatir." Jelas Lea.


"Sekali ini saja?"


"Gak."

__ADS_1


"Abang yang izin."


"LEO!" Teriak Lea kesal.


"Berani kamu panggil abang nama?" Tanya Leo tak kesal.


Leo menarik tangan Lea dan terjatuh ke atasnya. Leo menarik tekuk lehernya dan menautkan sebuah ciuman panas.


"Bang!"


"Emmhhh... Lea, seandainya kamu bukan adik abang."


Deg.


"Bang, lepasin mmmphhh.."


Bagas menarik baju Lea sekali tarikan. Hingga menunjukkan bra dan celana pendek, hotpants. Yang Lea pakai.


"Bang jangan!"


Leo melepaskan pengaitnya. Dan melahap lapar gunung kem bar itu. Terus mengh isap leher, bi bir dan gu nung secara bergantian. Tangannya melepaskan hotpants dan CD Lea.


Bermain dengan ja ri nya. Hingga akhirnya si dedek dimasukkan perlahan, dan semakin cepat temponya.


***


Pagi hari.


Leo terbangun, dan mul utnya masih menempel di gun ung Lea, dengan 1 tangannya mer emas yang satunya.


"Plup.."


Leo melepaskan bi birnya cepat. Dan mengingat apa yang terjadi. "Astaghfirullah. Gue udah merawanin Lea?" Tanyanya mengingat.


Ada bercak darah segar di sana. Membuatnya binggung harus apa, efek alkohol itu membuatnya hilang kendali.


Lea yang merasakan pelepasan bi bir Leo dari da da nya. Terbangun dan terisak lagi. "Hiks... Hiks..."


"Lea?" Leo pun memeluk Lea.


"Lea, abang akan tanggung jawab. Maafin abang, karena abang tahu kata maaf aja gak cukup." Ucapnya juga menangis.


"Kita akan jelasin apa sama ibu dan ayah bang? hiks.."


"Biar itu, jadi tanggung jawab abang."


"Terus sekolah Lea gimana?"


"Kuliah kan boleh nikah."


"Kalo Lea hamil?"


"Kamu juga masih bisa, kan udah nikah."


"Hiks.. hikss.. kalo orang tua kita gak setuju?"


"Hiks... Hiks..."


***


Mereka pulang ke kastil, Leo sudah menghiasi kastil itu dengan kelopak bunga dari luar hingga pintu masuk.



Di dalam ruang tamu, tertulis happy graduation Lea. Dan beberapa balon di sampingnya, ada seikat bunga di atas nakas.


Serta buket balon yang dikenakan mahkota berwarna pink. Sangat cantik.






Juga sekotak coklat dan macarons. Di sudut pun ada kotak besar dan boneka panda.


Tak lupa Leo menyiapkan cake, atas hasil yang Lea berikan sebagai lulusan terbaik seangkatan.







Lengkap sudah kejutan untuk kelulusan Lea. Hingga keperawanannya direngut oleh perjaka tampan. Yaitu, Leo kakak tirinya sendiri.


"Bang udah siapin ini?" Tanya Lea.


"Iya, sebelum ada kabar buruk. Abang mau ke acara wisuda tapi telat, dan abang udah siapin ini dari semalem kemarin. Biar paginya abang ke wisuda, dan sorenya kita ke sini." Jelas Leo.


"Makasih banget ya bang." Peluk Lea.


Mereka pun berfoto bersama dan menikmati momen itu berdua. Lea terus memakan macarons dan coklat yang Leo berikan. Dia sangat senang dengan boneka panda, dan dia membuka kotak besar itu.


Betapa terkejutnya Lea di dalam sana. Ada gaun indah, sepatu kaca, mahkota dan aksesoris lengkap.


"Bang!" Ucap Lea terharu dan bahagia.


"Kamu harus memakainya nanti, ketika kita tunangan." Jawab Leo

__ADS_1


***


Seminggu kemudian.


Leo sedang nonton TV. Mereka belum memberitahu apapun pada orang tuanya.


"Bang, Lea mau ngomong." Ucap Lea.


"Kamu hamil?" Tanyanya santai.


"Ih bukan. Abang mah mikirnya."


"Terus apa?"


"Abang kan udah daftarin lagi Lea di universitas yang abang juga di sana. Lea denger abang juga ikut organisasi di sana?"


"Hmm?"


"Lea juga mau masuk organisasi, boleh ya?" Tanya Lea.


"Iya, nanti abang daftarin."


"Satu lagi."


"Hmm?"


"Kan abang jurusan matematika. Sedangkan Lea, jurusan kepenulisan. Abang mau kuliah sampe S3, Lea juga sama. Jadi, abang harus bantu Lea."


"Bantu kalo kamu hamil, kamu sama abang tetep kuliah sambil mengurus rumah tangga?" Tanya Leo.


"Ihh abang!"


"Terus?"


Untunglah orang tua mereka ke luar kota jadi mereka tinggal di rumah berdua, dan para pembantunya.


"Kan Lea cuma diizinin sampe S1. Lea juga mau sambil kerja kayak abang." Ujar Lea.


"Hmm iya itu bisa diusahakan."


"Abang?"


"Hmm apa lagi?"


"Lea belum berani tanya sama abang, prihal kenapa abang mabok di bar?" Tanya Lea ragu.


"Emm... Ikut yuk!" Ajak Leo.


"Kemana?"


"Ke suatu tempat."


Mereka pun pergi. Bagas mengendarai mobil pribadinya. Setelah umurnya 17 tahun, dia memiliki mobil.


Bahkan ke SMA dulu, selalu pakai mobil dan satu mobil dengan Lea.


Setelah mendaftarkan di sana. Walaupun sesekali memakai motor kerenanya.


"Ini apa bang?" Tanya Lea yang udah sampai gerbang.


"Kastil."


"Oh jadi, pagi itu kita ke kastil ini?" Tanya Lea.


"Iya. Memangnya kamu lupa?"


"Kan abang belum jelasin tentang tempat ini."


"Udah berapa lama usianya?" Tanya Lea.


"20 tahun. Dulu ketika bunda abang melahirkan, dia membuat kastil ini sebagai hadiah untuk abang." Jelasnya.


"Kenapa dibiarkan tak ditempati?"


"Ketika ayah dan bunda bercerai. Kastil ini dikutuk oleh bunda. Dia amat kesal, karena keputusan ayah yang menceraikan bunda." Jelas Leo.


"Abang tahu apa alasannya?"


"Mereka bercerai?"


Lea mengangguk. "Bunda berselingkuh. Namun, tidak jadi menikah dengannya."


"Bunda abang nikah sama siapa?" Tanya Lea.


"Om Surya. Dan abang dapat kakak tiri."


"Lea gak pernah tahu."


"Karena abang belum pernah mengajak kalian bertemu." Jawab Leo.


"Apa kutukan yang diberikan bunda?"


"Kastil ini akan menjadi kastil yang penuh telor. Kecuali kalo abang dapat cinta sejati. Abang awalnya gak percaya. Tapi, ketika abang ngindep di sini waktu SMP dan SMA dulu. Itu sering terjadi." Jelasnya.


"Kastil Terkutuk?" Tanya Lea.


"Iya. Itu nama kastil ini."


"Abang sekarang ngajak Lea ke sini? Mau masuk?" Tanya Lea.


"Ayo kita masuk."


***


Visual🐰🐰🐰

__ADS_1




__ADS_2