Kastil Terkutuk

Kastil Terkutuk
bab 17 - Kekalahan Zeelenberg


__ADS_3

Setelah bertahun-tahun lamanya. Zee akhirnya kembali, untuk membalaskan dendam. Namun, siapa sangka Lea atau ratu Alexander Lemos. Di masa lalu, sudah mengetahui faktanya.


"Hanya dengan ini, pak Zee bisa menjadi manusia normal seutuhnya!"


"Baiklah, Lea aku akan membantumu!" Jawab Leo.


Lea dan Leo menitipkan anaknya, pada orang tuanya. Kemudian, mereka kembali ke kastil terkutuk di tengah hutan. Dan masuk ke lemari yang mengantarkannya ke tempat Zee.


Lea membakar semua lukisan dan buku-buku kuno, di abad ke 1 mereka hidup bersama. Sebagai ratu dan raja. Tanpa, ragu Lea membakar semuanya. Zee yang tertidur, tiba-tiba terbangun.


"Lea? Leo sedang apa kalian di sini?" Tanya Zee.


"Pak Zee?" Kaget Lea dan Leo.


Sedangkan semuanya sudah menjadi abu.


"Aku dimana? Kita ini dimana? Kapan kita kemari?" Tanya Zee bertubi-tubi.


"Hah?"


"Pak Zee tidak ingat?" Tanya Leo.


"Bukankah, kita tadi sedang di taman universitas?" Jawab Zee.


"Iya kan, setelah selesai camping. Dan beberapa bulan aku mengajar, kemudian... Aku sedang istirahat setelah mengajar. Itu, dengan mu kan Leo?" Tanya Zee lagi, sambil mengingat.


Lea dan Leo saling pandang.


"Syukurlah, semuanya menjadi normal sekarang." Jawab Lea.


"Ayo pak Zee!" Ajak Leo.


***


Mereka pun masuk ke dalam kastil. Dan makan malam bersama, sementara ini Zee menginap dan pulang esok hari. Mereka, akan pergi bersama ke universitas.


"Kalian sedang mendongeng?" Tanya Zee di sela makannya.


Lea dan Leo menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Baguslah, jika pak Zee tidak mengingat semua itu!" Jawab Leo.

__ADS_1


"Benar pak Zee, tidak ada bagusnya juga. Jika pak Zee mengingatnya." Tambah Lea.


"Terima kasih, sudah menyambut dan menjamu ku." Ucap Zee.


"Tidak masalah pak Zee."


"Besok Leo akan ke universitas, dan sekalian mengantar pak Zee!" Jelas Leo.


"Terima kasih, maaf merepotkan." Jawab Zee.


"Jangan sungkan, pak Zee!"


"Pak Zee, mari Lea antar ke kamarnya!" Ajak Lea.


"Terima kasih Lea."


Zee memendam dan meredam semua perasaannya pada Lea. Dia sangat tidak enak, setelah mengetahui Lea sudah menikah. Dan suaminya juga, amat baik padanya.


"Ini kamar pak Zee. Semoga nyaman ya." Jelas Lea.


Lea dan Leo pun kembali ke atas.


***


Sesampainya di universitas.


"Zee kau kemana saja?" Tanya ayahnya.


"Zee selalu ada ayah. Kenapa bertanya?" Jawab Zee.


"Ada bagaimana, kamu hampir 2 tahun menghilang!" Jawab ayah.


"Loh, ayah bergurau?" Tanya Zee.


"Sudahlah! Cepat persiapkan dirimu! Kita akan wisuda." Kesal ayah.


"Hah? Kok wisuda yah? Bukannya seharusnya 2 tahun lagi ya?" Tanya Zee.


"Kamu amnesia?" Tanya ayah.


"Sungguh, selama itu. Apakah Zee kehilangan kesadaran? Mengapa banyak keanehan yang terjadi?" Tanya Zee.

__ADS_1


"Jangan banyak tanya. Besok kita wisuda!" Tegas ayah.


"Baiklah, untuk saat ini. Zee ikuti alurnya." Jawab Zee.


Wisuda Lea pun dimulai.



Anak mereka sudah 1 tahun. Semua keluarga Lea dan Leo hadir, untuk memberi selamat pada mereka. Lea dan Leo menjadi lulusan terbaik seangkatan tahun ini.


Di S1 nya mereka. Dan banyak sekali yang ingin menarik mereka ke perusahaan ternama. Karena Lea dan Leo beda setahun, hal itu membuat mereka tidak bersaing sebagai mahasiswi terbaik.


"Alhamdulillah kita lulus dengan nilai tertinggi!"


"Penghargaan dengan lulusan terbaik." Tambah Lea.


Semua keluarga pun bangga pada mereka. Tina dan Stive hadir, bersama keluarganya masing-masing.


"Tahun lalu, Leo yang wisuda dengan lulusan terbaik." Ucap Tya.


"Dan tahun ini, Lea yang menempati lulusan terbaik!" Lanjut Wijaya.


"Kalian sangat membanggakan!" Ujar Adit.


"Bunda bangga pada kalian!" Tambah Anggi.


"Ayah bangga padamu, kau memang anak ku!" Ujar Surya.


"Tak dipungkiri, aku sebagai kakak tiri pun sangat menyayangi dan bangga pada kalian!" Tambah Stive.


"Thanks everyone!" Ujar Lea dan Leo.


***


Visual🕊️🕊️🕊️




__ADS_1


__ADS_2