Kastil Terkutuk

Kastil Terkutuk
bab 3 - IPA


__ADS_3

Lea memilih jurusan IPA, sama halnya dengan Leo. Mereka memang seperti sodara kandung.


Karena banyak kesamaan, walaupun ada perbedaannya. Itu yang menjadi pelengkap mereka.




Lea dan murid baru lainnya mengikuti kegiatan sekolah. MPLS, masa pengenalan lingkungan sekolah.


"Anggun?" Tanya Lea.


"Lea? Lo sekolah di sini?"


"Iya, kan gue udah pindah ke Jakarta." Jelasnya.


"Gue sekolah di Jakarta. Tinggal sama Om, untungnya kita 1 sekolah ya." Ujarnya.


Merekapun berpelukan sebentar. "Lo kelas apa?"


"IPA 1." Jawab Lea.


"Sama, kita sekelas. Kita sebangku paling depan!" Ujarnya heboh.


Dari TK hingga kelas 5 SD mereka sebangku dan sekelas. Tak menyangka sekarang bareng lagi, setelah berpisah lama. Sekitar 5 tahun tak sekelas. Karena Lea pindah kelas 5 semester 1.


Kini mereka harus melewati sungai yang deras. Lea anti dengan air, dulu pernah tenggelam saat masih kecil. Dan hingga saat ini, Lea tidak pernah jago berenang.


Berbeda dengan Leo yang memenangkan juara 1 lomba berenang. Tahun lalu.


Leo selalu memperhatikan Lea, karena dia tahu phobia nya.


"Aaahhhhhhhh..."


Lea terpeleset dan terbawa arus. Leo segera menolong, yang tadinya Bram berada di dekatnya ingin menolong. Kalah cepat dengan Leo.


Leo membawa Lea ke tepi sungai. "Kalian lanjut saja! Nanti keburu sore!" Ujarnya.


Mereka yang menonton pun akhirnya, melanjutkan perjalanan.


Leo terus menekan-nekan dadanya Lea. Hingga mulutnya mengeluarkan air. Namun, Lea masih belum sadar. Dia pun memberikan nafas buatan, dengan terpaksa.


Sekaligus melepaskan ciuman pertama mereka. Terus mengulanginya.


"Ohok... Ohokk..."


Lea terbatuk-batuk dan sadar. "Abang!" Ucapnya kaget.


Jasmine hanya mengepal kuat ujung roknya melihat pujaan hatinya. Dengan ringan memberikan nafas buatan, walaupun pada adiknya.


"Awas ya Lo! Dari dulu cari gara-gara sama gue!" Ujarnya pergi dan melanjutkan perjalanan.


Jasmine dan Lea seumuran. Sedangkan itu, Leo dan Jasmine bisa menjadi sahabat karena dulu mereka pernah tugas kelompok saat masih SD.


"Maaf abang terpaksa." Ucapnya menenangkan Lea.


Bagas pun membawa Lea ke tenda. "Kamu kuat?"


"Hmm."


"Biar abang gendong!" Ujarnya.


"Gak usah bang."

__ADS_1


Leo pun membopong Lea tanpa permisi. "Abang!"


"Diem!"


"Emm abang, kan abang ketua OSIS. Kenapa malah nolongin Lea gini?"


"Justru itu, abang ketua OSIS. Harus bertanggung jawab atas peserta MPLS nya. Ditambah abang kan kakak kamu." Jelasnya.


Lea kecewa. Dia ingin abangnya melakukan atas dasar sayang. Bukan tanggung jawab.


"Kenapa?" Tanya Leo yang melihat raut wajah Lea berubah.


"Gak."


Leo pun menurunkan Lea di dalam tenda. Leo memasak mie, untuk Lea. Setelah selesai makan, para peserta dan panitia pun datang.


"Lea gimana udah baikan?" Tanya Bram.


"Hmm."


***


1 tahun kemudian.


Sekolah SMA Butterfly mengadakan lomba dansa. Tahun lalu, Leo dan Lea menjadi pasangan juara 1 yang memenangkan lomba piano dan biola.


Sedangkan kali ini, mereka dilatih berdansa. Walaupun mereka sudah ahli dalam bidang ini.


Lea dan Leo mengikuti kelas tersebut. Kebetulan tahun ini, Lea terpilih sebagai ketua OSIS baru. Dan dibimbing oleh Leo.


Tiba-tiba Lea terpeleset. Dan Leo menindihnya, tak sengaja mereka berciuman. Bibir mereka menempel beberapa saat.


"Abang!" Ujarnya kaget.


Mereka pun menjadi canggung. Dan memilih mengakhiri kelas dansa. Untunglah, guru mereka sedang rapat. Jadi tidak ada yang melihatnya.


Sementara itu, jurnalis fotografer selalu mengawasi para murid dan mengambil gambar. Dia sengaja tidak menempelnya di mading (majalah dinding).


Yang biasanya dia selalu menempel puding (puisi dingding) ataupun mading, dan berita heboh lainnya.


Perlombaan pun dimulai.


Lea dan Leo menjadi peserta nomor 2.


Mereka menari dansa dengan lihai, membuat siapapun baper (bawa perasaan) dibuatnya. Tepuk tangan pun heboh mengisi kekosongan tadi.


"Pemenang nya adalah. Peserta nomor 2, Lea dan Leo!"


Tepuk tangan pun heboh. Lea dan Leo mendapat mendali, piala, sertifikat dan uang sebesar 200juta.


***


Lea memimpin sebagai ketua OSIS dengan baik. Tegas, berwibawa namun asyik.


Leo selalu membimbing dengan senang hati. Mereka sering dalam forum yang sama.


"Minggu depan kalian lomba olimpiade ya?" Tanya Bram.


"Iya."


"Siapa aja yang ikut lomba?"


"Lea, gue dan Riko." Jawab Leo.

__ADS_1


"Gue perhatiin. Kalian borong lomba. Lo ikut lomba renang, music, tari dan olimpiade. Dan Lea lomba menulis, music, tari dan olimpiade." Jelasnya.


"Kenapa emang? Jangan bilang Lo iri?" Tanya Leo.


"Iya emang iri. Tapi, gue bangga sama kalian." Ujarnya.


Tibalah lomba olimpiade.


Mereka pun menjawab pertanyaan dengan cepat dan benar. Hingga akhirnya menjadi juara 1 lagi.


"Selamat SMA Butterfly kalian juara 1. Tingkat nasional."


Seluruh SMA Indonesia mengikuti lomba tersebut. Dan mereka bertiga bangga atas hasilnya.


***


1 tahun kemudian.


Leo wisuda. Dan Lea menyiapkan buket bunga dan kado untuknya. Lea pun bersama ibu dan ayahnya Leo hadir diacara kelulusan tersebut.


"Ini bang."


"Wah makasih ya." Mereka berdua pun difoto oleh fotografer jurnalis. Dan akan dipajang di mading, kelulusan kelas 3.


Setelah itu, mereka difoto sekeluarga. Setelah puas berfoto. Mereka pulang, karena acara sudah selesai.


"Kita makan malam nanti, untuk merayakan kelulusan kamu. Dan menjadi juara 1 seangkatan." Ujar Wijaya bangga.


"Iya yah."


"Selamat ya bang." Ujar Lea.


"Leo dan Lea kalian membanggakan kami." Ujar Tya.


10 bulan kemudian.


Lea telah menyelesaikan ujian terakhirnya. Dan sebentar lagi kelulusannya.


Leo selalu ke sekolah menjadi pembina OSIS sambil kuliah dijurusan matematika.


Rencananya dia ingin menjadi dosen di universitas sekarang yang ia tempuh.


"Lea! Walaupun ada pengganti ketua OSIS. Kamu kan tetap harus membimbingnya." Ujar Leo sebagai pembina OSIS.


"Lea tahu bang. Lea juga selalu membimbing Riko." Ujarnya.


"Yaudah. Kamu boleh pulang." Ujarnya.


"Hah?"


"Kamu baru selesai ujian. Pasti capek." Jawab Leo.


"Lea tunggu abang, kita pulang bareng. Cuman hari Sabtu sama Minggu , abang libur kuliah. Itung-itung kita menghabiskan waktu bersama bang."


Leo memang mengambil shift kuliah pagi untuk kuliah. Dan pulang jam 2. Jam 4 nya dia ngajar OSIS di SMA Butterfly.


"Yaudah yuk pulang."


***


Visual🌸🌸🌸


__ADS_1


__ADS_2