
Setelah sampai di kastil terkutuk milik Leo. Mereka beristirahat dan menjernihkan pikiran masing-masing.
"Bang?" Tanya Lea membuka suara.
"Hmm?"
"Kita mau bagaimana, kalo mereka kekeh tidak akan merestui kita?" Tanya Lea.
"Nikah lari."
"Bang! Lea serius!"
"Abang juga serius. Hanya bunda dan abang, yang tahu kastil ini." Jawab Leo.
"Terlebih ini lumayan jauh dari rumah kita." Lanjutnya.
"Kapan abang mau nikahin Lea?" Tanya Lea.
"Minggu depan. Kalo makin lama, perut kamu akan semakin besar." Jawabnya.
Mereka masih melakukan aktivitas seperti biasanya, kuliah dan mengajar sambil bekerja.
Hari ini, Lea meminta izin pada kepala sekolah. Dia ingin mengajar kelas olimpiade dan menulis saja.
"Ah beban ku berkurang!" Ujar Lea setelah keluar dari ruang kepala sekolah.
Sedangkan Leo hanya akan mengajar pembina OSIS saja. Mereka memutuskan bersama, dan mereka akan fokus kuliah, sambil tidak banyak pekerjaan di luar.
Leo yang ingin merintis usahanya, kini memulai strategis. Dia melihat nominal tabungannya, yang ternyata sangat besar.
"Lea kamu ingin usaha apa?" Tanya Leo yang sudah di kastil.
"Caffee dan toko buku." Jawabnya.
"Baiklah. Kita buat itu, dan desain sendiri. Kamu kan jago gambar!" Ujarnya.
"Bang? Serius?"
"Tentu saja."
***
1 minggu kemudian.
Leo dan Lea akhirnya menikah. Tentu saja dengan restu kedua orang tuanya. Pesta yang meriah dan mewah ini di gelar di gedung Jakarta pusat.
"Malam pertama nih." Ucap Leo setelah berada di kamar hotel.
"Udah lewat. Liat deh ada dedek bayi di sini, udah 2 bulan." Jawab Lea.
"Boleh ya, ayah jengukin?" Tanya Leo sarkas.
__ADS_1
"Jenguk? Ahh abang! Kan udah lewat malam pertama kita!" Ucap Lea yang mulai paham.
"Gak apa-apa dong sayang, udah lama loh itu!" Pinta Leo.
Kini Leo mendekatkan dirinya, membuka resleting gaun pengantin Lea. Mencium jenjang lehernya, mencium aromanya dan kemudian beralih ke bi bir.
Mel um at nya nikmat, dia mulai melepaskan gaun pengantin Lea. Menanggalkan semuanya, Lea yang tak memakai bra. Karena jenis gaun tanpa lengan. Kini lebih mudah ter ja mah.
Leo mulai me nik ma ti pu ti ng nya. Dan beralih ke kanan dan kiri. Sambil satu tangannya memainkan yang lain. Setelah itu, Leo membuka hotpants Lea dan benta segitiganya.
Dia mengelus perlahan dan nik mat. Selain itu, Lea membantu membuka jasnya, dan kancing kemejanya dengan satu tarikan. Hingga kancingnya berjatuhan ke lantai.
Leo membuka resleting celananya dan boxernya. Dia juga menanggalkan benda segitiga bermuda itu. Sampai keduanya polos sempurna. Tanpa sehelai benang pun.
"Bang!" Lenguh Lea.
"Iya baby?"
"Cukup. Kita mandi dulu!" Ujar Lea.
"Mandi bersama?" Tanya Leo penuh damba.
"Tidak!"
"Jangan menolak!" Ujar Leo mengendong Lea.
Mereka pun mandi bersama, dan melanjutkannya di dalam. Setelah selesai mandi, mereka melanjutkan pertempuran di atas ranjang embuknya.
***
Terus memasukkan jarinya. Memaju mundurkan sesuai ritme. Setelah pelepasan, Leo pun memasukkan si dedek yang sudah tegak berurat.
"Argggggggghhhh...." Teriak Lea sambil men de sah.
.
Lea manjamak rambut Leo dengan kedua tangannya.
"Sayang..nggghhh call me!" Ucap Leo sambil men de sah.
"Ahhhh... Abang!"
"Namaku sayang!"
"Leeee ooooo aaahhhhhhhh...."
Leo menghentakkan si dedek semakin dalam dan ritme cepat. Dia pun semakin mabuk kepayang. Semakin keras dan sedikit kasar. Membuat Lea men de sah, kesakitan.
***
Pagi harinya.
__ADS_1
Lea dan Lea bangun, jam 10 pagi. Mereka sudah mengambil cuti kuliah dan kerja selama 2 minggu. Ingin bulan madu. Rencananya mereka akan ke Bali esok.
"Emmmm.... Huaammm.." Leo menggeliat sambil menguap.
Dilihatnya Lea berbaring di atas dadanya. Leo tersenyum sambil mengusap anak rambut Lea. Dia pun memeluk tubuh Lea semakin erat. Dan memejamkan mata sebentar.
"Hhhmmmmm..." Lea terbangun.
"Udah jam berapa ini?" Tanya Lea.
Leo pun melihat jam. "10 pagi."
"APA?" Teriak Lea.
Lea pun bergegas turun ranjang. Sambil masih memakai selimut.
"Sayang, aku sudah melihat semuanya. Bahkan sudah merasakannya. Mengapa memakainya?" Tanya Leo.
"Aku masih malu bang!"
Leo hanya menggeleng kepalanya sambil tersenyum.
"Besok kita ke Bali, jam 4 subuh. Kita jalan-jalan keliling Jakarta yuk?" Ajak Leo.
Lea pun mengangguk. Dia sedang mengeringkan rambutnya. Setelah mandi. Leo mengambil alih dan mengeringkan rambut Lea. Leo masih mengenakan handuk sepinggang.
Merekapun jalan-jalan setelah rapih dan siap.
"Lea. Kamu serius mau tinggal sama abang di kastil?" Tanya Leo yang mengendarai mobilnya.
"Tentu saja. Lea betah banget kok di sana!" Jawab Lea sambil melihat ke luar kaca mobil.
"Gak takut?"
"Gak."
"Kamu kan pernah mengalami keanehan?" Tanya Leo.
"Iya terus? Keanehan itu, tidak menakutkan. Justru indah bang!"
"Baiklah."
***
Visual 🥀🥀🥀🥀
__ADS_1