
" Kamu denger kan permintaan anak kamu" Kata Livina.
" Terserah kalian sayang, aku gak masalah " Ujar Alvero memberi pendapat. Karena Alvero juga menyukai calon menantu tersebut, Setelah itu Fariz mematikan sambungan telepon nya dengan Livina
" Kita susul Fariz ya yah, bunda mau liat keadaan mantunya bunda " Ajak Livina.
" Dia juga menantu ku bun" Kata Alvero
" Ya, ya menantu kita lebih tepatnya" Ucap Livina pasrah.
" Oke, sekarang bunda siap-siap dulu " Suruh Alvero pada Livina.
Setelah 15 menit Livina pun selesai bersiap dan langsung mengajak Alvero ke rumah sakit.
" Tunggu yah, bunda mau bawa makanan dulu buat bekal kita di rumah sakit nanti" Ujar Livina.
" Gak perlu bun, tinggal beli aja ngapain repot " Kata Alvero.
" Iya ya, buang waktu aja " Jawab Livina. langsung menuju mobil.
" Sayang cepat! " Ucap Livina setengah berteriak dari dalam mobil.
" Iya iya" Jawab Alvero
Di rumah sakit.
Fariz melihat wanitanya masih nyenyak bergelung dengan mimpi hingga.
" Ampun -ampun, jangan pukul lagi, ini sakit, sangat sakit " Ratau Kate di tengah tidurnya.
" Kate, hei sayang " Fariz mencoba membangun kan Kate.
Kate bangun dengan wajah yang penuh dengan keringat. Hukuman yang di berikan oleh Irsa tadi membuat Kate sedikit trauma.
Kate menatap ke samping tangannya sedang di genggam oleh Fariz.
" Kenapa hemmm? " Tanya Fariz
" Gue takut, dia bakal mukulin gue lagi" Kata Kate.
" Lo tenang gue bakal jagain lo" Kata Fariz menenangkan Kate.
"Gue haus " Lirih Kate, Fariz pun mengambil kan segelas air yang ada di atas meja di samping ranjang.
" Lo gak balik? " Tanya Kate, setelah selesai minum.
" Ngapain gue pulang, mending gue jagain lo, gue takut lo kenapa-kenapa lagi" Jawab Fariz.
" Gue gak papa " Ucap Kate.
" Apa nya yang gak papa, lo di pukuli sampai begini" Ujar Fariz kesal.
Ceklek.
Seseorang membuka intu ruang rawat Kate.
" Assalamu'alaikum " Ucap Livina dan Alvero berbarengan.
" Waalaikumsalam " Jawab Kate dan Fariz.
__ADS_1
"Ya ampun , mantu nya bunda" Kata Livina tak tega melihat kondisi Kate, muka memar, apalagi belakang nya penuh dengan luka Cambukan.
" Aku gak papa bunda " Kata Kate dengan senyumnya.
" Gak papa terus " Sahut Fariz.
" Pulang nanti Kate tinggal di rumah kita aja boleh kan bun yah? "Ujar Fariz.
" Gak usah" Tolak Kate dengan lembut.
" Terus gimana, lo mau balik ke rumah itu lagi, gak ya! Gue gak. Ngizinin gue gak mau lo kenapa- napa lagi" Kata Fariz.
"Iya Kate benar ariz kamu tinggal sama kami aja toh keluarga mu juga gak perduli. Pokok nya gak ada penolakan" Ucap Livina tak mau calon menantu nya kembali ke rumah neraka tersebut.
" Iya bun" Ucap Kate pasrah, sebenarnya ia ingin menolak tapi melihat keluarga Fariz memperlakukan dengan sangat baik Kate pun akhirnya menuruti nya.
Walaupun tanpa di sana dia masih bisa tinggal dengan nyaman, toh dia masih memiliki black card. Mau beli apartemen mewah pun dia sanggup.
" Siap nanti bunda bakal nyiapin kamar buat Kate " Ujar Livina dengan semangat.
" Gak perlu bun mending Kate tidur sama Fariz aja" Kata Fariz.
." Oh tidak bisa, kalian kan belum muhrim" Tolak Livina.
" Di apartemen juga udah biasa " Ucap Fariz keceplosan.
" Kamu bilang apa? " Tanya Alvero.
" Kamu di apain Fariz sayang selama di apartemen? " Tanya Livina pada Kate.
" Bund... "
" Tidur, Kate kemaren ketiduran jadinya nginep disana " Jelas Kate dengan muka polos.
" Apa anak sial*n itu menggrepe- ***** kamu Kate? " Tanya Livina.
Kate menggeleng kan kepala nya tanda tidak.
" Kami gak ngapa-ngapain bunda " Jelas Fariz.
" Kalo ngapa- ngapain juga gak masalah tinggal bunda kawinin nanti" Ujar Livina.
Alvero menggeleng tak habis pikir dengan pikiran sang istri.
," Untung pikiran anak kamu masih waras, kalau tidak bisa jadi kita benar lagi punya cucu, aduh senangnya " Ujar Livina.
" Bunda lo emang beda " Bisik Kate pada Fariz.
" Ya begitu lah sikapnya" Ujar Fariz .
" Bunda bawa apan? " Tanya Faris melihat bawaan Livina saat datang tadi.
" Makanan , gimana kalo kita makan siang bersama " Ujar Livina.
Pas banget setelah Livina mengajak mereka makan siang, seorang suster pun datang membawa makan siang Kate.
Kate mendapatkan sebuah bubur dengan toping sayuran, ayam dan pelengkap lainnya.
" Bunda saya ayah makan aja dulu, Fariz mau nyuapin Kate dulu" Ujar Fariz.
__ADS_1
" Kulkas kita sudah punya pawang sayang " Kata Alvero pada Livina.
" Iya bunda juga senang liat nya, kulkas sudah tak sedingin dulu" Ujar Livina mengeluarkan makanan yang berada di dalam. Paper bag.
" Nah sekarang lo makan aaa"Bukannya menerima malah Kate menolak suapan dari Fariz.
" Kenapa yank? , ayo makan biar cepat sembuh " Kata Fariz.
" Gak mau makan bubur ish" Tolak Kate menutup mulutnya dengan tangannya. Keluarlah sifat manja nya Kate.
" Katerina" Ucap Fariz mulai menatap tajam ke arah Kate. Kate menunduk takut .
" Bisakah jangan bubur gue gak suka" Tolak Kate dengan kekeuh.
" Terus lo maunya makan apa? Tanya Fariz menghela nafas leleh membujuk Kate agar mau makan.
" Gue mau makanan sama kaya lo" Jawab Kate.
" Enggak boleh, lo itu belum pulih gak bisa makan sembarangan " Tolak Fariz membuat Kate cemberut.
" Lo makan bubur dulu ya nanti setelah sembuh,gue jak Jalan-jalan, kemana pun lo mau" Kata Fariz mencoba membujuk Kate.
" Kalo gue mau ke Arab lo bakal kabulin gak? Tanya Kate pada Fariz.
" Iya kemana pun" Jawab Fariz yakin.
" Ya udah janji dulu " Kemudian Kate dan Fariz menautkan jari kelingking mereka.
" Nanti kapan- kapan aja aku tagih " Kata Kate.
Fariz tersenyum dan mulai menyuapkan bubur tersebut ke dalam mulutnya Kate.
" Fariz udah dewasa ya yah" Kata Livina yang melihat perlakuannya Fariz pada Kate, terkesan berhati-hati .
" Anak kita perhatian banget sama Kate." Ucap pemuda.
Tak terasa teesissa 1 suapan aja lagi, di Terima oleh Kate dengan baik masuk kedalam mulutnya. Meski sempat dipaksa tapi pada akhirnya di pun menikmati bubur tersebut. Jangan heran karena memang bubur terasa emak.
Hahis makan Kate mulai meminum obat dan vitamin nya. Fariz yang melihat gadis di depannya saat ini tengah tersenyum.
Ceklek
Seseorang membuka ruang rawat Kate, rupanya yang masuk adalah ayah nya Fariz yang tadi sempat keluar sebentar.
" Makasih ya lo sama keluarga lo udah baik banget sama gue " Kata Kate terharu, dengan perlakuan manis Fariz.
"Udah - udah jangan nangis" Kata Fariz. Menyeka air mata Kate yang jatuh ke pipi.
" Ayah sama bunda pulang dulu ya, Soalnya ada keperluan lain lagi" Kata Alvero.
," Iya bund ayah" Jawab Fariz.
" Jangan lupa setelah ini makan dulu"Livina mengingatkan Fariz.
" Iya bunda ratu" Ucap Fariz.
" Bunda pulang Kate kalau si kutu kupret ini nakal bilang sama bunda biar bunda yang hukum dia " Kata Livina.
" Iya bunda, bunda hati-hati pulangnya " Ujar Kate.
__ADS_1
" Kamu juga sayang semoga cepat sembuh, nanti bund ke sini lagi " Kata Livina.